http://www.suarapembaruan.com/home/satu-kompi-tni-obrak-abrik-rumah-warga-di-keerom/1445
Satu Kompi TNI Obrak Abrik Rumah Warga di Keerom Jumat, 26 November 2010 | 13:51 Tentara Nasional Indonesia (TNI) [JAYAPURA] Satu Kompi TNI yang diduga dari satuan Kostrad 330 mengobrak-abrik rumah warga sipil milik bapak Lukas Menigir, di Kampung Workwana Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Jumat (26/11) pagi. Dari sumber SP para anggota ini mencari anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) yang bersembunyi dirumah tersebut. Seorang warga yang minta namanya dirahasiakan kepada SP mengatakan, anggota TNI itu masuk kampung dengan empat truk sekitar pukul 04.00 WIT dini hari. "Kami kaget mereka mengurung kampung dan memasuki rumah-rumah untuk mencari orang-orang. Yang tidak tau siapa yang mereka cari. Tak ada tembakan, tapi saat mereka mengokang-ngokang senjata ada peluru yang jatuh. Dan itu telah kami sita,"ujarnya. Sementara itu Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Hary P saat dikonfirmasi SP mengaku sedang mengecek kebenaran peristiwa tersebut. "Kami cek dulu ya, kalau ada nanti saya kasih tau, " ujar Hary. Kabupaten Keerom adalah salah satu kabupaten di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea yang ditempuh hanya satu jam dari Kota Jayapura. Sementara itu seorang perwira Kodam XVII Cenderawasih yang tak mau disebutkan namanya, melalui pesan singkat kepada SP mengemukakan, penyerangan itu adalah perbuatan tolol sekali. "Saya juga kaget sekali mendengarnya," ujarnya. [154] ++++ http://www.suarapembaruan.com/home/peraih-yap-thiam-hien-2009-benarkan-tni-obrak-abrik-rumah-penduduk/1462 Peraih Yap Thiam Hien 2009 Benarkan TNI Obrak Abrik Rumah Penduduk Jumat, 26 November 2010 | 17:42 [JAYAPURA] Pastor Paroki Keerom dan Penerima Yap Thiam Hien Award 2009, Pastor Johanes Jonga yang biasa disapa Pastor Jhon membenarkan satu kompi TNI yang diduga dari Kostrad 330 mengepung dan mengobrak abrik rumah penduduk di Kampung Workwana Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Jumat (26/11) dini hari. " Mereka ini cari Lamberth, "ujar Pastor Jhon Jonga kepada SP yang menghubunginya melalui telepon selulernya Jumat (26/11) sore. Dia mengaku baru pulang dari rumah-rumah warga yang dimasuki aparat TNI tersebut. Dari keterangan yang didapatnnya terungkap bahwa aparat TNI memasuki rumah Pak Randongkir. Radongkir disuruh menunjuk rumah kepala kampung Gaspar Tafor. "Saat itu menurut Pak Randongkir pukul 23.00 WIT mereka mengetuk-ngetuk pintu, lalu dibuka Pak Randongkir, "ujar pastor asal Manggarai Flores NTT itu. Dia melanjutkan, anggota TNI lalu membawa Randongkir untuk menunjuk rumah kepala kampung. Sesampai di sana tak ada kepala kampung, hanya istrinya yang tinggal di rumah tersebut. Menurut istrinya, kepala kampung sedang berada di balai desa. Anggota TNI dan Pak Randongkir lalu menuju balai desa dan menemukan kepala desa. "Anggota TNI itu kemudian memerintahkan kepala desa untuk menunjuk rumah Lambert Pekikir. Tetapi ketika Lambert tidak ditemukan di rumahnya, anggota TNI itu menanyakan kepada kepala desa di mana Lamberth, tapi dijawab Lamberth sudah lama tinggal di hutan," cerita Pastor Jhon menirukan cerita Kepala Desa itu. Merekapun bergerak ke rumah mertua Lambert, Lukas Menigir. Anggota TNI lalu mengepung rumah Lukas menigir. Setelah mengetuk tiga kali, Lukas membuka pintu. "Aparat bertanya di mana Lamberth. Lukas menjawab, Lamberth sudah lama tidak tinggal di sini, ia sudah lama di hutan. Tak percaya dengan informasi Lukas, anggota TNI memasuki rumah dan memeriksa seisi rumah," cerita Pastor Jhon. Di dalam rumah, mereka hanya menemukan istri Lamberth yang sedang tidur. "Mereka bertanya kepada istri Lambert di mana suaminya, tapi istrinya sendiri tidak tahu. Karena Lamberth sudah lama tidak tinggal di situ. Istrinya sempat bertanya siapa yang suruh mereka cari suaminya, dan mereka katakan pimpinan. Mereka juga membongkar lemari dan mencari-cari sesuatu yang berhubungan dengan Lamberth, "cerita Pastor Jhon lebih lanjut. Menurut Pastor Jhon, kedatangan anggota TNI ini mengagetkan dan menakutkan warga kampung. "Mereka berada di kampung tersebut dari pukul 23.00 WIT hingga Jumat (26/11) pukul 4.00 WIT, " imbuhnya. Johanes Jonga menyesalkan peristiwa itu. Pasalnya, sikap aparat TNI di lapangan tidak sesuai dengan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). " Saat SBY datang ke Papua dia katakan tak ada pendekatan mileter, bawahannya malah lakukan lain. Pemimpin bicara lain, anak buah bikin gerakan lain. Harusnya sebagai panglima tertinggi SBY harus menegur dan menghukum anak buahnya di lapangan yang tidak mendengar apa yang dikatakan SBY, "ujarnya. Menurut Pastor Jhon Jonga, Lamberth tidak punya rumah di kampung tersebut. "Dia sudah lama tinggal di hutan, "ucapnya. Sementara itu Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Hary P saat dikonfirmasi SP Jumat siang, mengaku sedang mengecek masalah ini. "Kami cek dulu ya, kalau ada nanti saya kasih tau, "ujar Kapendam. Tetapi ketika dikonfirmasi lagi pada pukul 18.33 WIT, melalui pesan singkat kepada SP Hary P mengatakan, "Belum Pak. Saya coba terus hubungi Danrem." [154] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
