Refleksi : Wah, bayar ongkos kurang lebih US$ 3.000,-- untuk berpuasa extra? Mungkin sudah termasuk jadwal extra puasa, tetapi sayang seribu sayang lupa diberitahukan kepada jemaah haji oleh Depag maupun MUI. Presiden tentu saja tidak tahu akan hal ini, tetapi kalau tahu pun akan pura-pura tidak tahu.
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2006/12/30/25198/Masya-Allah,-Jamaah-Haji-RI-Mati-Kelaparan Masya Allah, Jamaah Haji RI Mati Kelaparan Sabtu, 30 Desember 2006, 08:12:57 WIB Para jemaah haji Indonesia yang sedang wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi kelaparan, karena sejak Kamis kemarin, tidak mendapatkan jatah makanan dari penyelenggara haji di Mekah. SELAIN tidak mendapat makanan, mereka juga tidak memperoleh air minum yang cukup, sehingga ada di antaranya yang meninggal dunia. Demikian laporan anggota DPR dari Fraksi PPP Iedil Suryadi kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Iedil menjelaskan, keadaannya sangat memalukan. Jemaah harus antri panjang untuk mendapatkan jatah makanan dan yang menyedihkan, makanan yang dibagikannya pun sudah basi, karena nasi berikut lauk pauknya tersebut jatah hari Kamis. ''Kasihan saya melihatnya. Untung, ada dermawan dari Mekah yang memberi bantuan makanan, kalau tidak, saya tidak dapat membayangkan, mungkin jemaah yang meninggal akibat kelaparan akan bertambah. Di sini air juga sulit didapat,'' kata Iedil Suryadi yang menempati maktab 18. Dijelaskan, mungkin karena sudah tidak kuat menahan lapar, banyak jemaah yang keluar dari maktab untuk mencari makanan di luar. Tetapi karena belum mengetahui peta secara persis, banyak yang tersesat. Wakil bendahara Fraksi PPP itu mendesak Menteri Agama Maftuh Basyuni bertanggung jawab terhadap kejadian memalukan itu, kalau perlu segera mundur dari kabinet. Ternyata bukan hanya jamaah biasa yang kelaparan. Anggota DPR yang sedang menunaikan ibadah haji juga mengalami kelaparan saat melakukan wukuf di Padang Arafah. "Saya belum makan malam, makan pagi dan makan siang," kata Choirul Sholeh Rosyid, anggota Komisi VI DPR ketika dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa itu menuturkan, kelaparan yang dialami jamaah Indonesia ini terjadi karena ada perubahan pola penyelenggaraan haji. Sebelumnya, masalah makanan, transportasi hingga penginapan jamaah ditangani muassasah Asia Tenggara. Tetapi kini ditangani perusahaan catering keluarga kerajaan. "Inilah akibatnya, kalau pelaksanaan haji dibisniskan," ujar Choirul yang tinggal di Maktab 18. Choirul juga mengungkapkan, di Maktab 18 sudah lima jamaah yang pingsan karena kelaparan. Ia juga membenarkan kalau seorang jamaah di Maktab 18, Eti Suhaiti (35) asal Pandeglang yang tergabung dalam Kloter 35 telah meninggal dunia akibat tak makan. Anggota DPR Nizar Dahlan yang juga sedang wukuf di Arafah juga merasa miris melihat ribuan jamaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi, kelaparan. Soalnya, sejak kemarin malam masih banyak jamaah haji Indonesia yang tampak pucat menahan sakit akibat belum makan. Sejuta Mie Instan Sementara itu, anggota Tim Pemantau Pelaksanaan Haji yang juga ketua Komisi VIII DPR (bidang keagamaan) Hazrul Azwar membenarkan kondisi tersebut. "Sejak kemarin memang terlantar, tidak dapat makan. Perusahaan Catering ANA, Arafah, tidak bertanggungjawab." Karena itu, tim pemantau haji bersama Amirul Haj Tarmizi Taher dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi sedang mengusahakan pengadaan satu juta bungkus mie instan. Menurutnya, kondisi jamaah dalam jumlah besar apalagi cuaca yang dingin menuntut bantuan yang cepat. "Penelantaran jamaah haji sampai pingsan begitu jangan sampai terjadi lagi." Anggota Tim Pemantau Pelaksana Haji Syafriansah mengatakan penunjukan catering ANA merupakan permainan orang Departemen Agama. Sebagai perusahaan baru, mereka belum berpengalaman dalam melayani ribuan orang. Ketika dikonfimasi tentang kabar meninggalnya seorang jamaah haji bernama Eti Suhaiti asal Pandeglang karena kelaparan, Pelaksana Konsul Jenderal RI di Jeddah Gatot Abdullah mengatakan pihaknya belum mendengar kabar itu. Tetapi dia berjanji akan segera menelusuri informasi tersebut. Sebelumnya, Gatot mengaku baru bertemu dengan Ketua Kesehatan PPHI dr. Barita. "Beliau menjelaskan, keadaan jamaah memang agak sulit. Tetapi Insya Allah masih dapat bertahan. Menurut perhitungan medis, kalau tidak makan selama 20 jam kondisi bisa cukup parah. Mereka masih bertahan karena semangat dan pertolongan Allah," katanya. Gatot juga berharap agar keluarga jamaah haji asal Indonesia di tanah air dapat bersabar dan tidak terlalu gelisah. Dia meyakinkan pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi persoalan ini. RM Baca juga: a.. Beruntunglah Yang Bawa Roti b.. Anggota DPR Juga Kelaparan di Arab Saudi c.. Jamaah Kelaparan, KBRI Kirim 200 Ribu Pak Mie Instan dan 2 Ton Kurma d.. KELAPARAN DI ARAB SAUDI 19 Jam Tak Dapat Makanan e.. Seorang Jamaah Indonesia Meninggal Akibat Kelaparan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
