http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=23157

 
Sabtu, 04 Desember 2010 , 07:22:00

 
Disikapi Rapat Hingga Ancaman Pindah Negara




 MASING-masing Pemkab dan DPRD di lima kabupaten begitu antusias menyoroti 
embrio provinsi baru yang semakin membesar. DPRD di Kabupaten Sintang yang 
digadang sebagai bakal ibukota PKR, langsung menggelar paripurna, Rabu (2/12). 

Paripurna itu membahas soal penetapan calon ibukota PKR, bantuan anggaran 
selama dua tahun pertama, persetujuan untuk membantu kebutuhan dan  anggaran 
Pilkada pertama di provinsi baru. 

"Persetujuan DPRD ini, nantinya keluar berupa Surat Keputusan (SK, red). 
Makanya, proses yang dilaksanakan harus melalui rapat paripurna ini," kata 
Harjono SSos MSi, Ketua DPRD Sintang ketika membuka rapat paripuna, pengesahan 
persetujuan DPRD untuk memenuhi kelengkapan administrasi PKR, Rabu (2/12).

Rapat sempat alot diwarnai silang pendapat terkait mekanisme sebelum 
dilaksanakan rapat tersebut. "Idealnya kita setuju, tetapi mestinya ketika ada 
surat masuk yang meminta persetujuan DPRD, sehingga harus ada paripurna. 
Semestinya melalui pembahasan dulu," seru Zainuddin dari Fraksi Golkar dalam 
paripurna itu. 

Hal itu, menurut Zainuddin, untuk melakukan telaah hukum atas persetujuan yang 
dibuat DPRD. Selain itu, guna untuk mengukur berapa kekuatan anggaran. "Sejauh 
ini, bagaimana Pemkab Sintang menyiapkan lokasi, dimana saja untuk mendukung 
provinsi Kapuas Raya ini," timpalnya. 

Sidang paripurna dihujani interupsi dari beberapa anggota DPRD. Harjono 
kemudian menjelaskan kalau paripurna itu, hanya untuk melengkapi persetujuan 
dewan soal kelengkapan administrasi saja. Persetujuan DPRD Sintang terkait 
pemenuhan kelengkapan administrasi PKR.

"Ada tiga item yang memang dari awal sudah sering disampaikan memang harus 
melalui persetujuan dewan. Kalau soal besaran anggaran itu belum ada. Nah, 
nanti ketika akan bicarakan dan ini bisa lewat panitia khusus. Tetapi menyusul, 
tidak dibahas sekarang, bisa jadi awal 2011 nanti," pungkasnya.

Dari Kabupaten Kapuas Hulu, Fraksi PDIP DPRD setempat mendukung sepenuhnya 
pembentukan PKR. Hal itu disampaikan langsung Ketua Fraksi PDIP Robertus SH 
ditemui Equator di ruang kerjanya kemarin. 

Robertus menegaskan, pembentukan PKR sudah menjadi hak setiap warga negara. 
"Tidak ada satupun yang bisa menghalang-halangi keinginan ini. Sebab 
bagaimanapun ini keinginan masyarakat," tegasnya. 

Robert sapaan akrab Robertus mengaku wilayah timur di Kalbar memang cukup 
tertinggal jika dibandingkan dengan daerah barat, utara dan selatan. "Daerah 
kami memang cukup terisolir. Atas alasan inilah kami menginginkan pemisahan 
dari Provinsi Kalbar dan membentuk Provinsi Kapuas Raya," ungkapnya. 

Hal senada disampaikan Efendi, Anggota Fraksi PDIP lainnya. Legislator asal 
Kecamatan Hulu Gurung ini menjelaskan kalau kemerdekaan yang sesungguhnya tidak 
pernah dirasakan masyarakat di wilayah timur Kalbar. "Merdeka hanya sebutan, 
perayaannya hanya seremonial. Tidak pernah kami menikmati arti kemerdekaan 
sesungguhnya," beber Efendi. 

Tokoh masyarakat perbatasan Kecamatan Empanang Kabupaten Kapuas Hulu, Patih 
Guntur mengibaratkan masyarakat perbatasan selama ini seperti anak yang tidak 
memiliki bapak dan ibu. 

"Kami lebih tepat di sebut sebagai anak yatim piatu karena kami tidak tahu mana 
bapak dan ibu kami. Kalaupun ada kenapa bapak atau ibu itu tidak pernah 
memerhatikan kami," katanya.

Patih mengancam kalau terus-terus tidak diperhatikan maka pihaknya akan pindah 
dan bergabung dengan Malaysia. "Karenanya kami yakin kalau pembentukan PKR 
menjadi salah satu solusi. Saya berharap tidak ada kepentingan politik di dalam 
upaya pemekaran ini," tukasnya. 

Jadi buah bibir
Proses pembentukan PKR menjadi buah bibir di wilayah timur. Kesan menjadi anak 
tiri dan termarjinalkan juga banyak diakui warga. "PKR diharapkan segera 
terwujud," kata Tokoh Adat Dayak Melawi, Themotius Udin kepada Equator, Jumat 
(3/12).

Selain itu, Themotius mengatakan, setiap kabupaten yang berada di wilayah timur 
harus pro aktif. Namun jangan melupakan tokoh masyarakat yang merupakan bagian 
dari pembentukan kabupaten-kabupaten di wilayah timur. "Seharusnya kita selaku 
tokoh masyarakat juga wajib dilibatkan, sebab kami juga tokoh yang ikut 
membentuk salah satu kabupaten yakni Melawi," paparnya.

Berkaitan kondisi infrastruktur, Themotius mengatakan memang perhatian 
pemerintah kepada wilayah timur sangat kurang. "Salah satu contoh infrastruktur 
jalan. Selama ini jalan yang berstatus provinsi sangat tidak enak dilalui, 
sebab perhatian terhadap jalan ini khususnya di wilayah timur belum dilakukan 
secara maksimal mungkin," ujarnya.

Jalan yang masih berstatus jalan provinsi di beberapa kabupaten seperti jalan 
dari Sintang ke Melawi memang masih terlihat kurang perhatian. Begitu juga 
jalan Provinsi yang menghubungkan Nanga Pinoh ke Tanah Pinoh (Kota Baru). 
(sry/lil/ira) 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke