Kurban adalah bukti bahwa suatu ajaran agama masih primitif. Adat istiadat berkurban banyak kita temui pada suku-suku jaman dahulu seperti suku Inca, Maya, Aztec dan Yahudi Kuno. Dan pada jaman modern ini kurban-mengkurban masih juga ditemui pada agama Kristen dan Islam.
Kita lihat pada kitab Kejadian Perjanjian Lama bagaimana Abraham mengurbankan Ishak untuk menuruti kemauan Allah. Apa bedanya Allah disini dengan Dewa-nya Inca, Maya dan Aztec? Meski hal ini kemudian disebut sebagai upaya Allah untuk menguji iman Abraham, tapi coba lihat bagaimana kemudian Allah mengurbankan anak-Nya sendiri yaitu Yesus Kristus demi menebus dosa manusia! Allah Kristen ini sungguh haus darah rupanya. Pastilah tidak terlalu sukar bagi Allah yang kekuasaannya tak terhingga untuk memaafkan umat manusia daripada harus membuat seorang insan manusia mati mengenaskan di kayu salib bukan? Walaupun dalam ajaran Kristen sendiri terdapat kurban-mengurban, namun saat ini Kristen sendiri telah menghilangkan ajaran tersebut, dan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih manusiawi: hosti. Hosti ini adalah roti dan anggur untuk melambangkan darah-daging Yesus sendiri. Jadi umat Kristen dalam hal ini lebih manusiawi. Lain halnya dengan Islam. Mari kita lihat ajaran yang satu ini. Pada setiap perayaan Ibadah Haji, kambing dan sapi disembelih sebagai kurban, dengan harapan demi mendekatkan diri kepada Allah dan membantu fakir miskin. Coba kita hitung berapa jumlah hewan yang menjadi korban ajaran primitif ini: Rakyat Indonesia berjumlah 200 juta orang. Bila 20 rakyat Indonesia mengurbankan 1 hewan kurban, maka ada 10.000.000 hewan yang mati mengenaskan. Ya, mati mengenaskan demi umat Islam mendekatkan diri pada Allah dan membantu fakir miskin. Sebagai catatan, membantu fakir miskin tidak bisa hanya dengan memberikan daging kurban cuma sehari! Jadi istilah membantu fakir miskin ini benar-benar miskin makna! Allah Kristen haus darah manusia, dan sekali itu saja Dia kenyang dengan kurban Yesus sehingga manusia berdosa bisa diampuni, tapi lihat Allah Islam, Allah yang katanya maha pengasih ini ternyata haus darah kambing dan sapi, bahkan setiap tahun Allah Islam ini mesti dicekoki dengan darah kambing dan sapi pada Lebaran Haji. Jadi, perilaku primitif suku Inca, Maya dan Aztec yang mengurbankan makhluk hidup supaya Dewa tidak marah, tidak ada bedanya dengan Ibadah Haji dan Penebusan Dosa Yesus. Betul-betul ajaran primitif! ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
