http://us.surabaya.detik.com/?991102465

Selasa, 30/11/2010 06:53 WIB

Mengungkap Rahasia Dibalik Julukan Kota Tahu untuk Kediri
Samsul Hadi - detikSurabaya




Foto: Samsul Hadi 

Kediri - Selain dikenal sebagai penghasil rokok terbesar di Indonesia, Kota 
Kediri juga dikenal sebagai Kota Tahu. Sebutan kota tahu untuk Kota Kediri tak 
lepas dari sejarah masuknya warga Cina ke Indonesia pada tahun 1900 silam.

Dari ribuan orang yang datang ke Indonesia, beberapa diantaranya ke Kediri. 
Saat itu belum terjadi pemisahan kota dan kabupaten.

Dari beberapa orang yang ke Kediri, 3 diantaranya dikenal sebagai pelopor 
pembuatan tahu, yaitu Liem Ga Moy, Bah Kacung dan Kaou Loung. Hingga saat ini 
penerus dari 3 orang tersebut masih mempertahankan usaha yang dirintis 
leluhurnya, kecuali Kaou Loung.

"Di Jalan Patimura dulu masih ada, tapi sekarang sudah gak buka. Gak tahu 
kenapa, yang jelas sekarang dari generasi pertama yang masih bertahan hanya 
anak turun ayah saya dan Bah Kacung," kata Liem Djang Yen, salah seorang anak 
lelaki Liem Ga Moy kepada detiksurabaya.com, yang menemuinya di lokasi 
produksi, Jalan Yos Sudarso, Kediri, Selasa (30/11/2010).

Liem Djang Yen yang memiliki nama Indonesia Bambang Suyendro mengungkapkan 
keputusan ayahnya membuat tahu di Kediri tak lepas dari penilaian air di lokasi 
rantau memiliki kesamaan dengan di Cina. Dalam proses pembuatannya, tahu yang 
diklaim sebagai makanan khas bangsa Cina dan bernama tofu itu diyakini tidak 
segampang membalikkan telapak tangan. Jenis air dianggap sangat berpengaruh 
terhadap hasil akhir.

"Ayah saya mulai membuat tahu ini pada tahun 1948 di Pesantren (Kecamatan 
Pesantren), setelah hampir 20 tahun bermukim di Tawang, Wates. Kisaran tahun 
1950 usaha ayah saya semakin maju, tapi tetap belum bermerek," ungkap Liem 
menjelaskan.

Kualitas yang terjaga tetap apik menjadikan tahu produksi Liem Ga Moy, semakin 
dikenal, begitu juga dengan Bah Kacung dan Kaou Loung. Kondisi ini menjadikan 
karya mereka semakin dikenal dan turut mengangkat nama Kota Kediri hingga 
berujung pada disematkannya sebutan Kota Tahu.

"Saya katakan tadi, bangsa Cina yang masuk ke Indonesia, hanya di Kediri yang 
membuat tahu. Kalau terus sekarang Sumedang menyebut dirinya kota tahu, itu 
pengembangan dari sini," tutur Liem.

Hingga saat ini sedikitnya 20 merek tahu kuning ada di Kota Kediri, yang 
keseluruhannya dikelola dan dijalankan oleh WNI keturunan Cina. Mereka mengaku 
merupakan anak keturunan 3 tokoh pencetus industri tahu di Kota Kediri.
(wln/wln) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke