Refleksi : Hidup  merdeka untuk dibebani  hutang? 

http://us.detikfinance.com/read/2010/11/20/130725/1498323/4/pemerintah-akui-masih-ketergantungan-utang?f9911023

Sabtu, 20/11/2010 13:07 WIB

Pemerintah Akui Masih Ketergantungan Utang
Ramdhania El Hida - detikFinance 


Jakarta - Pemerintah Indonesia mengakui belum bisa melepaskan diri dari utang 
sebagai sumber pembiayaan anggaran negara atau APBN. Nilai utang Indonesia yang 
mencapai Rp 1.650 triliun akan terus bergerak, karena utang jadi sumber utama 
pembiayaan anggaran negara.

"Utang sangat penting paling tidak untuk APBN itu sumber pembiayaan utama," 
ujar Rahmat dalam diskusi Kementerian Keuangan dengan Forum Wartawan Ekonomi 
dan Moneter (FORKEM) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (20/11/2010).

Rahmat mengatakan, jumlah utang akan terus bertambah karena tiap tahun, APBN 
selalu defisit dan harus ditutupi oleh utang.

"Kalau kita lihat APBN masih defisit, dan itu tetap besar secara nominal 
walaupun dalam persentase kecil masih di bawah 2%, karena PDB kita naik terus, 
tambahannya Rp 1.000 triliun tiap tahun. Seluruh defisit itu dibiayai oleh 
utang," ujarnya.

Seperti diketahui, utang pemerintah Indonesia periode Januari-Oktober 2010 
tercatat sebesar Rp 1.664,43 triliun atau berarti bertambah Rp 73,77 triliun 
selama 10 bulan terakhir. Pada akhir tahun 2009, utang Indonesia tercatat 
sebesar Rp 1.590,66 triliun. 

Angka itu juga berarti meningkat Rp 10.84 triliun dalam sebulan, karena pada 
akhir September 2010  utang Indonesia tercatat sebesar Rp 1.653,59 triliun.

Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 67,78 miliar dan surat berharga  US$ 
118,65 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 
triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26%.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke