http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Mingguan/28/9054
Minggu, 7 November 2010
Enam Seni Pendidikan Dasar Tiongkok Kuno
Jadi Kurikulum Sejak 3.000 Tahun Lalu
KURIKULUM diperlukan sekolah sebagai panduan dalam penyampaian pelajaran,
yang kini pasti mencakup Matematika, pelajaran bahasa, pelajaran sains dan
pelajaran sosial. Tiongkok sendiri, sudah mulai menerapkan pemberlakukan
kurikulum pendidikan dasar sejak 3.000 tahun lalu. Semuanya tergabung dalam
konsep "Liu Yi" atau "Enam Seni".
Dinasti Zhou yang berkuasa di Tiongkok beberapa milenium lalu (1122-256
SM) adalah dinasti pertama yang memperkenalkan "Liu Yi" sebagai dasar sistem
pendidikan bangsa Tionghoa.
Enam Seni tersebut meliputi upacara, musik, panahan, Matematika,
kemampuan mengendarai kereta kuda, dan kaligrafi. Semuanya meliputi pendidikan
olah fisik, pembentukan karakter dan pemberdayaan pikiran.
Upacara bisa disamakan dengan pendidikan agama dan kewarganegaraan.
Karena tidak hanya mengajarkan tentang tata cara ritual, juga diajarkan tata
cara militer.
Musik menjadi salah satu bagian utama dalam kurikulum ini. Dengan
keunikan seni musik Tiongkok, para peserta didik tidak hanya diajarkan untuk
bisa bermain musik, namun juga bisa memahami makna filosofis dari alat musik,
karakter musik Tiongkok klasik dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang
termasuk pembangkit semangat dalam perang maupun sebagai iringan lagu duka
cita. Jika studi modern tentang efek musik terhadap otak baru mulai ditemukan
sejak dua abad terakhir, bangsa Tionghoa sudah mengetahuinya sejak 2.000 tahun
silam.
Panahan menjadi salah satu cara untuk melatih ketepatan atau akurasi,
konsentrasi dan ketekunan. Selain itu, keahlian ini diperlukan sebagai bentuk
pertahanan diri karena sering terjadinya peperangan antar kerajaan pada masa
itu. Siswa yang mahir memanah, bisa langsung direkrut oleh kerajaan sebagai
pasukan atau pengamanan istana.
Matematika yang diajarkan dalam pendidikan Tiongkok kuno tidak hanya
sekadar berbicara mengenai kemampuan berhitung, karena Matematika Tiongkok kuno
juga digunakan langsung dalam bidang astronomi dan pengobatan Tiongkok kuno
yang memerlukan ketepatan takaran bahan obat dan lain sebagainya. Dibuktikan
dengan penemuan Sempoa yang diakui bisa membantu otak menghitung lebih cepat
daripada kalkulator, menunjukkan bahwa bangsa Tionghoa sudah menaruh perhatian
khusus untuk ilmu yang satu ini.
Kemampuan mengendarai kereta kuda pada masa lalu bisa dianggap sebagai
bentuk pendidikan olahraga pada masa itu. Sehingga sebagai bentuk pelepasan
kejenuhan dari jam pelajaran di dalam kelas, aktivitas mengendarai kuda menjadi
salah satu pelajaran yang paling diminati. Sama seperti saat ini, ketika para
siswa lebih bersemangat saat bermain sepak bola atau bola basket saat jam
istirahat.
Tidak hanya itu, kemampuan mengendarai kereta kuda juga mencakup
kemampuan berkuda dengan kecepatan. Bila diterapkan di pendidikan masa kini,
sama artinya seperti kegiatan ekstrakurikuler mengemudi mobil.
Yang terakhir adalah kaligrafi yang menjadi sebuah keharusan mutlak.
Pasalnya kaligrafi sendiri adalah pelajaran yang digunakan untuk menenangkan
pembawaan yang suka terburu-buru dan mendorong siswa untuk bersemangat
memperoleh kesempurnaan. Sehingga pendidikan kepribadian pun diawali dari sini.
(lee/kanzhongguo)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/