http://www.pikiran-rakyat.com/node/127668

124 TKW Banyumas Korban Kekerasan

Jumat, 19/11/2010 - 21:14 
PURWOKERTO, (PRLM).- Sebanyak 124 tenaga kerja wanita (TKW) asal Banyumas dan 
Cilacap Jawa Tengah menjadi korban kekerasan fisik majikan di negara mereka 
bekerja. Lebih dari 50 orang lainnya menjadi korban kekerasan seksual.

Berdasarkan pengaduan yang masuk ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai 
Kebenaran Purwokerto menyebutkan, tercatat ada 114 TKW yang meminta 
pendampingan advokasi.

Salah saorang staf di LBH Perisai Kebenaran Waslam Makhsid mengatakan, sebagian 
besar yang mengadu adalah TKW. Mereka mengadu karena tindak kekerasan fisik dan 
kekerasan seksual.

Selama 2008 - 2010 tercatat mencapai 114, terdiri dari 90 orang TKW berasal 
Cilacap dan 24 asal Banyumas. "Saya kira itu hanya sebagian kecil saja. Lainnya 
saya yakin yang nasibnya sama sangat banyak tapi tidak mau mengadu ke pihak 
berwenang karena berbagai alasan. Mungkin karena tidak paham hukum atau tidak 
punya uang," terangnya Jumat (19/11).

Salah seorang TKW yang melaporkan tindak kekerasan dan berhasil kabur adalah 
Surti (35) warga Pemijen Kecamatan Sokaraja Banyumas.

TKW yang pernah bekerja di Riyadh, pada 2007 direkrut oleh sebuah yayasan 
perekrut tenaga kerja di Jakarta. Lalu dia ditempatkan di yayasan penampungan 
TKW di Riyadh.

Surti bekerja di yayasan penampungan TKW. Pada saat bersitirahat di penampungan 
Surti justru sering melihat adegan kekerasan seksual yang dialami 
rekan-rekannya." Saya sendiri lolos dari peristiwa mengerikan tersebut," 
jelasnya.

Meski demikian, Surti mengaku trauma mengingat peristiwa tersebut. Sebab para 
pria di Riyadh tidak segan-segan mencambuk TKW yang menolak menjadi pelampiasan 
hasrat seksualnya.

Kondisi demikian membuat dia ketakutan. Sebelum peristiwa itu menimpanya Surti 
merencanakan kabur dari penampungan dan berhasil. Dia hanya bertahan enam bulan 
di penampungan.

Kini Surti menjadi buruh cuci di perumahan setempat." Meski dapatnya sedikit 
tidak apa apa dari pada pulang cacat atau menjadi korban perkosaan," katanya.

Tindak kekerasan yang dialami rekan-rekannya sudah dilaporkan ke pihak 
berwenang tapi sampai saat ini tidak tahu tindak lanjutnya. (A-99/A-26).***


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke