KOMPAS.com — Rasanya sulit membayangkan pasangan homo punya anak dari hasil 
hubungan seksualnya. Secara biologis, hal tersebut tak dimungkinkan karena 
sperma hanya bisa membuahi sel telur, bukan sperma lain.

Namun, kini hal tersebut dimungkinkan. Bukan pada manusia memang, melainkan 
masih pada tikus putih. Peneliti dari MD Anderson Cancer Centre di Texas 
berhasil merekayasa tikus putih dengan materi genetik yang berasal dari dua 
ayah dan satu ibu lewat langkah-langkah ilmiah yang rumit.

Mereka terlebih dahulu menciptakan "sel telur lelaki". Caranya, para ilmuwan 
mengambil sampel kulit dari pejantan tertentu dan menggunakannya untuk 
mengembangkan sel punca, sel yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi 
beragam macam sel.

Selanjutnya, sel punca tersebut terus-menerus dikembangkan dalam media tertentu 
hingga secara alami kehilangan kromosom Y, kromosom yang bertanggung jawab 
dalam penentuan jenis kelamin. Selanjutnya, sel tersebut diinjeksikan dalam 
embrio yang dibawa oleh seorang ibu wali.

Nah, embrio yang akan lahir semuanya betina dan memiliki dua atau lebih 
jaringan dengan materi genetik berbeda. Beberapa memproduksi sel telur yang 
hanya mengandung materi genetik dari pejantan yang diambil sampel kulitnya 
tadi. Sel telur itulah yang disebut "sel telur lelaki".

Selanjutnya, pejantan didatangkan untuk mengawini betina tersebut. Ketika 
terjadi pembuahan, maka materi genetik yang dikandung embrionya hanya berasal 
dari "sel telur lelaki" dan sel sperma pejantan yang baru saja mengawini. 
Jadilah individu baru dengan materi genetik hanya dari lelaki.

Para peneliti mengungkapkan, teknik ini bisa digunakan untuk teknik pembuahan 
pada ternak serta teknik reproduksi pada hewan langka. Selain itu, teknik ini 
memungkinkan seorang pasangan gay untuk memiliki anak yang hanya mengandung 
materi genetik dari keduanya.

Meski tampak mencengangkan, sejumlah peneliti lain justru mengkritik penelitian 
ini. Chris Mason, profesor dari University College London, mengatakan, 
"Pertanyaan sebenarnya adalah, buat apa dokter menggunakan metode ini. Saya 
akan terkejut jika penelitian ini punya dampak dalam ilmu kedokteran."

Josephine Quintavalle, anggota Comment on Reproductive Ethics, mengatakan, "Ini 
adalah proyek yang sangat aneh. Di luar upaya untuk hanya melakukan penelitian, 
rasanya tidak ada manfaat riil dari proyek penelitian ini. Kita seharusnya 
khawatir manakala ilmuwan reproduksi mamalia melampaui batas."



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke