Tgl. 20 Nov - 29 Nov.

Medinah, here I come!  

Setelah selesai ritual haji, rombongan berangkat dari Mekkah pergi ke Medinah.  
Perjalanan dari Mekkah ke Medinah sekitar 10 jam by bus.  Berangkat jam 9 pagi 
dari Mekkah setelah sarapan, lalu gw langsung 'neken' esilgan supaya tidur di 
bis.

Gw udah membayangkan bahwa pemandangan perjalanan dari Mekkah ke Medinah pasti 
boring.  Padang pasir yang tandus and nothing to see.  So, setelah 'neken' gw 
langsung pasang headphone dan tidur ditemani oleh Genesis "Live in Europe".

Gw bangun ketika bis berhenti di rest area sore hari, lalu sholat jamak lohor 
dan asar.  Nggak lama kemudian bis tiba di check point dan disini kita harus 
menunggu agak lama, kira2 1 jam, karena di check point ini semua jemaah selain 
di check validitasnya, di check tempat tinggalnya (hotel) juga.

Medinah adalah kota yang berbeda dengan Mekkah.  Medinah is far better than 
Mekkah.  Kotanya bersih, teratur, kotanya berbentuk blok-blok seperti kota di 
Amerika, dan udaranya sangat sejuk.  Pergi ke Medinah sebenernya bukan bagian 
dari ritual haji, hanya sekedar berziarah, mengunjungi mesjid Nabawi yang 
cantik.

Karena ritual haji sudah selesai, biasanya para jemaah berbelanja di kota 
Medinah ini.  Mereka membeli korma, karpet, tasbih dan segala macam buah tangan 
di kota Medinah.  Disamping itu, suasana hati para jemaah sudah cooling down, 
sudah gembira karena sudah melewati ritual haji, sehingga setelah tiba di 
Medinah everybody happy and smiling.

Too bad, pada saat di Medinah gw tiba-tiba sakit flu, batuk dan radang 
tenggorokan.  Pada saat di check point sebelum memasuki kota Medinah, gw masih 
oke dan sehat2 aja.  Tetapi ketika check in di hotel, tiba-tiba suara gw hilang 
sama sekali, tenggorokan sangat sakit ketika menelan ditambah batuk dan flu 
pula.

Damn...

Padahal gw udah makan Omega 3 dan Enervon C setiap hari.  Udah gitu, gw selalu 
makan buah apel, pisang dan jeruk setiap makan.  Memang hampir semua jemaah 
rombongan gw terserang sakit flu, batuk, dan radang tenggorokan dari sejak di 
Mekkah.   

Bukan hanya rombongan gw aja yang terserang flu dan batuk, tapi hampir semua 
jemaah haji!!  Bisa dibayangkan ketika sholat di Masjidil Haram dan di Mesjid 
Nabawi, setelah sujud dan berdiri maka batuk mulai bertebaran berirama seperti 
simphoni rusak di seluruh mesjid.

Jemaah datang dari berbagai penjuru dunia dan membawa berbagai macam penyakit, 
tentu saja semua jemaah terserang penyakit flu dan batuk itu.  Terutama jemaah 
dari Afrika dan Asia Selatan yang membawa penyakit flu dan batuk yang paling 
'ganas' sehingga simphoni batuk selalu mengalun tidak pernah berhenti di mesjid.

Jemaah haji Indonesia diwajibkan untuk suntik meningitis sebelum berangkat ke 
Mekkah dan dianjurkan untuk suntik influenza juga.  Tapi, kayaknya vaksinasi 
influenza nggak mempan, buktinya semua jemaah terkena flu juga.  Mungkin karena 
berbeda jenis virus kita dan virus influenza di Afrika itu tuh.

Mesjid Nabawi di Medinah adalah mesjid yang sangat cantik.  Mesjid ini 
dipandang dari luar sudah kelihatan cantik, apalagi ketika kita masuk kedalam 
mesjid tersebut.  Interior didalamnya sangat cantik dengan lampu2 dan hiasan 
dekornya dan kubah yang bisa membuka/menutup yang terbuat dari kayu kokka.

Sangat cantik sekali.

Mesjid Nabawi ini cukup besar dan bisa menampung sekitar 1 juta jemaah.  
Halaman mesjid ini memakai payung yang bisa membuka/menutup secara elektronik.  
Payung ini membuka ketika siang hari umtuk sholat Lohor, Ashar, Maghrib dan 
menutup ketika sholat Isya dan Subuh. 

Rutinitas gw di Medinah sama aja dengan di Mekkah, dari kamar ke Mesjid lalu 
makan dan tidur.  Pada saat sholat Maghrib, biasanya gw berjuang dengan susah 
payah untuk mendapatkan tempat di mesjid lama Nabawi yang bisa langsung melihat 
imam dan mesjid lama Nabawi itu bersatu dengan rumah Nabi.

Soale, seperti biasa, gw setelah sholat maghrib menunggu sholat Isya di mesjid 
sambil baca Quran.  Untuk mendapatkan tempat di mesjid lama Nabawi membutuhkan 
perjuangan tersendiri karena banyak haji yang berjuang untuk mendapatkan tempat 
disitu.

Ada juga perjuangan berat untuk sholat sunat yang doanya makbul di Raudah, .  

Untuk masuk ke zona Raudah yang relatif kecil, kita harus antri, 
berdesak-desakan dengan jemaah lainnya.  Orang Indonesia yang berbadan kecil 
agak mudah untuk bisa masuk ke Raudah karena bisa menyelusup diantara jemaah 
Afrika, Turki, Mesir, yang berbadan besar dan jika gw 'stuck' tergencet 
diantara orang2 besar tersebut, gw diam saja mengikuti arus karena didorong 
dari belakang, kiri dan kanan, yang penting kedua tangan gw di dada supaya bisa 
bernafas.

The rest of it, just follow the flow and at the end of it, tiba2 gw sudah 
berada di dalam zona Raudah.  Gw sholat sunat dan berdoa disana dan setelah 
selesai sholat gw langsung keluar dari Raudah.  Banyak orang antri untuk sholat 
di Raudah dan kasih kesempatan kepada mereka lah untuk sholat disana.  Anyway, 
gw sholat di Raudah 4 kali selama di Medinah.

Tekad gw lainnya saat itu adalah melakukan arbain.  Arbain artinya, kita sholat 
di mesjid Nabawi selama 40 kali tanpa terputus.  Jadi bisa dibayangkanlah, 
walaupun gw terserang flu, batuk dan radang tenggorokkan, gw bela2in juga untuk 
tidak pernah absen shalat di mesjid Nabawi selama 40 kali berturut turut.

Sebenernya tekad sholat di Raudah dan arbain hanya lah 'egoisme' gw aja.  Gw 
cuma berpikir, "If anybody can do it, why can't I?"  Jadi pada prinsipnya 
adalah, gw bertarung melawan diri sendiri untuk membuktikan bahwa "my mind 
controls my body".  Ketika pertama kali gw gagal di sholat sunat di Raudah, 
maka gw coba lagi, gagal lagi, lalu coba lagi, demikian seterusnya.  Toh pada 
akhirnya, dengan perjuangan yang susah payah, gw bisa sholat di Raudah 4 kali.

Demikian juga dengan sholat fardlu arbain 40 kali tanpa terputus.  Badan gw 
sebenernya udah menolak nggak mau kompromi lagi karena gw sedang dalam keadaan 
sakit flu dan batuk, but my mind keeps telling me, "You have to do it!".  
Nabawi sudah berada di depan hidung, kenapa lu nggak kesana aja setiap sholat 
fardlu?  Kapan lagi lu bisa arbain di Nabawi kalo bukan sekarang?

Alhamdulilah, gw bisa dapet arbain.


Lanjut...

    
 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke