http://www.apakabar.ws/content/view/3416/88888889/
Win Wan Nur: Obama mengangkat harkat Indonesia, Tifatul menghancurkannya.
Moralitas Abad ini...
Kedatangan Obama ke negeri ini benar-benar sebuah fenomena, kehadiran
singkatnya di negeri ini benar-benar meninggalkan kesan mendalam di mana-mana.
Kehangatan yang dia tawarkan, gayanya yang natural dan terlihat penuh
ketulusan, seperti menohok dengan telak sikap para petinggi negeri ini yang
selalu bergaya sok penting dan minta dilayani.
Di hari pahlawan, bukan pejabat negeri ini yang membuat penduduk negeri
ini tergetar harinya mendengar perjuangan pahlawannya, tapi OBAMA, anak tiri
dari seorang laki-laki Jawa yang dibawa nasib menjadi presiden Amerika lah yang
melakukannya.
Persahabatan dan ketulusan yang ditampilkan Obama benar-benar membius
negeri ini, cuma sayang seribu sayang, kunjungan mempesona yang penuh kesan ini
dirusak oleh sebuah ucapan di Twitter dari seorang menteri komunikasi, mantan
presiden PKS, partai paling suci di negeri ini.
Sebelumnya PKS sudah sukses besar membuat kita tertawa ketika mereka
setengah mati menjelaskan ke 'umat' mereka yang suci itu, tentang alasan partai
yang paling semangat demo anti Israel dengan membawa-bawa bendera partainya ini
yang tiba-tiba menjadi dekat dengan Amerika, yang adalah saudara kandung Yahudi.
Luar biasa cara mereka berkelit dengan mengeluarkan berbagai
rasionalisasi yang membuat siapapun sulit menahan tawa.
Terus orang Mentawai sedang kena bencana, gubernur yang berasal dari
partai yang mengklaim diri paling Islam ini pergi ke Jerman, mantap benar.
Sekarang yang terjadi malah lebih seru lagi bang Tifat (kalau di Bali,
Tifat ini artinya LONTONG), menteri komunikasi yang mantan Presiden PKS yang
sebenarnya nggak punya bakat melawak ini, yang selama menjabat menteri sibuk
ingin membuat larangan ini itu untuk mengatur cara bersikap warga negeri ini
agar sesuai dengan standar moral yang dianutnya, kembali mengulang apa yang
dilakukan Partainya, melakukan hal yang selama ini mati-matian ditolaknya, hal
yang dianggap tidak bermoral dalam prinsipnya, yaitu MENJABAT TANGAN WANITA.
Dan seperti biasa, sebagaimana yang dilakukan partainya, kali ini pun
bang Tifat membuat berbagai rasionalisasi yang bisa membuat kita mati tertawa,
sebab kekonyolan yang dibuat bang Tifat benar-benar alami. Asli Sule dan Aziz
opera van Java aja kalah konyolnya.
Ngakak abis saya baca komentar bang Tifat yang bilang, "Sudah ditahan dua
tangan, eh Bu Michelle-nya nyodorin tangannya maju banget, kena deh"
Berharap bisa selamat dengan komentar buang body seperti itu, eh yang ada
malah jadi kecaman seluruh dunia, orang Amerika yang seharusnya punya kesan
bagus dengan sambutan Indonesia malah tersinggung berat, koran NY Times sampai
buat judul "Indonesian Minister Blames Michelle Obama for Handshake ". Gawat ni
bang Tifat, soalnya jujur saja pernyataan Bang Tifat ini membuat kesan kepada
orang yang membaca, seolah-olah Bang Tifat bilang Michelle Obama itu PEREMPUAN
MURAHAN.
Mantap sekali SBY presiden kita yang ganteng punya menteri yang jago
berdiplomasi seperti ini.
Di milis yang biasa saya ikuti, seorang kader PKS membela tindakan bosnya
ini dengan mengatakan "Yang gawat, kita terlalu sibuk ngurus orang, padahal
kita juga masih salaman(berjabat tangan) sama perempuan yg bukan muhrim...
padahal Rasulullah tdk melakukan dan mengharamkan hal itu..."
Ini juga sebuah pembelaan yang tidak kalah lucunya, karena sama sekali
tidak ada hal yang sangat gawat di sini, yang ada kita cuma terhibur aja
melihat orang LEBAY kena batunya, padahal si kader PKS ini sendiri yang bilang
"padahal Rasulullah tdk melakukan dan mengharamkan hal itu "
Nah kalau benar Rasulullah nggak melakukan dan mengharamkan itu, tapi
Bang Tifat (yang artinya LONTONG dalam bahasa Bali) ini LEBAY sok suci nggak
mau berjabat tangan dengan perempuan, jadinya begitu kejadian ya wajar dong
yang bersangkutan jadi bahan tertawaan orang.
Jadi sama sekali nggak ada yang gawat di sini, kasus ini sama aja dengan
kasus Cinta Laura yang jadi bahan tertawaan orang se Indonesia gara-gara aksen
Inggris lebaynya, yang katanya bisa begitu karena kelamaan tinggal di luar
negeri. Dia jadi tertawaan karena ternyata OBAMA yang presiden Amerika yang
tinggal di Indonesia selama 4 tahun di masa kecilnya, ternyata bisa bilang SATE
dan BAKSO dengan aksen normal seperti bukan sate jadi satche.. bakschooo.. ach
chhape dheh.. seperti yang biasa diucapkan dik Cinta Laura.
Yang lebih lucu lagi dalam kejadian ini, kader PKS yang membela Tifatul
ini adalah manusia sok suci yang suka menyebut orang lain yang berbeda
pandangan sebagai "kaum pengacau keimanan" pernah tertangkap basah omelakukan
PLAGIASI.
Di lihat dari satu sisi, ulah si mantan presiden PKS ini sangat merugikan
citra dan diplomasi negeri ini, aksi si menteri ini benar-benar merusak suasana
yang seharusnya sudah demikian sempurna berkat kehangatan yang ditampilkan oleh
Obama dan istrinya tercinta.
Tapi kalau dilihat dari sisi lain, bisa jadi si mantan presiden PKS ini
beserta kader-kader mereka sedang mendapat banyak pahala, sebab aksi-aksi
menghibur yang mereka tampilkan bisa membuat orang-orang yang sedang sedih
tertimpa bencana jadi tertawa.
Tapi sialnya, olok-olok terhadap Tifatul ini bukan hanya terjadi di
Indonesia, sekarang menteri kita yang memilik moral tingkat tinggi ini, seorang
MENTERI KOMUNIKASI yang dengan santainya, menggosip di Twitter seperti ibu-ibu
arisan, merasa seolah-olah yang membaca tulisannya itu cuma anak istri dan
tetangganya ini sudah menjadi bahan olok-olok orang sedunia.
Contohnya bisa kita saksikan di acaranya Stephen Colbert ini
http://www.youtube.com/watch?v=fSQxq9Jcv-Y&feature=player_embedded
dan di sinilah letak sialnya, Colbert yang terkenal sinis dan keterlaluan
ini bukan hanya mencela Bang Tifat seorang, tapi dia membawa-bawa orang
Indonesia, Colbert bilang orang di Indonesia, mencela bang Tifat melalui
facebook dan twitter "...scolded him for his hypocritical behavior" katanya.
Tapi sebelum layar kaca menampilkan kalimat itu, Colbert terlebih dahulu
memulainya dengan kalimat melecehkan yang sangat menyakitkan telinga kita yaitu
"Really? Facebook? Twitter? I thought Indonesian communicating each other by
banging coconuts on the wall..."
Dan kenapa segala penghinaan itu harus kita terima?....itu terjadi berkat
tingginya moral menteri komunikasi kita yang bijaksana...
Bgeitulah, dengan kejadian ini, kita yang tidak ikut berbuat boleh merasa
mangkel dan kesal, sementara bagi sang menteri secara pribadi, dia bisa jadi
mendapat pahala yang lebih besar, karena sekarang dia menjadi bahan tertawaan
dan membuat terhibur orang sedunia.
Wassalam
Win Wan Nur
Orang Islam yang biasa-biasa aja
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/