Top Posts
Surga Islam: Rumah Pelacur AllahDendam Seorang Pria
Saudi: Menikahi 4 Orang Wanita Karena Tantangan Mantan IsterinyaSaat
Cendekiawan Mekah berdebat dengan MuhammadTANYA JAWAB ISLAM-KRISTENMENINGGALKAN
ISLAMMUHAMMAD manusia no 1 dari 100 orang paling berpengaruh sepanjang
masaHasil Survey: Toleransi Beragama Warga JABODETABEK Makin LunturBirahi
Sexual Nabi MuhammadDaftar Muslim yang Meninggalkan IslamYESUS &
MUHAMMADKontroversiNaskah Quranic SANA'A (Bagian 2) Categories
Select Category
1000 Kesalahan Quran (12)
ALLAH (14)
ALQURAN (25)
ANTIKRISTUS (30)
AYAT QURAN (47)
BERITA (49)
BUKU BARU (20)
DEBAT (9)
DEMOKRASI&HAM (1)
DOSA (1)
HUKUM (2)
INJIL (7)
IPTEK (4)
ISA ALMASIH (12)
ISLAM (34)
ISLAMIC INVASION (2)
JIHAD (3)
KABAH (1)
KESAKSIAN (15)
KISAH QURAN (5)
KRISTEN (9)
LANGKA UNIK (2)
MUHAMMAD (58)
MURTADIN (67)
MUSLIM (13)
PAKAIAN (3)
PEMBUNUHAN (8)
PERANG (5)
PRIA (3)
SAINS (1)
SURGA (4)
SYARIAT (17)
TAQIYA (2)
TERORISME (6)
Uncategorized (5)
VIDEO (11)
WANITA (39)
YESUS (16)
Blogroll
1000 KESALAHAN QURAN30 Days InternationalADA APA DG MUSLIMAGAMA
PALSUANSWERING ISLAMARAB BIBLE SOFTWARE FREEArab World MinistriesARTIKEL
ISLAMARTIKEL2 SAM SHAMOUNASAL USUL QURANAYAT-AYAT SETANBaca Alkitab bhs
ArabBERITA MUSLIM SAHIHBUKTI SAKSICHRIST, MUHAMMAD & ICONVERSATION WITH
MUSLIMDEBAT ISLAM KRISTENDIAN EDEWDISKUSI ISMAIL ISHAKDOWNLOAD ARAB
BIBLEDOWNLOAD ARAB BIBLE MP3DULADIE-BOOKS ISLAMEX MUSLIM INGGRISEX MUSLIM
JERMANFAITH FREEDOMFAITHFREEDOM WIKIFF INDONESIAFormer Muslims United
(FMU)FORUM MURTADIN INDONESIAFREE 100 BUKU Dr. BoutrosFUCK MUHAMMADGEERT
WILDERSGENSGTER of MOHAMMEDGOSPEL-INJILGRATIS AUDIO ALKITAB BHS ARABHIDDEN
LIESIBNU WARRAQIJTIHAD INDONESIAIn Search of MuhammadINDEX ISLAMINDONESIA
EX-MUSLIM FORUMINFO FOR MUSLIMINJIL BAGIMUISA DAN ISLAMISLAM DAN KRISTENISLAM
EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM MENANTI YESUSISLAM SESATISLAM VS
KRISTENISLAM WATCHISLAM: AGAMA DAMAI?ISLAMIC INVASION bhs INDONESIAISMAIL
DIBERKATIISMAIL
SAUDARAKUJawaban Sam ShamounJELAS NGGAKJIHAD DI BARATJIHAD WATCHJOELS
TRUMPETKABAR BAIKKEBENARAN ISLAMKESAKSIAN EX-MUSLIMKESAKSIAN EX-MUSLIM
2KESALAHAN QURANKOCAK HUMORKONTRADIKSI ALKITAB BlogKONTRADIKSI
ALKITAB-Sarapanpagi.orgKONTROVERSI AYAT2 SETANKRITIK THD ISLAMLASKAR
MURTADINMARK A GABRIELMENGENAL ISLAMMENGENAL ISLAMMENGENAL MUHAMMADMENJAWAB
ISLAMMESJID TUHANMinistry to MuslimsMORE THAN DREAMSMUHAMMAD
SAWMUHAMMAD-ZAINABMUSLIM BERTANYAMUSLIM HARUS TAHUMUSLIM HOPEMUSLIM JADI
KRISTENMuslim Journey to HopeMUSLIM YG DICERAHKANMY SPEARPEDSONPERCAKAPAN
DENGAN MUSLIMPRESTASI MUHAMMADPROPHET OF DOOMPUTRA HAMASRELIGION OF PEACEROBERT
MOREYROD PARSLEYSALMAN RUSHDIESATE MUSLIMSAVE-DESTROY ISLAMSECRET of
QURANSELAMATKAN MUSLIMSIAPAKAH ALLAH INISIAPAKAH ISASON OF HAMAS's BlogSON OF
HAMAS's WebSTOP ISLAMISASI EROPA!TANYA JAWAB ALKITABTHE QURANVideo Debat
Islam-KristenVideo Debate Islam-KristenWAFA SULTAN ON YOU TUBEWEB IRSHAD
MANJIWHY I AM NOT A MUSLIMWIKI
ISLAMWomen against ShariahYESUS & MUHAMMAD
Recent Posts
Dendam Seorang Pria Saudi: Menikahi 4 Orang Wanita Karena
Tantangan Mantan IsterinyaHasil Survey: Toleransi Beragama Warga JABODETABEK
Makin LunturDUA HADIAH TAK TERNILAI – Gratis untuk Anda!!!PERSAMAAN MUHAMMAD,
HITLER & STALIN350 Jemaah Haji Meninggal di Arab SaudiRumah Akan Diserbu, Dewi
Persik Tantang FPIApakah Benar Nabi Ibrahim Pernah Berkunjung ke
kota Mekah?Apakah Islam Sebuah Agama Yang Cinta Damai?Pemuda Palestina Walid
Husayin di Balik Blog Hina Muhammad yang HinaThe Voice of Shari’a –
Suara ShariahApakah Islam Dan Syariah Lebih Memiliki Kemiripan Dengan Ideologi
Nazi Daripada Agama?Kelompok Ultra Kanan Jerman Terus Kampanyekan
Penolakan Masjid KolnQURAN TERKONTAMINASI MITOS KUNOMenlu Norwegia Larang Saudi
Bangun dan Biayai Masjid di Norwegia22.000 TKI Disiksa Majikan: Menanti fatwa
MUI dan aksi FPI!
Penarikan Kembali Ayat-Ayat Quran
(Ep 24)http://conversation-with-muslim.blogspot.com/
Episode 24
(sambungan 4 + ayat-ayat yang tidak ada)
Pembawa Acara : Pemirsa terkasih,
selamat datang sekali lagi di episode kami yang baru dalam acara
“Questions about Faith.” Pada episode terdahulu, kami berbicara tentang
menarik kembali dan ayat-aya yang ditarik kembali. Saya ingin
menyebutkan sebuah ayat dari Quran, yang sudah saya baca dalam salah
satu Surah, Surah 12, Yunes ayat 94 yang berbunyi, “Jikalau kamu ragu
mengenai apa yang telah kami turunkan kepadamu maka bertanyalah kepada
mereka yang sudah membaca Buku/Kitab sebelum kamu, kebenaran sudah
datang kepadamu dari Tuhanmu, jadi janganlah menjadi orang yang bimbang”
Dan selamat datang kepada Bapak Pendeta Zakaria Botros, tamu kita yang
sudah ada bersama-sama dengan kita. Silahkan Bapak memberikan ringkasan
kepada kita mengenai topic penarikan kembali sekali lagi, agar kita bisa
melanjutkan topik ini.
Bpk. Zakaria : Penarikan kembali di
dalam Qur’an berarti sebuah pemindahan (penggantian) aturan-aturan dari
ayat-ayat tertentu, dan bukan hanya aturan semata, tapi hal-hal yang
lain juga, seperti penghapusan, penggantian dan alterasi/peralihan
seperti yang telah kita saksikan di episode-episode terdahulu. Ya, dan
kita berhenti pada bahasan kita tentang jenis-jenis dari penarikan
kembali, seperti yang ditetapkan oleh cendikiawan-cendikiawan penarikan
kembali di Islam. Kami sudah katakan bahwa mereka terdiri dari 3
kategori. Yang pertama adalah penarikan kembali huruf atau tulisan dari
sebuah ayat, tetapi aturannya tetap berpengaruh. Apa artinya “tulisan”?
Artinya teks dari ayat itu sendiri, firman yang tertulis dalam Qur’an,
teksnya sudah ditarik kembali, kita bisa bilang sudah tidak ada lagi di
Qur’an. Sudah dibatalkan, tetapi aturannya masih ada. Dan
apa maksudnya? Maksudnya ialah aturannya masih berlaku. Orang-orang
Islam masih menjalankan aturan-aturan mereka? Ya, sebuah contoh apa yang
kami sudah sebutkan di episode yang lalu, tentang penjinah baik
laki-laki dan perempuan yang harus dirajam sampai mati. Omar Ibn El
Khattab berkata, “Ayat ini sebelumnya ada dalam Qur’an dan karena takut
aku dituduh menambahkan kitabnya Allah, aku akan menulis ayat ini
sendiri dengan tanganku sendiri.” Dan orang-orang Muslim masih merajam
laki-laki dan perempuan yang berjinah.
Pembawa Acara : Kategori kedua?
Bpk. Zakaria : Kategori yang lain
adalah benar-benar kebalikannya, ada sangkut pautnya dengan ayat yang
aturannya telah ditarik kembali, tetapi tulisannya masih diterima dalam
Qur’an. Artinya firmannya tetap ada namun mereka tidak berlaku. Contoh
yang kita sudah bicarakan disini adalah contoh 124 ayat dalam Qur’an
yang mendorong umat Muslim untuk berurusan dengan orang-orang non-Muslim
secara damai, seperti: “Jika mereka cenderung kepada perdamian,
demikian jugalah kamu.” “Kamu memiliki agamamu dan aku memiliki
agamaku.” Lalu sebuah ayat dalam Surah AtTaubah ayat 5 yang
memerintahkan umat Muslim untuk membunuh orang-orang non-Muslim, satu
ayat ini telah membatalakan 124 ayat. 124 ayat tersebut masih ada dalam
Qur’an namun aplikasinya sudah dihentikan. Jika anda berbicara pada
beliau dan berkata, “Mengapa anda tidak berargumentasi dengan kami
dengan cara yang sopan?” Beliau akan menjawab anda, “Oh, tidak ayat ini
sudah batal, ini sudah ditarik kembali. Tidak ada jalan lain kecuali
membunuh. Kamu pilih memeluk Islam atau kamu dibunuh.” “Perangilah
mereka yang tidak percaya kepada Allah yang juga tidak melarang apa yang
Allah dan utusannya telah larang, yang tidak percaya pada agama yang
sejati yaitu Islam, bahkan mereka orang-orang yang Kitab.” Itu berarti,
orang-orang yang sebelumnya berdamai dengan dia, sekarang sudah dia
batalkan. Jadi sekarang kita sudah membahas tentang ayat-ayat yang
tulisannya telah ditarik kembali, tetapi aturan mereka tetap diterima,
dan sebaliknya, yaitu ; ayat-ayat yang aturan dan tulisannya
kedua-duanya sudah ditarik kembali. Baik ayat-ayat dalam Qur’an ataupun
aturannya sudah tidak dapat diberlakukan lagi.
Pembawa Acara : Namun kemana ayat-ayat itu telah pergi?
Bpk. Zakaria : Itu dia pertanyaannya.
Sebenarnya, kita menujukan pertanyaan ini kepada cendikiawan-cendikiawan
penarikan kembali, dan sungguh mereka datang dengan jawaban-jawaban
yang keluar jalur. Apa yang kita mau adalah cendikiawan-cendikiawan
universitas Al Azhar menjelaskan situasi ini, kita membaca hal-hal
tersebut. Ketika saya bertanya (meminta) kepada salah seorang
cendikiawan untuk menjelaskan hal-hal itu maksud saya tidak sekedar
menjawab dengan satu kata saja dan bilang, “Tidak, itu salah.” Saya
mebutuhkan beberapa penjelasan, sesuatu yang menghargai pikiran pemirsa
tolong koreksi kami jika itu salah, dan mengapa demikian. Dan
jelaskanlah jika hal itu terdengar masuk akal atau tidak. Al Zohary
mengatakan dalam bukunya, “Nawasek El Qur’an” “Penarikan kembali dalam
Qur’an” oleh Gamal El Deen Ibn el Joozy, halaman 33. Mari kita baca
cerita yang sangat aneh ini tentang nabi Muhammad. Ayat itu mengatakan,
“Abu Imama memberitahuku bahwa sejumlah teman-teman nabi berkata kepada
beliau bahwa ada seseorang diantara mereka terjaga ditengah malam, ingin
mengucapkan sebuah Surah yang sudah dia hafalkan,” sebuah Surah Qur’an.
Dia mengingat-ingatnya. Jadi sepanjang malam dia bangun untuk
mengucapkannya. Namun dia tidak bisa mengingat bagian apapun kecuali
bagian yang berkata, “Dalam nama Allah, Maha Pengasih, Maha Pengampun”,
jadi dimana ayatnya? Dia lupa. Lalu apa yang dia lakukan orang itu? Pagi
harinya dia pergi kepada nabi. Siapa yang menceritakan kami hal ini?
Sekali lagi Al Zohary dalam bukunya yang berjudul “Nawasekh Al Qur’an”
“Penarikan kembali dalam Qur’an” sebuah buku ditulis oleh Gamal El Deen
Ibn El Joozy. Ini bukanlah penemuan kami sendiri.
Pembawa Acara : Dan saya kira buku ini sedang beredar dan seseorang mungkin
membacanya.
Bpk. Zakaria : Ya, ada di toko
buku-buku Islam. Ketika paginya dia datang dan bertanya kepada nabi
tentang hal itu, lalu nabi berkata, “Orang lain datang juga dengan
tujuan yang sama.” Jelas sekali, ada orang-orang lain yang pernah
mendengar dan menghafalnya, dan ketika mereka mau mengingatnya, mereka
tidak bisa, hilang begitu saja. Jadi pagi itu mereka semua datang dan
berkumpul bersama dengan maksud ingin bertanya kepada nabi. “Nabi
memberi ijin kepada mereka, jadi mereka bertanya kepada nabi tentang
Surah itu.” Artinya nabi mengijinkan mereka untuk berbicara, maka mereka
mulailah berbicara, ”Semalam kami sudah mencoba menghafal sebuah Surah
sedemikian rupa, tapi kami lupa begitu saja. Ini apa yang Al Zohary
katakan dalam bukunya: ”Muhammad terdiam selama 1 jam penuh dan tidak
memberi jawaban apapun kepada mereka.” Satu jam penuh. Mungkin beliau
sendiri sedang mencoba untuk mengingat surah itu atau suatu hal. “ Lalu
beliau berkata … Surah itu sudah ditarik kembali semalam.” Dan
demikianlah jawabannya, surah itu sudah ditarik kembali di waktu lampau.
Anda tahu, pertanyaan yang terus menghantui saya adalah ayat yang anda
sebutkan: ”Kami telah mengirim pengingat dan kami bermaksud
menjaganya,” atau memeliharanya. Seberapa efektifnyakah ayat ini? Dari
mana ayat ini bertindak dalam peristiwa ini? Anda tahu apa jawaban yang
paling sederhana yang mereka berikan kepada anda? Sesuatu yang biasa
kita dengar, mereka katakan bahwa tradisi ini lemah, ditulis oleh
seorang manusia. Ini dibuat-buat, tidak sempurna, tidak selaras. Atau
mereka memberikan kepada anda salah satu dari 35 kelemahan tradisi.
Pembawa Acara : Pertanyaan saya adalah adakah jawaban yang obyektif untuk
pertanyaan-pertanyaan ini?
Bpk. Zakaria : Ya dan masuk akal juga.
Abu Bakr El Razy mengomentari issue ini, beliau mengomentari bagian
Penarikan kembali, “yang ceritanya dan aturannya telah dibatalkan”. Apa
yang El Razy katakan? “Hal ini mungkin hanya diselesaikan oleh Allah
yang menyebabkan mereka lupa dan memindahkan ayat-ayat itu dari ingatan
mereka, dan memerintahkan mereka untuk berhenti menceritakan dan menulis
ayat-ayat itu dalam Qur’an. Dan waktu itu mereka akan jatuh ke dalam
kelalaian.” Sekarang dimanakah Abu Bakr El Razy mengatakan hal ini?
Mengacu pada buku, “Al Itqan Fi Ulum El Qur’an” oleh Galal El Deen
Siouty, volume 2, halaman 26, dalam bahasa Arab. Lalu mengapa Allah
mewahyukan ayat ini jika Ia akan menghapusnya dan menyebabkan ayat ini
dilupakan? Ini adalah tanda tanya besar. Dengan segala hormat kepada
para cendikiawan, seharusnya ada jawabannya, sudah jelas? Itu satu
contoh, sekarang mari kita ke surah Al Ahzab. Silahkan, dalam surah 33
di Uthmanic Qur’an. Shareek Ibn A’assem memberitahukan karangan-karangan
Zerr berikut ini: “Obayy Ibn Abi Ka’ab berkata kepadaku, bagaimana kamu
membaca surah Al Ahzab? Aku menjawab 73 ayat. Ini adalah ayat-ayat
dalam Qur’an, beliau menjawab, aku bersumpah, ayat ini telah diwahyukan
kepada Muhammad dan ayat ini sama dengan surah Al Baqara atau mungkin
lebih besar dari itu.” Apakah anda tahu terdapat berapa ayat dalam surah
El Baqara? 286 ayat, darisini kita rangkum bahwa surah Al Ahzab
memiliki 286 ayat atau lebih sekarang hanya tersisa 73 ayat saja, anda
dapati semua ini tertulis dalam sebuah buku berjudul “Al Tah Theeb”
volume 10, halaman 42 sampai 44 dalam bahasa Arab, anda temui hal ini
juga dalam buku “Nawasekh El Qur’an” oleh Gamal El Deen Ibn El Joozy
halaman33.
Pembawa Acara : Saya bertanya-tanya kemana ayat-ayat tersebut hilang.
Bpk. Zakaria : Allah mengangkat mereka,
menghapus mereka dan sengaja dibuat lupa, itulah jawabannya. Bagaimana
lagi mereka bisa menjawabnya?
Pembawa Acara : Kami mau menjawab pertanyaan ini.
Bpk. Zakaria : Hal yang ketiga, anda
tahu topik ini sangat luas begitu besar dan apa yang anda dengar
sangatlah aneh, benar-benar ganjil. Itulah mengapa orang itu berkata
dalam bukunya: “Banyak cendikiawan dan komentator Islam menghindar hal
ini, ini adalah issue yang sulit dan sukar (Dia sedang membicarakan
penarikan kembali), dan banyak cendikiawan dan komentator Islam
menghindar terlibat dalam pembahasan ini secara terinci. Tidak heran.
Anda tahu apa yang saya maksudkan? Inilah kesaksian Aisyah. Apa yang
Aisyah katakan? Dia bilang, surah Al Ahzab telah diceritakan pada zaman
nabi, lebih dari pada 200 ayat. Namun ketika Uthman menulis salinannya,
kita hanya memperoleh apa yang ada sekarang, yaitu 73 ayat. Perkataan
ini terdapat dalam sebuah buku ditulis oleh Galal El Deen Siouty dengan
judul, “Al Etkan fi Ulum El Qur’an” volume 2 halaman 26. Permasalahan
yang sama lagi. Jadi kita punya kesaksian dari nabi sendiri yang
menyatakan ayat ini telah diangkat dan dihapus malam sebelumnya, lalu
kesaksian tentang surat Al Ahzab, yang mereka bilang tadinya panjang,
lalu dikurangi menjadi 73 ayat saja. Sekarang kita tiba pada kesaksaian
Omar Ibn El Khattab. Omar Ibn El Khattab mengatakan, “Janganlah kiranya
seorang dari padmu berkata aku sudah menerima seluruh Qur’an. Bagaimana
kamu tahu arti dari seluruh Qur’an? Banyak dari isi Qur’an yang hilang.”
Banyak dari isi Qur’an sudah hilang? Ini adalah kesaksian dari salah
satu penjelasan khalif . Kemudian beliau berkata, “Tapi sekiranya dia
berkata aku telah menerimanaya yang telah datang kepada terang.” Ini
sungguh aneh. Jadi dimana referensi ini? Ini ada di Galal El Deen El
Siouty, dalam bukunya Al Etqan Fi Ulum El Qur’an, volume 2 halaman 26.
Pembawa Acara : Bapak katakan bahwa kemudian sebuah bagian dari Qur’an telah
hilang dan Bapak bertanya dimana itu.
Bpk. Zakaria : Benar. Mari kita baca
lebih lanjut. Al Siouty bilang dalam karangan-karangan Abdy, putra Abdy:
“ Omar berkata kepada El Rahman Ibn O’uf: “Tidakkah kamu dapati
diantara yang sudah diwahyukan (dinyatakan) kepada kita perintah yang
mengatakan: “Berjuanglah seperti pertama kali kamu telah berjuang,
karena kami tidak mendapatinya lagi.” Belaiu menjawabnya, “Ayat itu
sudah ditinggalkan diantara ayat-ayat yang dikeluarkan dari Qur’an.”
Inilah yang Al Siouty katakan bahwa ayat itu sudah dikeluarkan begitu
saja.
Pembawa Acara : Ini sungguh tidak masuk akal.
Bpk. Zakaria : Sangat susah untuk
dimengerti. Tapi dimanakah pikiran-pikiran yang akan percaya hal ini
sekarang? Mengapa mereka tidak mau umatnya berpikir?
Bukankah seharusnya anda memperkenalkan
agama anda secara menyeluruh dengan cara yang masuk akal, untuk
meyakinkan akal budi? Tidakkah anda saudara-saudara Muslim terkasih,
bangga akan kenyataan bahwa Islam adalah sebuah agama yang masuk akal?
Bukankah demikian? Baiklah, kalau begitu bicaralah pada kami perihal
issue ini dengan akal budi. Anda tahu, pernah dengar tentang Uthman Ibn
Affan? Bapak sendiri mendengar tentang salinan Qur’an beliau? Ya. Apakah
anda memperhatikan perubahan-perubahan yang dibuat didalamnya?
Pembawa Acara : Maksud Bapak bahwa dalam salinan itu, ada perubahan?
Bpk. Zakaria : Baiklah dengarkan ini.
Haggang Ibn Joreih memberitahu kita: “Abi Hamida berkata kepadaku pada
karangan-karangan Hamida, putri Yunis. Dia mengatakan, “Ketika ayahku
berumur 80 tahun beliau bercerita kepadaku dari salinan Aisyah , sebagai
berikut – ‘Allah dan malaikat-malikatNya, berdoa bagi nabi, hai kamu
yang percaya berdoalah baginya dan berdamailah bagi mereka yang berdoa
dibarisan depan.’ Lalu dia menambahkan,” inilah adalah kasus sebelum
Uthman merubah salinan Qur’an.” Sebelum Uthman merubah salinannya? Dan
disetujui dalam referensi-referensi Islam? Sama seperti Galal El Deen El
Siouty dalam bukunya, “Al Etqan Fi Ulum El Qur’an”, voume 2 halaman 26.
contoh-contoh yang sangat janggal, yang telah ditarik kembali, baik
tulisan maupun perintah atau aturannya.
Pembawa Acara : Saya tidak sedang
mengelak disini, tapi saya mau jeda disini dan menyebutkan bahwa ayat
yang berkata, “Bahwa Allah dan malaikat-malaikatNya berdoa bagi nabi,”
tidakkah lebih pantas mengatakan nabi berdoa kepada Allah bukan
sebaliknya Allah Maha Besar berdoa bagi nabi?
Bpk. Zakaria : Tentu saja, secara
logika dan bahasa, berdoa ada kaitannya dengan hamba dan tuannya, Allah
Maha Tinggi. Tidak ada arti yang lain. Dari yang diciptakan kepada
penciptanya. Namun untuk membenarkan hal ini, mereka berkata “doa” dalam
bahasa Arab berasal dari kata “hubungan.” “Doa” berasal dari sebuah
akar kata yang berbeda dari “berkat”. Dari sumber apa, mereka bisa
sampai pada kata berkat? Anda tahu, adalah baik menghormati kepandaian
(akal budi) orang-orang. Sekarang kita tiba pada contoh-contoh ayat-ayat
yang tulisan dan peraturannya telah ditarik kembali. Saya sudah
berikan 4 contoh dan sekarang yang ke-5, ini adalah kesaksian Muslima
Ibn Makhled. Mengutip Abi Sifyan El Kala’ay, bahwa ini sudah menyebutkan
sebelumnya Muslima Ibn Makhled berkata kepada mereka satu hari,
“Beritahu saya dua ayat dari Qur’an yang tidak ditulis dalam Mushaf.”
Tapi mereka tidak dapat memberitahu beliau. Abu El Kanood Sa’ad Ibn
Malek juga hadir disana, maka Ibn Muslima berkata, “Barang siapa yang
percaya dan pindah atau migrasi dan berperang demi Allah dengan harta
mereka dan nyawa mereka, bersuka-citalah, kamulah yang sejahtera dan
mereka yang memberi tumpangan kepada nabi dan mendukung nabi dan
bertengkar atas nama nabi dengan teman yang murka nabi ada atasnya.
Tidak seorangpun dari mereka sadar akan kesenangan-kesenganan yang
tersimpan rahasia bagi mereka sebagai sebuah upah atas apa yang sudah
mereka lakukan.” Ayat ini sudah tidak ada lagi di Qur’an yang sekarang,
lagi-lagi ini disebut oleh Galal El Deen El Siouty dalam bukunya, “Al
Etqan Fi Ulum Al Qur’an.” Dalam volume yang sama dan halaman yang sama.
Tidakkah ini ganjil? Tidakkah ini aneh? Saya akan selesaikan ini sampai
disini dengan apa yang Dr. Taha Hussein tulis. Dr. Taha Hussein
mengomentari apa yang Uthman Ibn Affan telah lakukan, sebut saja
semangatnya/gairahnya akan salinan-salinan Qur’an dan ayat-ayat yang
sudah diungkapkan dalamnya. Tentu saja, kita semua tahu cerita tentang
Uthman Ibn Affan dan pemabakaran Mus’haffs, seharusnya terdapat 7 bacaan
atau 7 Mus’haffs yang berbeda dan ketika Uthman Ibn Affan melihat
suku-suku bangsa bertengkar karena perbedaan-perbedaan ini. Dan ketika
Ibn Massood mengatakan terdapat 1700 perbedaan diantara mereka, beliau
membawa 6 salinan Qur’an, membakar semuanya dan hanya menyimpan satu
salinan saja. Jadi Dr.Taha Hussein sedang mengomentari insiden ini,
beliau menyatakan sebagai berikut: “Nabi doa dan damai Allah ada
atasnya, dikatakan bahwa Qur’an diwahyukan dalam 7 huruf “ (ini
benar-benar apa yang sedang kita bahas disini). “Itu semua cukup dan
dapat memutuskan dan pada saat Uthman membuang salinan-salinan tersebut
dan membakar yang dia bisa bakar, dia sedang membuang teks yang
diwahyukan oleh Allah dan membakar tulisan-tulisan yang berisi Qur’an,
yang orang Muslim telah menerimanya dari utusan Allah.” Dia telah
membakar dan membuang fungsi dari ayat-ayat tertentu, dia melanjutkan:
“Dan Imam ini tidak berhak untuk membatalkan 1 huruf pun dari Qur’an,
tidak juga menghapus satu teks pun. Apalagi dia – yaitu Uthman Ibn Affan
– telah mengutus hanya beberapa teman-teman nabi untuk menulis Qur’an
dan meninggalkan sejumlah besar penulis yang sudah mendengar Qur’an dari
nabi dan berketetapan untuk mengingatnya dari beliau. Dia mengutus
hanya beberapa saja dari mereka, untuk menulis Muss’haf. Ini adalah
sebuah titik celah. Dan karena itu kita mengerti alasan kemarahan dari
Ibn Massood, karena Ibn Massood adalah seorang yang terbaik yang hafal
Qur’an dan menurut kesaksiannya sendiri, dia telah menghafal 70 surah di
Qur’an dari mulut nabi sendiri, itulah Ibn Massood. Kemudian siapa yang
..
Pembawa Acara : Dan Ibn Massood meninggalkan segala sesuatu?
Bpk. Zakaria : Tepat. Orang ini, dengan
semua pengetahuannya dan ingatannya yang luar biasa telah ditinggalkan
sepenuhnya. Dan siapakah yang mereka bawa? Seorang yang bernama Zeyd Ibn
Thabet. Mari kita baca apa yang dikatakan disini. Zeyd Ibn Thabet, yang
diutus untuk menyatukan Qur’an bahkan belum mencapai pubertas. Pada
waktu Ibn Massood sudah hafal 70 surah, dan ketika Ibn Massood berdiri
untuk protes
Pembawa Acara : Maaf, apa arti dari “mencapai pubertas?”
Bpk. Zakaria : Maksudnya, dia masih
sangat muda. Seorang anak laki-laki dia masih anak-anak. Ibn Massood
sudah hafal banyak, tetapi orang ini masih anak-anak, Ibn Massood
protes.” Dan pada saat beliau berdiri untuk protes, tidak menyetujui
pembakaran salinan-salinan Qur’an.” Kita masih mengutip Dr. Taha Hussein
dari bukunya yang berjudul Al Fitnal Kubra” atau “Hasutan yang luar
biasa” volume 1 halaman 160 sampai 183, sekali lagi, kita ulangi: “Dan
pada saat Ibn Massood mulai protes, tidak menyetujui pembakaran
salinan-salinan Qur’an,” Apa yang Uthman lakukan padanya? “Beliau
membawanya keluar masjid dengan kekerasan dan berulang kali
membantingnya ke tanah sampai tulang rusuknya remuk.” Sangat keras, dan
hal ini banyak surah dan ayat-ayat yang hilang, seperti yang sudah kita
ketahui sebelumnya.
Pembawa Acara : Ini sangat aneh dan
juga sulit untuk diterima. Saya tidak bisa tapi menyimpulkan dari apa
yang Bapak katakan atau lebih dimengerti dari apa yang Bapak katakan,
bahwa Bapak menantang keautentikan Qur’an, Islam dan Muslim secara umum.
Bpk. Zakaria : Ya, anda tidak bisa
mengambilnya dengan cara seperti itu. Siapa saya, menantang keautentikan
Qur’an, Islam dan Muslim? Hal yang pertama kali saya selalu tekankan,
adalah saya sungguh mengasihi orang-orang Muslim, semua orang Muslim,
mengapa? Karena mereka ciptaan Allah dan hasil karya tanganNya, mereka
sangat berharga dimataNya. Ini berlaku bagi setiap orang, Allah
mengasihi manusia. Jadi kamipun mengasihi saudara-saudara Muslim kami,
namun kami juga ingin mereka tahu kebenaran, saya tidak sedang menantang
atau menyerang. Pertama-tama kami bukanlah berasal dari organisasi anti
Islam manapun, tidak dari lokal ataupun internasional. Kami hanya
didorong oleh kasih, kami mencari keselamatan saudara Muslim, supaya dia
dapat mengenal jalan Allah.
Pembawa Acara : Apa maksud Bapak dengan “keselamatan orang Muslim”?
Bpk. Zakaria : Keselamatan orang
Muslim. Ketika Allah menciptakan manusia, manusia ada dalam keadaan dan
sikap yang terbaik; murni, suci, benar, dan penuh kasih karunia. Tapi
ketika setan memperdayanya, Adam dan istrinya dibawa turun dari taman
Firdaus. Qur’an mengatakan secara tersurat, “Turun darinya, oleh karena
kamu semua.” Dalam bentuk jamak, sebut saja anda dan keturunan anda,
sesuai dengan komentar-komentar Qur’an. Saya sedang berbicara dari sisi
Islam sekarang, Adam menjadi seorang asing dari hadirat Ilahi, terpisah
dari Allah.
Pembawa Acara : Namun yang saya maksud
dengan pertanyaan saya kepada Bapak Pendeta, untuk memberikan kepada
kami jawaban sebagai seorang Kristen. Apakah Bapak ingin
mengkomunikasikan sebuah pesan kepada orang Muslim? Apa itu?
Bpk. Zakaria : Saya akan tetap
mengatakan hal yang sama. Allah menciptakan manusia dalam rupaNya dan
gambarNya, lalu manusia berdosa, dia disingkirkan dari hadirat Allah dan
terpisah dari kehidupan; dari Allah – sumber kehidupan, dan ada
dibawah hukuman mati. Manusia mati, karena? Dosa. Dosa, ya. Adam
berdosa, dia berontak dan dia terpisah dari Allah karena
ketidaktaatannya. Allah, dalam kasihNya, sudah menciptakan ciptaan ini
dan tidak akan membiarkannya musnah. Dan karena kasihNya Dia mau
menyelamatkannya, dan memulihkannya kembali ke keadaan semula. Dan
karena itulah, sampailah pada rencana penebusan, rencana penebusan,
katakan, Yesus Kristus datang, lahir dari perawan Maria. Untuk
menggenapi penebusan umat manusia, mati ganti manusia. “Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia menganugerahkan anakNya
yang tunggal, supaya semua orang yang percaya kepadaNya ridak akan
binasa tapi memperoleh hidup kekal.” Tapi bagaimana orang Muslim
menerima Kristus, sementara Qur’an berkata bahwa orang Kristen adalah
kafir dan Injil telah disesatkan? Maka orang Muslim menutup pintu dan
hidup tanpa kepuasan dengan agamanya sendiri dan tidak dapat menemukan
hal lain untuk memuaskannya.
Pembawa Acara : Saya hampir mendengar
Bapak berkata bahwa dalam setiap orang terdapat sebuah kebutuhan, ada
kerinduan dan kehausan akan pencipta didalam yang diciptakan, jadi
bagaimana saya bisa memiliki hubungan dengan Allah?
Bpk. Zakaria : Tepat sekali, Allah
sudah melakukan segala sesuatunya. Semuanya terserah pada manusia untuk
menerima rencanaNya. Allah telah melakukan segalanya, karena manusia
tidak dapat melakukan apapun. Alkitab mengatakan, “Karena kasih karunia
kamu diselamatkan, oleh iman. Ini bukan hasil usahamu, ini pemberian
Allah.” Manusia hanya mencari keselamatannya, mencari kenyamanannya
sendiri karena selama manusia terpisah dari Allah tidak ada damai
sejahtera: “Tidak ada damai sejahtera bagi orang jahat, demikianlah
firman Tuhan.”
Damai sejahtera datang hanya ketika ia
didamaikan dengan Allah dan dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia
dengan diriNya tanpa memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran mereka.
Pembawa Acara : Ini bagus sekali.
Bpk. Zakaria : Ya, Kristus dengan rela
mengampuni dosa-dosa manusia. Ketika manusia menerima penebusanNya, maka
Dia akan mengampuniNya. Dia katakan diatas kayu salib, “Bapa ampuni
mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Jadi pintu
tertutup di hadapan saudara Muslim saya, jadi manusia tidak bisa
menerima anugerah keselamatan dan kelegaan (istirahat) yang kekal dan
kebahagiaan. Oleh karena itu, saya mendorong orang-orang Muslim untuk
bertanya. Membaca Qur’an dengan penuh pendalaman, membaca
komentar-komentar dengan seksama, membaca tradisi dengan pengertian dan
bertanya kepada sheikh-sheikh. Dapatilah sebuah solusi dan jalan, karena
hidup kekal anda lebih berharga daripada dibawa pada kesia-siaan.
Carilah Allah.
Pembawa Acara : Terima kasih banyak,
apa yang Bapak katakan adalah bahwa agama tidak menuntun kepada Allah.
Tapi imanlah yang membawa kita pada Allah. Terima kasih.
Bpk. Zakaria : Ya, iman dalam (melalui)
agama. Karena agama mengajarkan kita tentang iman, saya tidak sedang
membicarakan sebuah agama yang hanyalah seperangkat aturan-aturan saja.
Tidak, agama yang menawarkan kita iman, menawarkan kita Allah, dan
menawarkan kita anugerah. Karena itu carilah supaya anda bahagia
selamanya.
Pembawa Acara : Terima kasih banyak.
Pemirsa terkasih, kita sudah mendengar bahwa Allah rindu semua manusia
diselamatkan dan datang kepada pengenalan akan kebenaran. Sekali lagi
kami berterima kasih kepada anda karena sudah mengunjungi kami, dan
mengijinkan kami untuk menjumpai anda dalam episode ini. Dan sampai kita
berjumpa lagi, kami menyambut semua pertanyaan anda yang dapat anda
kirimkan kepada kami melalui alamat yang tertera dilayar kaca anda. Terima
kasih, sampai jumpa lagi, kiranya anugerah Allah menyertai anda semua.
Bpk. Zakaria : Amin.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/