Rfelksi : Salah satu ciri utama untuk antikorupsi mempunyai arah ialah kalau 
korupsi Muhammad Soeharto, mantan presiden NKRI yang sudah masuk daftar UN StAR 
sebagai koruptor nomor wahid kelas internasional diusut, kalau rezim berkuasa 
tidak mau mengusut masalah tsb maka dapat dimngerti sampai dimana SBY dan 
komplotan berkuasa bermaksud untuk memberantas korupsi.

http://cetak.kompas.com/read/2010/12/08/02554145/antikorupsi.tanpa.arah


Antikorupsi Tanpa Arah
Rabu, 8 Desember 2010 | 02:55 WIB

Jakarta, kompas - Pemberantasan korupsi di Indonesia dinilai masih berjalan 
tanpa arah dan lebih untuk pencitraan. Salah satu indikasinya adalah belum 
ditandatanganinya dokumen Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi dan Rencana 
Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2010-2025 oleh Presiden.

Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (Staranas) dan Rencana Aksi Nasional 
(RAN) Pemberantasan Korupsi 2010-2025 telah diluncurkan awal tahun 2010 oleh 
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Namun, hingga saat ini Presiden belum juga menandatangani atau meresmikan 
Stranas dan RAN tersebut dalam bentuk peraturan presiden (perpres)," kata Wakil 
Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho, di Jakarta, Selasa 
(7/12).

Emerson menilai pengesahan Stranas dan RAN Pemberantasan Korupsi dalam bentuk 
perpres penting agar upaya pemberantasan korupsi menjadi lebih terarah dan 
terukur. Selain itu, setelah berkekuatan hukum, Stranas dan RAN 2010-2025 dapat 
menjadi pedoman bagi jajaran pemerintah untuk terlibat dalam upaya 
pemberantasan korupsi. "Masyarakat butuh upaya pemberantasan korupsi yang dapat 
dipertanggungjawabkan daripada sekadar seremoni pemberantasan korupsi," katanya.

Menurut Emerson, selama ini pemerintah lebih suka model pemberantasan korupsi 
melalui satuan tugas (satgas) yang bersifat sementara. Model itu rentan 
disalahgunakan dan lebih untuk mendorong politik pencitraan.

Praktisi hukum, Bambang Widjojanto, mengatakan, Satgas Pemberantasan Mafia 
Hukum yang saat ini dikritisi oleh sejumlah kalangan, termasuk anggota DPR, 
bisa saja dievaluasi. "Evaluasi saja, kenapa enggak kalau memang kerjanya tidak 
maksimal," kata Bambang.

Namun, Bambang mengingatkan, proses evaluasi terhadap Satgas sebaiknya 
dilakukan secara fair dan bukan karena sentimen pribadi. Bambang juga 
mengkritik tindakan dari partai politik yang menurut dia lebih didasari motif 
politik untuk membubarkan Satgas Mafia Hukum. "Ini problem konstitusi atau 
personal, atau kewenangan masing-masing lembaga, apakah itu juga jadi bagian 
yang harus diselesaikan," katanya. (AIK)






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke