Tgl 14 Nov - 19 Nov (8 Dzulh - 13 Dzulh) Ketika sampe di tenda Mina, gw bener-bener terkejut dengan situasinya.
Gw ada di maktab 99, gw kurang paham juga 1 maktab berapa orang isinya dan maktab gw juga bercampur dengan jemaah Malaysia. Yang pasti, satu maktab isinya lebih dari 10,000 orang, karena terdiri dari berpuluh-puluh tenda besar dan satu tenda besar isinya bisa mencapai lebih dari 100 orang. Tidur di tenda maktab hampir mirip dengan camping deh. Hanya bedanya, kalo camping kita tidur tidak terlalu berdesakan seperti tenda di maktab. Tidur tenda di maktab sudah diatur sangat rapat sekali, sehingga untuk jalan keluar tenda pun sangat terbatas karena melewati tempat tidur orang lain. Maktab adalah semacam area tertutup yang terdiri dari berpuluh-puluh tenda besar dan berisi ribuan orang dan hanya dihuni oleh penghuni maktab tersebut. Kita diberi semacam tanda pengenal yang dikalungkan di leher dan tanda pengenal tersebut tidak boleh lepas dari leher kita. Jika tanda pengenal itu sampe lepas atau hilang, kita tidak akan bisa masuk kedalam maktab tersebut. Disetiap sudut tenda di maktab ada lemari les yang berisi air mineral dan bermacam minuman jus buah kotak. Jadi masalah minuman tidak perlu khawatir. Makan 3 X sehari dengan cara antri ditempat makananan yang disediakan pada setiap sudut tenda sehingga masalah makanan juga nggak perlu khawatir kehabisan. Semua masalah tidur di tenda yang sempit, makan, kamar mandi tumplek jadi satu di Mina tersebut. Untuk makan pagi, makan siang dan makan malam, kita harus antri panjang berpanas-panasan sekitar 40 menit. Karena antri seperti ini, maka 'mind set' orang Indonesia adalah, kalo antri terlambat akan kehabisan makanan. Jadi banyak orang pada menyerobot, sehingga bikin orang lain pada marah. Padahal, makanan berlimpah dan mereka semuanya adalah orang yang berpendidikan dan dari golongan menengah keatas, tapi tetep aja pada mereka nyerobot. Gw nggak abis pikir ama kelakuan jemaah di Mina. Kayaknya para jemaah pada berubah karakternya menjadi lebih agresif, menjadi lebih tidak sabaran, dan attitudenya berubah seperti low life class son of a bitch. Banyak tuh bapak-bapak dengan kacamata Oakley atau Ray Ban yang harganya jutaan rupiah, tapi kelakuannya kayak low life son of a bitch. Mereka seenaknya aja memotong antrian tanpa merasa bersalah, atau ada juga laki2 yang membentak-bentak ibu-ibu tua karena ibu itu memotong antrian. I mean, this maktab is for VIP (ONH plus) only but the attitude of those jemaah are fucking moron. Kamar mandi dan WC menjadi big problem buat jemaah di Mina. Kamar mandi dan wc dijadikan satu. Jadi orang yang mau mandi, mau 'ritual' setiap pagi dan mau kencing jadi satu tempatnya, hanya tempat berwudhu yang terpisah. Lha.., kalo kita kan kebiasaannya kan tempat kencing pasti terpisah, nggak jadi satu kayak disana. Jadi kalo mau kencing aja, kita bisa menunggu sekitar 30-40 menit. Bayangin aja, cuman mau kencing yang cuman butuh waktu nggak sampe semenit, tapi antrinya sampe 30 menit. Ini memang masalah buat orang Indonesia yang sering kencing dan sering melakukan 'ritual' setiap pagi. Tapi, tentunya sebagai orang Indonesia yang banyak akalnya, kita bisa mensiasati hal tersebut. Kalo mau ke kamar mandi waktu yang agak lowong adalah pada waktu jam-jam sholat. jadi, ketika adzan sholat, kita bersiap-siap ke kamar mandi dan melakukan hal-hal yang penting seperti mandi, sikat gigi, dan 'ritual' penting lainnya. Setelah itu kita sholat berjamaah sekitar 4-5 orang. atau, kalo mau kita ke kamar mandi jam 12 - jam 2 tengah malam. Jadi, dari kamar mandi langsung sholat tahajjud dan menunggu sambil ngobrol sampai subuh. Berwudhu sih nggak ada masalah karena bisa berwudhu cukup dengan 1 botol air aqua aja. Pernah juga kejadian, orang Malaysia yang coba nyerobot di kamar mandi. Biasanya, orang Malaysia yang lebih tua nyerobot sesama Malaysia yang lebih muda. Masalahnya, dibelakang si Malaysia muda ada beberapa orang Indonesia, sehingga orang Indonesia itu meminta si Malaysia untuk tidak menyerobot dan mengikuti aturan antri. Si Malaysia cuek aja nggak dengerin omongan orang Indonesia. Begitu udah deket pintu kamar mandi dan si Malyasia udah mau masuk ke kamar mandi, tiba-tiba tuh orang Indonesia menarik tangan si Malaysia tersebut sambil membentak dan berteriak: "I told you to make a line! You, Malaysian, don't have a manner at all! Shame on you!!". Langsung tuh Malaysian ciut dan ngacir. Kesabaran dan mental kita memang diuji di Mina ini. Kita memakai ihram sehingga harus sabar menghadapi segala macam karakter orang, mental kita harus tabah dalam menghadapi segala macam situasi yang sangat berat, seperti panas yang menyengat, suasana sumpek karena berkumpul up to 5 juta jemaah pada saat itu secara bersamaan di Mina. Besoknya kita berangkat berjalan kaki dari maktab ke Jumrotan untuk melempar jumroh. Lokasi maktab gw persis di mulut terowongan Mina dan letak jumrotan berada di ujung terowongan disebelah sana. Sehingga kami sebenernya cuman berjalan sepanjang terowomngan (lk 1 km) dan terowongan tersebut dingin karena ada penyedot udara raksasa yang besar. Masalahnya, berjalan di terowongan itu sangat lambat karena penuh dengan orang yang akan menuju jumrotan juga, Kebayang deh, waktu 'tragedi terowongan Mina' dimana ratusan jemaah haji Indonesia meninggal karena terinjak-injak karena masih 1 terowongan. Sekarang sudah ada 2 terowongan untuk pergi dan pulang, tapi tetap aja terowongan itu penuh sesak. Setelah menginap 2 malam di Mina, maka kita berangkat untuk wukuf di Arafah. Wukuf di Arafah adalah puncak semua kegiatan haji. Semua jemaah, baik jemaah perempuan yang sedang mens, jemaah sakit yang berada di rumah sakit, pokoknya semua jemaah haji yang sakit akan dibawa dengan ambulans ke Arafah untuk melakukan wukuf. Kalo hal lain seperti tawaf, sai, jumroh jika kita berhalangan akan bisa dilakukan lain waktu atau lain hari, tetapi wukuf hanya bisa dilakukan sebelum lohor sampai magrib pada hari itu saja. Sehingga semua jemaah haji yang jumlah estimasinya lebih dari 4 juta jemaah berkumpul untuk berwukuf di Arafah. Ketika gw berkunjung melihat Arafah yang kosong, Arafah tampak kecil. Tapi, ketika Arafah diisi oleh jemaah lebih dari 4 juta orang, Arafah tetap bisa menampung jemaah sebanyak itu. Arafah itu diibaratkan sama seperti kandungan ibu, yang kalo kosong terlihat kecil, but can carrying the baby up to 5 kg. Bahkan bisa lebih besar lagi ketika ibu tersebut mengandung bayi quadraplet. Wukuf itu sebenernya kita melakukan doa, berdzikir dari sebelum lohor sampai maghrib. Suasananya di Arafah sangat religious banget, artinya semua orang berdoa dan berdzikir sehingga kita terbawa oleh perasaan emosi yang sangat dalam. Banyak jemaah yang 'carry over' terbawa oleh suasana hingga menangis terseguk-seguk dan menambah suasana menjadi semakin 'deep'. Pada saat wukuf, kita sebagai manusia, merasa sangat kecil dan sangat lemah dihadapan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Setelah selesai wukuf lalu semua 4 juta jemaah haji berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah untuk bermalam di Muzdalifah. Muzdalifah adalah tempat seperti lapangan terbuka, open air, semua jemaah sama-sama bermalam disana. Ada juga jemaah yang tidak bermalam disana, jam 1 malam sudah berangkat untuk melakukan jumroh, tapi rombongan gw berangkat dari Muzdalifah menuju Mina setelah sholat subuh. Back to Mina, back to the routine again. Keadaan yang panas menyengat didalam dan di luar tenda, antri makan, antri mandi, toilet, dan segala macam hal yang bikin stress. Sebetulnya tenda gw ada air cond nya, cuma karena panas yang sangat menyengat sehingga air cond nya seperti nggak berfungsi, rasanya kurang dingin dan cuman anginnya aja yang keluar. Alhamdulilah, di Mina cuma tinggal 2 malam aja. Setelah dari Muzdalifah kita langsung lempar jumroh lagi. Lalu besoknya kita jumroh setelah itu bermalam lagi, dan besok subuhnya kita sudah berangkat dari Mina untuk Thawaf dan Sa'i haji, lalu kita jumroh lagi dan langsung kembali ke Mekkah dan besoknya menyembelih korban kambing. Gw sih, nggak ikut ke tempat penyembelihan, mendingan istirahat aja di hotel. Cape banget sih... Gitu deh ritual hajinya dah selesai. Lanjut... ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
