Jogya Bukanlah Propinsi Tapi Kesultanan !!!
                                     
Feodalisme Jawa sedang dalam proses pemusnahan, karena jelas sekali niat SBY 
yang ingin mempreteli kekuasaan keraton Jogya yang notabene diakui lebih dulu 
keberadaannya oleh Belanda dan dunia Internasional sebelum lahirnya Republik 
Indonesia.

Dan tidak ada yang bisa menyangkal, bahwa kelahiran RI ini pun sebagai akibat 
dukungan kesultanan Jogya didunia Internasional melalui berbagai perjanjian2 
Internasional yang telah mengikat Indonesia untuk menghormati hak Raja2 seperti 
halnya Vatican yang menjadi negara tersendiri didalam negara Italia.  Kedudukan 
Vatican itu sama seperti posisi yang diemban oleh kesultanan Jogya ini, cuma 
nasibnya berbeda karena mindset-nya sultan Jogya juga lebih bodoh untuk bisa 
di-bodoh2i sehingga kekuasaannya terancam hilang sekarang ini.

Seharusnya, Sultan Jogya menolak kedudukan kerajaan dan keratonnya sebagai 
propinsi.  Pada hakekatnya memang sejak pengakuan kemerdekaan RI itu pun 
kesultanan Jogya itu BUKAN PROPINSI MELAINKAN KESULTANAN, namun sebagai ikatan 
wilayah pada waktu itu ingin bergabung dengan RI, maka dari pihak RI itulah 
kesultanan Jogya DISAMAKAN SEBAGAI PROPINSI, jadi sebenarnya bukanlah propinsi 
tetap statusnya adalah kesultanan namun dalam administratif negara RI saja 
statusnya disamakan dengan propinsi sedangkan dari pihak Kerajaan tetap wilayah 
Jogya itu bukanlah propinsi.

Hal inilah yang seharusnya dinyatakan dengan tegas oleh pihak keraton Jogya 
bukan secara ngoyo memperdebatkan bagaimana seharusnya cara2 memilih Gubernur.  
Kalo pemahaman ini sudah bisa disamakan, maka sang Sultan harus menetapkan, 
bahwa sebagai kesultanan, berliau berhak menunjuk siapa atau mengangkat siapa 
yang akan menjadi Gubernur karena wilayah kesultanan bukan propinsi dalam arti 
sebenarnya melainkan cuma dalam pemahaman administrasi negaranya saja.  Oleh 
karena itu keberadaan Gubernur bukan dipilih tetapi ditunjuk dan diangkat oleh 
sang Sultan.

Sebenarnya sultan Jogya bisa merujuk peranan raja2 di Malaysia yang hak2nya 
tetap berdaulat diakui oleh pemerintahan pusatnya.  Setiap kerajaan di Malaysia 
berfungsi bukan sebagai propinsi melainkan sebagai negara bagian yang punya 
autonominya sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke