Refleksi : NKRI memang cocok singkatannya "Negara Kleptokratik Republik Indonesia", karena baik mereka yang berkedudukan tinggi maupun yang ada pada lapisan bawah dalam struktur masyarakat, ramai-ramai turut mencopet. Para pentinggi mencopet (baca korupsi) untuk memperkaya diri, sendangkan para krocok mencuri sebagai profesi penyambung hidup, kria-kira begitu. Hehehehe
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/10849 Selasa, 14 Desember 2010 Jaringan Copet Antar Pulau Diringkus Ketahuan Gasak Kalung dan Cincin Balita Penumpang Kapal SAMARINDA. Maraknya pencopet yang berkeliaran di kapal laut saat berlayar, membuat gerah jajaran Polsekta Kawasan Pelabuhan Samarinda. Hampir setiap kedatangan kapal, selalu saja ada penumpang kapal yang menjadi korban aksi pencopetan. Minggu (12/12) siang lalu sekitar pukul 11.00 Wita, seorang pelaku ditangkap korbannya. Ia bernama Afdal Kenil (30), warga Jl Kabaina, Lorong 49, Wajo Kota, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Afdal kepergok saat menggasak perhiasan milik seorang balita, sesaat turun dari KM Queen Soya, yang bersandar di Pelabuhan Samarinda, dari Pelabuhan Parepare, Sulsel. Akibatnya dapat ditebak. Ratusan penumpang yang kala itu tengah berdesak-desakan lantaran hendak turun dari kapal, langsung geram. Beruntung, aksi main hakim tidak sampai terjadi. Belasan personel Polsekta Kawasan Pelabuhan Samarinda, mengamankan Afdal bersama dengan barang bukti 1 kalung emas milik balita tersebut. Sayangnya, kalung itu sudah putus. "Bukan hanya kalung anak saya yang diambil. Cicin anak saya juga sudah diambil, tetapi tidak tahu dibuang kemana. Karena waktu saya pergoki, dia (Afdal, Red) langsung membuang kalung dan cicin itu," kata Rukayah (23), ibu balita korban pencopetan, warga Desa Supobonto, Bulukumba, Sulsel. Diceritakan Rukayah, saat Afdal beraksi, anaknya berada di gendongannya. Saat berada di pintu kapal hendak menuju ke luar, tiba-tiba anak Rukayah memberitahu jika kalung dan cincin yang ia pakai telah berpindah tangan. "Saya lalu berbalik. Dia (Afdal, Red) berdiri di belakang saya. Spontan saya menunjuk dia. Setelah itu saya lihat, dia membuang kalung dan cicin itu. Tetapi sempat terlihat oleh saya dan petugas kapal," ujar Rukayah. Polisi yang sudah berjaga-jaga langsung menggiring Afdal untuk diperiksa. Diduga kuat, Afdal merupakan salah satu jaringan pencopet antar pulau yang selama ini kerap membuat resah penumpang kapal. "Masih kami kembangkan dengan berkoordinasi Polsekta Kawasan Pelabuhan Parepare. Untuk sementara ini, pelaku akui baru 1 kali beraksi, tetapi kami meyakini lebih. Karena laporan adanya aksi pencopet di atas kapal, bukan kali ini saja. Saya pun mengimbau pada penumpang kapal, agar lebih waspada selama dalam perjalanan," tandasnya. (oke) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
