http://www.antaranews.com/berita/1288759510/bom-goncang-baghdad-63-tewas

Bom Goncang Baghdad, 63 Tewas
Rabu, 3 November 2010 11:45 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | 
Baghdad (ANTARA News) - Sebelas bom mobil Selasa menggoncang Baghdad, 
menewaskan sedikitnya 63 orang di tengah kekhawatiran bahwa gerilyawan Sunni 
mengambil alih kekuasaan yang vakum tujuh bulan setelah pemilu yang tak 
meyakinkan.

Sekitar 285 lainnya cedera dalam pemboman yang ditargetkan pada permukiman 
Syiah di ibu kota Irak, beberapa meledak dekat cafe atau restoran, sebagaimana 
dikutip dari AFP.

Serangan-serangan itu terjadi hanya dua hari setelah orang bersenjata Al Qaida 
menyerbu sebuah gereja di jantung kota dan menyandera puluhan jemaat, dengan 46 
di antara mereka dibunuh dalam satu drama yang berakhir dengan penyerangan yang 
dilakukan oleh pasukan khusus Irak.

"Enam puluh tiga orang tewas dan 285 luka-luka dalam 11 aksi bom mobil. Semua 
ledakan itu terjadi di waktu yang sama," kata seorang pejabat kementerian dalam 
negeri.

Ledakan terbesar terjadi di distrik Kadhimiyah utara dan Husseiniyah timur.

Kementerian dalam negeri segera memberlakukan jam malam terhadap daerah-daerah 
Baghdad timur, larangan keluar setiap malam yang berlaku di seluruh ibu kota 
dari tengah malam sampai pukul 5:00 pagi waktu setempat.

Washington dan London mengecam pertumpahan darah baru itu dan berupaya untuk 
mengobarkan konflik sektarian.

"AS mengecam keras aksi kekerasan yang kita saksikan pada hari ini," kata juru 
bicara Dewan Keamanan Nasional Mike Hammer dalam satu pernyataan.

"Kami percaya bahwa rakyat Irak akan masih menolak upaya-upaya yang dilakukan 
orang-orang garis keras untuk mengobarkan ketegangan antar kelompok," kata 
Hammer.

"Serangan-serangan ini tidak akan menghentikan kemajuan Irak. AS berdiri 
bersama rakyat Irak dan masih berkomitmen bagi kekuatan kita dan lamanya 
kemitraan kita," katanya.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan dalam satu pernyataan: 
"Mereka bertanggung jawab atas pemboman barbar dan tidak peduli atas masa depan 
Irak serta penduduknya. Mereka hanya bermaksud memprovokasi ketegangan dan 
konflik."

Irak tampil tanpa pemerintahan sejak pemilu 7 Maret yang tak meyakinkan, yang 
dimenangkan tipis oleh kelompok Negara Hukum yang dipimpin Syiah dari Perdana 
Menteri Nuri al-Maliki kemudian disusul Iyad Allawi yang sebagian besar 
mendapat dukungan kelompok Iraqiya.

Keduanya terjebak dalam perundingan-perundingan tertutup dengan 
kelompok-kelompok politik lain, namun tidak mampu mengumpulkan mayoritas yang 
diperlukan untuk membentuk pemerintah.

Kekosongan kekuasaan menambah meningkatnya rasa ketidakamanan, dan para 
gerilyawan tampaknya berusaha untuk mengambil keuntungan.

Pemboman Selasa dan serangan-serangan terhadap orang-orang Kristen terjadi pada 
saat Irak berusaha bangkit kembali setelah invasi pimpinan Amerika tahun 2003, 
dan pertumpahan darah antar kelompok yang dilanjuti antara mayoritas Syiah 
serta menumbangkan elite Arab Sunni.

Pemboman terbaru itu memukul upaya-upaya negara untuk menarik investasi dan 
teknologi asing untuk membangun kembali negara yang porak poranda akibat perang.

Aksi kekerasan di Irak telah merosot drastis sejak pertumpahan darah antar 
kelompok mencapai puncaknya pada 2006 sampai 2997, namun serangan-serangan 
masih sering terjadi di Baghdad dan kota besar utara Mosul.

Pada Oktober tampak kekerasan paling sedikit sejak November 2009. Angka yang 
dikeluarkan oleh kementerian-kementerian pemerintah pekan ini menunjukkan, 
sebanyak 194 warga Irak tewas bulan lalu, termasuk 53 selama drama sandera pada 
hari Minggu. Tujuh orang yang tewas adalah anggota pasukan keamanan.
(ANT/A024)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke