Saya dulu, ketika masih duduk di SMA (SMA I di jalan Budi Utomo), antara tahun 1955 hingga 1958, sekali-sekali naik kereta api dari stasiun Pegangsaan ke stasiun Pintu Air..
Dan situasi yang anda ceritakan mirip dengan yang saya alami ketika itu. Karena kereta api (benernya kereta listrik) selalu penuh, saya sering bergantung, dengan satu kaki berpijak kesisi gerbong yang ada lekungnya dan satu kaki lagi tergantung-gantung sembari berpegang ke bendul jendela. Sekali, dan ini saya tidak pernah bisa lupa: saya bergantung diantara dua gerbong dengan kedua kaki saya berpijak ke besi bunder diantara kedua gerbong itu.. Sebelum kereta listrik masuk stasiun Gambir peluit yang tidak jauh dari kepala saya dibunyikan dan bunyinya begitu keras dan nyaring membikin anak kuping saya mau pecah dan sakit sekali rasanya. Mau loncat turun saya tentu saja tidak berani karena laju kereta api amat cepat. Di negeri Belanda kereta api bisa saja penuh, terutama dijam-jam orang masuk kerja atau keluar kantor tapi pintu gerbong selalu tertutup.. Diluar jam-jam itu naik kereta api itu sungguh nyaman. Yang juga asyik kalau naik kereta api cepat jarak jauh seperti TGV (Perancis) atau ICE (Jerman). --- In [email protected], "yhnugroho" <yhnugr...@...> wrote: > > Bung Jusfiq pernahkah naik kereta api dari stasiun Beos ke Tambun? > Saya pernah. > Saya berkunjung ke abang saya di Tambun Bekasi, dandan necis ,duduk di > gerbong yang lega setelah beli tiket di stasiun Beos. > > Kereta berhenti di tiap-tiap stasiun dan di setiap stasiun selalu ada saja > penumpang yang naik, tidak hanya penumpang regular saja, termasuk di > antaranya pedagang asongan, pengamen dan juga pengemis. > > Memasuki stasiun Pasar Senen, gerbong saya dah padat sekali. kaki dah nggak > bisa diselonjorkan lagi,karena tempat duduk yang mestinya muat utk tiga > orang, harus diduduki oleh lima orang, lorong di gerbong juga sudah penuh > berdempetan penumpang-penumpang. > > begitu seterusnya, di setiap stasiun yang selalu disinggahinya, penumpang > selalu saja berebutan untuk naik, bahkan banyak juga yang nekat naik diatap > gerbong. > > sampai di stasiun Tambun, ada lagi tantangannya, yaitu berdesak-desak untuk > keluar dari gerbong , baju yang saya kenakan basah kuyup oleh keringat. > > > > > --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote: > > > > > > Jadi kemudahan transport umum di negeri Belanda sungguh aduhai.. > > > > Untuk melengkapi gambaran: dari Leiden ke Amsterdam atau Rotterdam misalnya > > ada kereta api tiap lima belas menit dari pagi hingga kira-kira jam 12 > > malam. Sesudah itu sekali sejam hingga pagi. Bus pating seliweran > > menghubungkan kota-kota yang tidak diliwati kereta dan taksi juga banyak.. > > > > Dan di website OV9292.nl tiap orang yang punya internet - dan hampir tiap > > rumah sekarang punya internet - bisa diketahui dengan tepat jadwal bus, > > trem dan kereta api beserta koneksinya sehingga untuk berkunjung atau mau > > pergi kemana saja mobil bukan suatu keharusan.. > > > > Jadi punya mobil di negeri Belanda sungguh bukan keperluan. > > > > Yang ngeributin orang nggak punya mibol di negeri Belanda ya orang dungu > > kayak anjing seperti "johny_indon" yang otaknya sudah rusak dan jadi > > busuk, nista lagi menjijikkan sebagai akibat asuhan bapaknya yang > > serdadu yang dididik untuk membunuh manusia dan yang adalah juga bangsat > > yang kejam, keji, zalim, ganas buas lagi > > biadab yagn tega-teganya memperlakukan anaknya seperti anjing budug dengan > > menendangnya hingga terkencing-kencing. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
