LISABON, KOMPAS.com — Rusia akan bergabung dengan NATO memantau program-program 
nuklir beberapa negara, termasuk Iran.

"Bersama dengan negara NATO, kami akan mengawasi dengan ketat perkembangan 
berbagai program yang dilakukan negara-negara lain. Kami tidak membeda-bedakan 
untuk... siapa yang tampak memiliki potensi nuklir di planet ini," kata 
Presiden Dmitry Medvedev kepada wartawan setelah pertemuan Dewan NATO-Rusia di 
Lisabon.

Mengenai Iran, pemimpin Rusia mengatakan, Republik Islam itu mempunyai hak 
untuk mengembangkan energi nuklir sipil.

Akan tetapi, negara itu harus membuktikan kepada negara lain bahwa program itu 
benar-benar untuk keperluan damai.

Mereka juga harus siap bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional, 
termasuk Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Negara-negara Barat mencurigai Iran mengembangkan program persenjataan nuklir 
rahasia, tetapi Teheran mengatakan pihaknya hanya menginginkan tenaga nuklir 
untuk keperluan sipil.

Iran baru-baru ini dikenai empat paket sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) 
atas program nuklirnya itu.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke