Refleksi : Untuk membandingkan NKRI dengan negeri terburuk atau pada tingkat sama banyak korupsi kurang mendorong memberikan pertanyaan mengapa banyak korupsi di NKRI sedangkan di negeri-negeri kafir menduduki tingkat korupsi yang boleh dibilang sangat minimal atau mendekati nol koupsi? Siapa saja yang suka korupsi di NKRI? http://hubpages.com/hub/World-Politics-2010-Countries-Ranking-the-Highest-and-Lowest-on-the-Corruption-Perception-Index
2010 update - The 20 highest ranking countries around the world in terms of Transparency International's Corruption Perception Index were (1) New Zealnd, (2) Denmark, (3) Singapore, (4) Sweden, (5) Switzerland, (6) Finland, (7) Netherlands, (8) Australia, (9) Canada, (10) Iceland, (11) Norway, (12) Hong Kong, (13) Luxembourg, (14) Germany, (15) Irland, (16) Austria, (17) Japan, (18) United Kingdom, (19) United States, (20) Barbados http://www.gatra.com/artikel.php?id=143632 Transparency International Ranking Indonesia Peringkat 110 Negara Terkorup Denpasar, 10 Desember 2010 13:18 Berdasarkan data "Transparency International Ranking" 2010, yang disampaikan "Asian Forum for Human Rights and Development", Indonesia berada pada peringkat 110 indeks persepsi korupsi, dari 200 negara di seluruh dunia. "Indonesia merupakan satu dari 21 negara di Asia yang berada di peringkat ratusan dalam data yang kami miliki itu," kata Executive Director Asian Forum for Human Rights and Development Yap Swee Seng saat jumpa pers pertemuan pararel NGO di Denpasar, Jumat (10/12). Namun yang paling terburuk dalam indeks persepsi korupsi di antara negara-negara Asia adalah Nyanmar. Sedangkan yang dari 200 negara yang cukup bersih dalam permasalahan korupsi ternyata Singapura. Yap menjelaskan, indeks persepsi korupsi itu adalah salah satu bentuk tantangan dalam kehidupan demokrasi di negara-negara yang berada di wilayah Asia yang menjadi sorotan pihaknya. Tindakan korupsi biasanya dilakukan oleh pihak eksekutif bentuknya tidak hanya berupa pengerukan uang untuk kepentingan pribadi, tapi juga bisa berbentuk penyalahgunaan wewenang. "Selain itu, kami nilai pihak eksekutif di negara-negara Asia masih banyak yang melakukan pelanggaran hak azasi manusia dan kebal terhadap hukum," ujar Yap. Namun hal yang sering dilakukan oleh pihak pemerintah adalah sering melakukan penekanan terhadap kebebasan masyarakat untuk melakukan sesuatu. Selain eksekutif, berbicara soal demokrasi tentunya dibahas pula tentang kondisi legislatif dan yudikatif di negara kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya, masalah yang dominan terjadi di lembaga penegakan hukum itu adalah kurang indepensi dalam badan tersebut karena sering dipengaruhi oleh pihak eksekutif ataupun kekuatan politik. Menurut Yap, masalah dalam lembaga legislatif adalah masih banyaknya pemilu yang belum jujur dan adil. Selain itu, proses penyusunan anggaran yang dibuat lembaga tersebut masih tidak transparan karena tidak ada keterlibatan masyarakat sipil dalam penyusunannya. "Karena itu kami berharap dalam Bali Demokrasi Forum (BDF), diharapkan nantinya bisa melibatkan masyarakat sipil dan lebih mengutamakan isu hak azasi manusia," harapnya. [TMA, Ant [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
