Refleksi : Giliran sasaran berganti-ganti antara Ahmadiah dan Nasrani, 
begitulah enterteiment kaum surgawi NKRI berkhalifah tuan Abunawas bin Ali Baba 
pensponsor laskar jahat.

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=31917

SABTU, 04 Desember 2010 | 546 Hits


Polri Waspadai Ancaman Terorisme

Banyaknya penemuan bom molotov di sejumlah tempat membuat Polri waspada. Polri 
menaruh kecurigaan bom-bom tersebut digunakan untuk menganggu perayaan Natal 
dan Tahun Baru.

"Kita tentunya ingin pelaksanaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan baik 
tertib dan aman," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan saat 
ditemui di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (3/12). Menurut Iskandar, 
Mabes Polri melalui Deops Kapolri sudah memerintahkan jajarannya agar 
meningkatkan kewaspadaan. Hal itu dilakukan untuk memantau potensi kerawanan 
jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. 

"Deops Kapolri perintahkan ke seluruh jajaran untuk mewaspadai terhadap hal-hal 
yang demikian, terutama yang kita monitor selama ini wilayah Indonesia yang 
rawan terhdap ancaman bom, seperti Sumatera, Medan, Pekanbaru, Lampung, 
Palembang, dan tentunya di Jawa Bali," jelas Iskandar. Iskandar mengatakan, 
polisi mencegah seminim mungkin terjadinya aksi-aksi yang dapat menganggu 
kenyamanan hari besar keagamaan. "Apalagi, seluruhnya sudah diperintahkan untuk 
semua mewaspadai agar tidak terjadi ledakan-ledakan bom di Natal dan Tahun 
Baru," tandasnya. 

Sebelumnya, Polri menemukan 3 bom molotov masing-masing di Pospol lalu lintas 
Karang dan Pospol Simpang Empat dan di depan kapel Santa Karang low Klaten. 
Ketiganya ditemukan antara 06.00 WIB sampai 06.30 WIB Rabu (1/12) kemarin. 
Selain itu disita juga kontainer yang mengangkut jam weker, detonator, baterai, 
botol minuman mineral 600 ml masing-masing lima botol, empat botol berisi 
bensin. "Kalau kita lihat dari ketiganya kita perkirakan pelakunya adalah sama, 
apalagi dari materialnya sama. Sekarang Tim Densus Intel dan Serse baik Polda 
maupun Polres sedang bekerja untuk menelusuri para pelaku atau diduga pelaku," 
imbuh Iskandar. (dtc)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke