http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=48&id=31740

SELASA, 09 November 2010 |


Kunjungan Wapres dan Blok Masella
Wakil presiden Boediono akhirnya menyelesaikan kunjungan ke Saumlaki, Maluku 
Tenggara Barat, Sabtu (6/11) setelah bermalam disana. 


Setelah Soekarno tahun 1950, tak pernah lagi ada petinggi di negara ini yang 
menyinggahi atau mengunjungi MTB. Boleh jadi tak hanya MTB, daerah lain yang 
terpencil juga jarang disinggahi oleh Presiden, Wapres atau bahkan Menteri 
sekalipun. Kunjungan Wapres terencana, karena itu pemerintah sudah cukup siap 
menyambut kedatangan orang nomor dua di negara ini. Wapres meresmikan pasar, 
kantor Bupati MTB, dan perpustakaan. Terlihat seremonial. 

Lalu kemudian banyak janji yang ditebar kepada rakyat Maluku melalui kuping 
pemerintah daerah. Pemerintah menyambut baik janji tersebut. Wapres akan 
mendorong investasi ke Maluku, termasuk juga mengusulkan peningkatan dana PNPM 
Mandiri yang dikhususkan untuk membantu daerah tertinggal. Demikianlah janji 
Wapres. 

Sudah banyak janji pusat, ditambah dari Wapres entah sudah berapa banyak janji 
itu disimpan dan nyaris tak pernah terealisasi. Namun kita tak bicara soal 
janjinya. Satu hal yang belum terjawab, ada apa Wapres ke MTB? Semua orang tahu 
Wapres meresmikan pasar, kantor Bupati, dan perpustakaan, tapi tak semua orang 
tahu perbincangan Wapres dengan hampir semua kepala daerah di Maluku soal Blok 
Masella. Pertemuan itu tertutup. Usai pertemuan tak seorangpun kepala daerah 
buka mulut terkait hasil bincang-bincang itu. Di blok Masella tersimpan banyak 
sekali gas alam, bahkan terbesar di Asia, dan mencukupi untuk memenuhi 
kebutuhan dunia untuk ketersediaan material ini. Investasinya bahkan menyentuh 
angka puluhan triliun rupiah. 

Jepang telah sepakat untuk mengelola blok ini. Pemerintah daerah pun nimbrung 
di dalamnya. Untuk ikut ambil bagian dalam mega proyek ini, pe merintah 
berdasarkan UU Migas diharusnya menyetor dana 10 persen dari keseluruhan nilai 
investasi, termasuk membentuk sebuah perusahaan daerah. Perusahaan daerah sudah 
dibentuk, dan Gubernur Karel Albert Ralahalu mengaku telah mendapat suntikan 
dana Rp14 triliun sebagai penyertaan modal perusahaan daerah dalam pengelolaan 
blok Masella. Duit dipastikan akan banyak dihasilkan dari sini. Untuk itukah 
Wapres datang ke MTB? Kemungkinan itu tetap ada. 

Tak mungkin hanya untuk meresmikan pasar, kantor Bupati, dan perpustakaan, 
Wapres mau jauh-jauh meluangkan waktu menengok MTB. Blok Masella mungkin saja 
menjadi tujuan kedatangan Wapres. Buktinya, rapat dilakukan tertutup, tapi 
peresmian dilakukan terbuka. Lepas dari itu, pengelolaan blok Masella harus 
dilakukan transparan. Rakyat, adalah pihak yang harus lebih banyak menikmati 
hasilnya. Sudah cukup lama mereka bergelimpangan kemiskinan. Saatnya mereka 
merasa sejahtera di daerah sendiri. Jangan lagi mereka dibodohi dengan 
janji-janji pemerintah. 

Banyak kasus sudah terjadi, tapi di Masella ini tidak boleh terjadi. Kita 
berharap blok Masella dikelola secara baik. Maluku Energi, perusahaan daerah 
yang akan bersama investor Jepang mengelola blok Masella, harus berisi 
orang-orang profesional, bukan politisi seperti saat ini. Samuel Samson, Amien 
Buton, dan Rolland Tahapary, adalah politisi-politisi yang dipasang untuk 
mengelola sumber energi terbesar ini. Masuknya politisi di Maluku Energi 
sungguh disayangkan. Gas alam terbesar ini, koh dikelola oleh mereka-mereka 
yang minim pengalaman. 

Ditakutkan, bukannya menguntungkan justeru sebaliknya merugikan. Terlalu 
gampang Gubernur menempatkan orang tanpa melihat skill. Keputusan ini justeru 
akan merugikan daerah. Karena itu, sebelum terlambat, struktur Maluku Energi 
harus dirombak. Gantikan dengan mereka yang profesional di bidangnya.(*

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke