http://www.antaranews.com/berita/1292094786/papua-harus-bebas-tembakan-jelang-natal

Papua Harus Bebas Tembakan Jelang Natal

Minggu, 12 Desember 2010 02:13 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal | 
Jayapura (ANTARA News) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 
(DPR RI), Diaz Gwijangge, mengharapkan menjelang Natal, Papua menjadi tanah 
damai yang bebas dari penembakan warga sipil.

"Bulan Desember dan memasuki Hari Natal sebaiknya Papua tidak dijadikan ajang 
penangkapan dan penembakan warga sipil. Wilayah itu harusnya ditetapkan sebagai 
tanah damai," kata Diaz kepada ANTARA.

Legislator dari Partai Demokrat ini berkomentar nmenyusul meningkatnya aksi 
penembakan terhadap sejumlah warga di sejumlah wilayah di Papua. 

Diaz mencontohkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Jayapura, pada 
20/11 sekelompok orang bersenjata tiba-tiba menembaki warga daerah Gunung 
Timei, Daerah Administratif Kampung Nafri, Kota Jayapura.

Seorang warga, Riswandi Yunus, meregang nyawa ditembus timah panas pada 
dadanya. Sementara pengemudi taksi Baharudin (45) ditembak telapak tangan 
sebelah kanannya.

Kemudian Zainal (9), pelajar SDN 2 Bucen, Kotaraja, menderita luka tembakpada 
telapak tangan sebelah kiri dan luka lecet di dada. 

Warga lainnya, Alex Nongga (32), tertembak lengan sebelah kanannya, luka lecet 
pada muka dan hidung. Terakhir, Saharia Bowo (38), ibu rumah tangga yang 
mengalami luka lecet pada kedua lututnya.

Diaz menegaskan, penangkapan, penahanan, dan penembakan warga tidak pernah 
menyelesaikan masalah. 

Dia meminta semua pihak melihat setiap masalah dengan jelih dan menanganinya 
dengan pendekatan kemanusiaan, bukan keamanan.

"Saya minta agar kasus seperti yang terjadi di Kampung Nafri tidak terulang 
lagi," tegas Diaz.

Diaz menyoroti tewasnya Miron Wetipo, napi yang melarikan diri dari LP Klas IIA 
Abepura yang tewas saat terjadi baku tembak antara kelompok bersenjata dengan 
TNI di Tanah Hitam, Abepura Jayapura, Jumat pekan lalu.

Sebelum peristiwa itu terjadi, aparat keamanan diberondong peluru orang tak 
dikenal sekitar 50 meter dari rumah Dani Kogoya yang disebut-sebut otak di 
balik penyerangan warga Kampung Nafri, 20 November lalu. 

Polisi juga menahan delapan orang, yakni Yus Jikwa, Itok Tabuni, Elmin Jikwa, 
Lani Borna, Maluk Tabuni, Nalius Jikwa, Matius Sieb, dan Kagoyanak Jikwa. 

Diaz menyayangkan penembakan terhadap warga sipil ini, padahal, mereka adalah 
warga kecil yang bermukim di pinggiran kota. 

"Insiden itu melukai masyarakat kecil yang mendambakan kedamaian. Saya berharap 
agar bulan Desember ini Papua dijadikan tanah damai. Biarkan masyarakat 
merayakan Natal dalam suasana damai dan tentram," tandasnya. (*)







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke