Refleksi : Pasien yang mengharamkan babi dan kaum vegetaris tentunya tidak 
boleh memakai cangkok sel babi untuk menyembuhkan diabetes mereka. 


http://us.health.detik.com/read/2010/12/13/074015/1522844/763/cangkok-sel-babi-untuk-obati-diabetes-mulai-dikomersialkan?881104755

Senin, 13/12/2010 07:40 WIB 

Cangkok Sel Babi untuk Obati Diabetes Mulai Dikomersialkan
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Jakarta, Rusia menjadi negara pertama yang melegalkan pencangkokan sel pankreas 
babi pada manusia untuk mengobati diabetes tipe 1 yakni tidak bisa produksi 
insulin karena sel pankreas rusak. Teknologi ini telah melewati uji klinis dan 
terbukti ampuh mengontrol gula darah tanpa risiko hipoglikemia atau kadar gula 
terlalu rendah.

Sel babi yang dipakai merupakan sel penghasil insulin dan telah dimodifikasi 
agar bisa dicangkokkan pada manusia tanpa menyebabkan penolakan oleh sistem 
imun tubuh. Jenis babi yang digunakan juga tidak sembarangan, dipilihkan khusus 
yang struktur selnya paling mirip manusia.

Bagi penderita diabetes tipe-1, pencangkokan sel tersebut akan memperbaiki 
fungsi sel pankreas asli yang secara genetis tidak mampu memproduksi insulin 
dalam jumlah yang cukup. Dengan pencangkokan ini pasien tidak perlu lagi 
tergantung pada injeksi insulin.

Keamanannya juga terjamin sebab teknologi yang dinamakan Diabecell ini telah 
melalui uji klinis yang melibatkan 2 pasien. Hingga 8 bulan setelah 
pencangkokan, tidak satupun di antara pasien itu mengalami efek samping 
hipoglikemia atau anjloknya kadar gula darah yang bisa memicu kematian.

Perintisnya, Prof Bob Elliot dari Living Cell Technologies Ltd mengatakan dua 
rumah sakit di Russia tengah menyiapkan tenaga terlatih untuk melakukan 
prosedur tersebut. Pelatihan akan berakhir tahun 2011 dan diharapkan para 
peserta bisa langsung menerapkan ketrampilannya.

"Untuk saat ini harganya masih cukup mahal yakni sekitar US$ 150.000 (Rp 1,3 
miliar) tiap pasien. Namun kelak harga tersebut pasti akan turun jika banyak 
peminatnya," ungkap Prof Elliot seperti dikutip dari Ninemsn, Senin 
(13/12/2010).

Sementara itu uji klinis dalam skala yang lebih besar saat ini tengah 
berlangsung di Australia dan Selandia Baru. Kalaupun mendapat izin dari 
pemerintah setempat, diperkirakan teknologi ini baru akan bisa diterapkan di 
wilayah tersebut pada sekitar tahun 2013.
up/ir) 






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke