http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010112723405014

  Minggu, 28 November 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Percepat Terbitnya Matahari Keadilan! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "KENAPA moyang kita mewajibkan setiap generasi memangkas bukit di timur 
lembah desa kita, cucu tanya kakeknya," ujar Umar. "Jawab kakek, bukit itu 
menghalangi warga lembah kita mendapatkan fajar dan sinar matahari lebih cepat 
seperti warga desa-desa lain, ketika mereka telah bekerja kita masih tidur! Itu 
penyebab desa kita selalu tertinggal dan terbelakang dari desa lain!"

      "Bangsa kita senasib dengan warga lembah itu!" sambut Amir. "Kita telah 
berjuang antargenerasi memangkas bukit ketakadilan hukum dan substantif, tapi 
tetap terlambat mendapat fajar dan sinar matahari keadilan! Itu pula penyebab 
bangsa kita terlambat bangun, tertinggal dan terbelakang dari kemajuan 
bangsa-bangsa lain!"

      "Untuk itu, tampilnya beriringan tiga pendekar pemimpin baru lembaga 
penegak hukum, Kapolri Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Ketua KPK 
Busyro Muqoddas, layak diharap bisa mempercepat terbitnya fajar dan sinar 
matahari keadilan bagi bangsa ini!" tegas Umar. "Kata kuncinya pada kemauan 
tulus bekerja sama ketiga pendekar memangkas bukit ketakadilan itu secara 
saksama! Bukan kerja sama dalam arti konspirasi, saling menutupi keburukan! 
Tapi sambatan, membersihkan rumput dan gulma di ladang! Di ladang Polri, jaksa 
dan KPK ikut sambatan, begitu sebaliknya! Sebab kalau mau dikerjai sendiri 
tanpa sambatan, bisa lebih cepat subur rumput dan gulma ketimbang tanamannya! 
Itulah yang cenderung terjadi selama ini, konspirasi saling menutupi rumput dan 
gulma!"

      "Rumput dan gulma di ladang lembaga penegak hukum itu bagian penting dari 
bukit ketakadilan hukum dan substantif yang harus dipangkas, kalau bisa tidak 
sampai harus dilakukan secara antargenerasi!" timpal Amir. "Betapa rumput dan 
gulma itu membuat tanaman yang baik malah tak berkembang dan berbuah! Betapa 
rumput dan gulma itu membuat tikus-tikus koruptor nyaman hidup merajalela 
menggerogoti kekayaan negara berupa uang untuk kesejahteraan rakyat, hingga 
ketakadilan hukumnya berekses pada ketakadilan substantif-ketakadilan 
sosial-ekonomi-budaya! Beraspek budaya, karena korupsi menghancurkan moral 
bangsa-

      moralitas itu roh peradaban!"

      "Setelah sambatan membersihkan ladang masing-masing, ketiga pendekar 
bersama berburu ke belantara koruptor!" tegas Umar. "Kalau berburu 
sendiri-sendiri, buruannya bisa lari ke arah lain! Tapi dengan berburu bersama, 
buruan digropyok ramai-ramai dengan pagar betis jajaran ketiga lembaga penegak 
hukum, buruannya tak bisa meloloskan diri! Harapan mempercepat terbitnya 
matahari keadilan pun tak berlebihan!"
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke