KIKIM KOMALASARI TKW TEWAS yang di Buang ke TONG SAMPAHLeave a Comment 

http://muhammad-zainab.blogspot.com/



        

SUNGGUH
  BIADAB NEGERI SYARIAH membentuk MANUSIAnya menjadi SADIS, TERORIS, dan
  BERPERIKEBINATANGAN…… setelah Mulut Sumiati di Gunting, kini KIKIM  
dibunuh dan dibuang ke TONG SAMPAH, wuih sungguh tak ada nilainya  
seorang manusia/wanita dalam ajaran ISLAM, mereka diperlakukan lebih  
buruk dari BINATANG……. dalam tahun 2010 saja, sudah ada 5563 Kasus  
menyangkut Penderitaan dan Penganiayaan, dll dari TKI dan TKW Indonesia 
 yang ada di NEGARA-NEGARA Penganut SYARIAH ISLAM

Baca juga:

Cak.Imin.Kami.Telusuri.TKI.Bernama.Kikim-4

Rombongan.DPR.Telantarkan.TKW.di.Dubai

Anggota.DPR.Sungguh.Tak.Punya.Hati

Saya.dari.Moskow..Tugas.Negara

JAKARTA, KOMPAS.com -
 Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah   Pitaloka berang atas penganiayaan  
yang mengakibatkan tewasnya  TKW asal  Cianjur, Jawa Barat, Kikim  
Komalasari, di Arab Saudi.


Rieke    atau yang lebih dikenal sebagai ‘Oneng’ dalam serial komedi 
Bajaj    Bajuri, menuturkan bahwa Kikim meninggal tiga hari yang lalu. 
Mayatnya    ditemukan di dalam tong sampah. “Katanya sudah diotopsi tiga
 hari yang    lalu,” ujar Rieke di Jakarta, Jumat (19/11/2010).
Dengan   nada  kesal Oneng menjelaskan bahwa ada keanehan dengan 
Menakertrans   yang  tidak mau melakukan moratorium pengiriman TKI ke 
luar negeri   sehingga  kejadian serupa tidak terulang lagi. “Pemerintah
 hanya   menjadikan TKI  sebagai komoditas bukan sebagai orang,” 
katanya.
Tidak    berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap perlindungan TKI, 
menurut    Rieke, menjadi penyebab terjadinya kekerasan yang 
mengakibatkan    meninggalnya TKI di Arab Saudi. Tercatat selama tahun 
2009, 1.107 TKI    meninggal akibat kekerasan.
Menurut Oneng, Pemerintah hanya    melihat keuntungan saja dengan 
pengiriman TKI keluar negeri sebagai    pencipta devisa yang tinggi 
dalam Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP).    Tetapi uang yang 
dihasilkan TKI tidak kembali kepada para pahlawan    devisa tersebut.
“Seharusnya training tidak diberikan oleh swasta    (PJTKI), tetapi 
itu harus ditanggung negara dan memiliki akreditasi    kemudian baru 
mereka yang dianggap layak baru bisa berangkat,”  paparnya.

Sebelum   berangkat TKI sudah dipotong 15 USD, dan  potongan Rp 400 
ribu untuk   asuransi. “Bayangkan saja berapa uang yang  didapat negara 
bila TKI di   luar negeri sebanya 60 ribu orang. Harusnya  uang-uang itu
 kembali kepada   TKI berupa training, pengurusan dokumen,  bahkan 
sampai perlindungan   advokasi,” ujarnya.

Meski begitu,  tetap saja perlindungan TKI di   luar negeri sangat 
lemah. Bahakn dalam  Instruksi Presiden, prioritas   pembangunan 
nasional tidak disebutkan  TKI di dalamnya. “Sebenarnya   mereka (TKI) 
diabaikan,” imbuhnya.(*)

KIKIM KOMALASARI TKW TEWAS yang di Buang ke TONG S...Sadis! Mulut Sumiati TKW 
Indonesia di Arab Saudi D...DUSTA TIFATUL SEMBIRINGSaudi Arabia: Para Imam 
Islam Mendukung Larangan M...



▼ 

October
(5)
Lelucon Talak di Skype Mengakhiri Pernikahan2,5 Juta Perawan Menanti Para Nabi, 
Orang-Orang Be...60 Anggota DPR Minta Perber Rumah Ibadah DicabutPerobek Cadar 
Itu Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara...Perzinahan KH. Zainuddin MZ Terungkap






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke