Refleksi : Apakah penganiaya akan dihadapkan ke pengadilan? Bila demikian, maka 
harus ada 4 saksi yang melihat bahwa Sumiati disiksa,  sebab kalau tidak ada 
saksi, maka mungkin terjadi seperti kasus TKW Srilanka, dibilang bahwa dia 
sendiri yang menyiksa diri dengan memaku kakinya serta menusuk jarum-jarum 
kedalam tubuhnya. Begitulah nasib saudari-saudari kita yang dibudakan. 

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/11/15/146955-kemenlu-fasilitasi-keluarga-sumiati-ke-arab-saudi

Kemenlu Fasilitasi Keluarga Sumiati ke Arab Saudi
Senin, 15 November 2010, 22:39 WIB

     
REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA--Menteri Luar Negeri telah berbicara langsung dengan keluarga TKW 
korban penganiayaan di Madinah Arab saudi guna menyampaikan informasi tentang 
langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah serta penegasan terhadap 
kepedulian dan keberpihakan terhadap Sumiati. "Secara khusus Kementerian Luar 
Negeri  akan memfasilitasi wakil keluarga, yang akan didampingi pejabat Kemlu, 
untuk pergi ke Madinah guna memberikan dukungan moril kepada Sumiati," kata 
kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene dalam konferensi pers di 
Jakarta.

Seorang petugas rumah sakit King Fahd beberapa waktu lalu menceritakan tentang 
kondisi tubuh Sumiati yang mengalami luka bakar di beberapa titik. "Kedua 
kakinya nyaris lumpuh, kulit tubuh dan kepalanya terkelupas, jari tengah retak, 
alis matanya rusak. Dan yang lebih parah, bibir bagian atasnya hilang," kata 
petugas rumah sakit King Fahd, .

Diduga majikan wanita Sumiati kerap kali melakukan kekerasan terhadapnya, 
bahkan mengalami luka akibat setrika panas, Sumiati sendiri tidak bisa 
berbahasa Arab atau Inggris.

Permasalahan TKI yang disiksa selalu menuntut keseriusan pemerintah, karena hal 
ini bukan yang pertama kali terjadi, sudah selayaknya perlindungan terhadap 
warga negara Indonesia di luar negeri menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kita selalu akan membuka diri dan menghimbau seluruh warga negara Indonesia di 
luar negeri apabila mengalami kesulitan atau mengetahui tentang warga negara 
Indonesia lain yang mengalami hal serupa agar segera menghubungi 
kedutaan-kedutaan besar RI dan Konsulat Jenderal di luar negeri, atau langsung 
melalui Kemlu," demikian Michael.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke