Top Posts
                        Surga Islam: Rumah Pelacur AllahDendam Seorang Pria 
Saudi: Menikahi 4 Orang Wanita Karena Tantangan Mantan IsterinyaSaat 
Cendekiawan Mekah berdebat dengan MuhammadTANYA JAWAB ISLAM-KRISTENMENINGGALKAN 
ISLAMMUHAMMAD manusia no 1 dari 100 orang paling berpengaruh sepanjang 
masaHasil Survey: Toleransi Beragama Warga JABODETABEK Makin LunturBirahi 
Sexual Nabi MuhammadDaftar Muslim yang Meninggalkan IslamYESUS & 
MUHAMMADKontroversiNaskah Quranic SANA'A (Bagian 2)          Categories

        Select Category
        1000 Kesalahan Quran  (12)
        ALLAH  (14)
        ALQURAN  (25)
        ANTIKRISTUS  (30)
        AYAT QURAN  (47)
        BERITA  (49)
        BUKU BARU  (20)
        DEBAT  (9)
        DEMOKRASI&HAM  (1)
        DOSA  (1)
        HUKUM  (2)
        INJIL  (7)
        IPTEK  (4)
        ISA ALMASIH  (12)
        ISLAM  (34)
        ISLAMIC INVASION  (2)
        JIHAD  (3)
        KABAH  (1)
        KESAKSIAN  (15)
        KISAH QURAN  (5)
        KRISTEN  (9)
        LANGKA UNIK  (2)
        MUHAMMAD  (58)
        MURTADIN  (67)
        MUSLIM  (13)
        PAKAIAN  (3)
        PEMBUNUHAN  (8)
        PERANG  (5)
        PRIA  (3)
        SAINS  (1)
        SURGA  (4)
        SYARIAT  (17)
        TAQIYA  (2)
        TERORISME  (6)
        Uncategorized  (5)
        VIDEO  (11)
        WANITA  (39)
        YESUS  (16)




Blogroll

        1000 KESALAHAN QURAN30 Days InternationalADA APA DG MUSLIMAGAMA 
PALSUANSWERING ISLAMARAB BIBLE SOFTWARE FREEArab World MinistriesARTIKEL 
ISLAMARTIKEL2 SAM SHAMOUNASAL USUL QURANAYAT-AYAT SETANBaca Alkitab bhs 
ArabBERITA MUSLIM SAHIHBUKTI SAKSICHRIST, MUHAMMAD & ICONVERSATION WITH 
MUSLIMDEBAT ISLAM KRISTENDIAN EDEWDISKUSI ISMAIL ISHAKDOWNLOAD ARAB 
BIBLEDOWNLOAD ARAB BIBLE MP3DULADIE-BOOKS ISLAMEX MUSLIM INGGRISEX MUSLIM 
JERMANFAITH FREEDOMFAITHFREEDOM WIKIFF INDONESIAFormer Muslims United 
(FMU)FORUM MURTADIN INDONESIAFREE 100 BUKU Dr. BoutrosFUCK MUHAMMADGEERT 
WILDERSGENSGTER of MOHAMMEDGOSPEL-INJILGRATIS AUDIO ALKITAB BHS ARABHIDDEN 
LIESIBNU WARRAQIJTIHAD INDONESIAIn Search of MuhammadINDEX ISLAMINDONESIA 
EX-MUSLIM FORUMINFO FOR MUSLIMINJIL BAGIMUISA DAN ISLAMISLAM DAN KRISTENISLAM 
EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM MENANTI YESUSISLAM SESATISLAM VS 
KRISTENISLAM WATCHISLAM: AGAMA DAMAI?ISLAMIC INVASION bhs INDONESIAISMAIL 
DIBERKATIISMAIL
 SAUDARAKUJawaban Sam ShamounJELAS NGGAKJIHAD DI BARATJIHAD WATCHJOELS 
TRUMPETKABAR BAIKKEBENARAN ISLAMKESAKSIAN EX-MUSLIMKESAKSIAN EX-MUSLIM 
2KESALAHAN QURANKOCAK HUMORKONTRADIKSI ALKITAB BlogKONTRADIKSI 
ALKITAB-Sarapanpagi.orgKONTROVERSI AYAT2 SETANKRITIK THD ISLAMLASKAR 
MURTADINMARK A GABRIELMENGENAL ISLAMMENGENAL ISLAMMENGENAL MUHAMMADMENJAWAB 
ISLAMMESJID TUHANMinistry to MuslimsMORE THAN DREAMSMUHAMMAD 
SAWMUHAMMAD-ZAINABMUSLIM BERTANYAMUSLIM HARUS TAHUMUSLIM HOPEMUSLIM JADI 
KRISTENMuslim Journey to HopeMUSLIM YG DICERAHKANMY SPEARPEDSONPERCAKAPAN 
DENGAN MUSLIMPRESTASI MUHAMMADPROPHET OF DOOMPUTRA HAMASRELIGION OF PEACEROBERT 
MOREYROD PARSLEYSALMAN RUSHDIESATE MUSLIMSAVE-DESTROY ISLAMSECRET of 
QURANSELAMATKAN MUSLIMSIAPAKAH ALLAH INISIAPAKAH ISASON OF HAMAS's BlogSON OF 
HAMAS's WebSTOP ISLAMISASI EROPA!TANYA JAWAB ALKITABTHE QURANVideo Debat 
Islam-KristenVideo Debate Islam-KristenWAFA SULTAN ON YOU TUBEWEB IRSHAD 
MANJIWHY I AM NOT A MUSLIMWIKI
 ISLAMWomen against ShariahYESUS & MUHAMMAD
                Recent Posts
                Dendam Seorang Pria Saudi: Menikahi 4 Orang Wanita Karena 
Tantangan Mantan IsterinyaHasil Survey: Toleransi Beragama Warga JABODETABEK 
Makin LunturDUA HADIAH TAK TERNILAI – Gratis untuk Anda!!!PERSAMAAN MUHAMMAD, 
HITLER & STALIN350 Jemaah Haji Meninggal di Arab SaudiRumah Akan Diserbu, Dewi 
Persik Tantang FPIApakah Benar Nabi Ibrahim Pernah Berkunjung ke 
kota Mekah?Apakah Islam Sebuah Agama Yang Cinta Damai?Pemuda Palestina Walid 
Husayin di Balik Blog Hina Muhammad yang HinaThe Voice of Shari’a – 
Suara ShariahApakah Islam Dan Syariah Lebih Memiliki Kemiripan Dengan Ideologi 
Nazi Daripada Agama?Kelompok Ultra Kanan Jerman Terus Kampanyekan 
Penolakan Masjid KolnQURAN TERKONTAMINASI MITOS KUNOMenlu Norwegia Larang Saudi 
Bangun dan Biayai Masjid di Norwegia22.000 TKI Disiksa Majikan: Menanti fatwa 
MUI dan aksi FPI!
                Penarikan Kembali Ayat-Ayat Quran 
(Ep 24)http://conversation-with-muslim.blogspot.com/


                                Episode 24

(sambungan 4 + ayat-ayat yang tidak ada)

Pembawa Acara : Pemirsa terkasih, 
selamat datang sekali lagi di episode kami yang baru dalam acara 
“Questions about Faith.” Pada episode terdahulu, kami berbicara tentang 
menarik kembali dan ayat-aya yang ditarik kembali. Saya ingin 
menyebutkan sebuah ayat dari Quran, yang sudah saya baca dalam salah 
satu Surah, Surah 12, Yunes ayat 94 yang berbunyi, “Jikalau kamu ragu 
mengenai apa yang telah kami turunkan kepadamu maka bertanyalah kepada 
mereka yang sudah membaca Buku/Kitab sebelum kamu, kebenaran sudah 
datang kepadamu dari Tuhanmu, jadi janganlah menjadi orang yang bimbang”
 Dan selamat datang kepada Bapak Pendeta Zakaria Botros, tamu kita yang 
sudah ada bersama-sama dengan kita. Silahkan Bapak memberikan ringkasan 
kepada kita mengenai topic penarikan kembali sekali lagi, agar kita bisa
 melanjutkan topik ini.
Bpk. Zakaria : Penarikan kembali di 
dalam Qur’an berarti sebuah pemindahan (penggantian) aturan-aturan dari 
ayat-ayat tertentu, dan bukan hanya aturan semata, tapi hal-hal yang 
lain juga, seperti penghapusan, penggantian dan alterasi/peralihan 
seperti yang telah kita saksikan di episode-episode terdahulu. Ya, dan 
kita berhenti pada bahasan kita tentang jenis-jenis dari penarikan 
kembali, seperti yang ditetapkan oleh cendikiawan-cendikiawan penarikan 
kembali di Islam. Kami sudah katakan bahwa mereka terdiri dari 3 
kategori. Yang pertama adalah penarikan kembali huruf atau tulisan dari 
sebuah ayat, tetapi aturannya tetap berpengaruh. Apa artinya “tulisan”? 
Artinya teks dari ayat itu sendiri, firman yang tertulis dalam Qur’an, 
teksnya sudah ditarik kembali, kita bisa bilang sudah tidak ada lagi di 
Qur’an. Sudah dibatalkan, tetapi aturannya masih ada. Dan
 apa maksudnya? Maksudnya ialah aturannya masih berlaku. Orang-orang 
Islam masih menjalankan aturan-aturan mereka? Ya, sebuah contoh apa yang
 kami sudah sebutkan di episode yang lalu, tentang penjinah baik 
laki-laki dan perempuan yang harus dirajam sampai mati. Omar Ibn El 
Khattab berkata, “Ayat ini sebelumnya ada dalam Qur’an dan  karena takut
 aku dituduh menambahkan kitabnya Allah, aku akan menulis ayat ini 
sendiri dengan tanganku sendiri.” Dan orang-orang Muslim masih merajam 
laki-laki dan perempuan yang berjinah.
Pembawa Acara  :  Kategori kedua?
 
Bpk. Zakaria :  Kategori yang lain 
adalah benar-benar kebalikannya, ada sangkut pautnya dengan ayat yang 
aturannya telah ditarik kembali, tetapi tulisannya masih diterima dalam 
Qur’an. Artinya firmannya tetap ada namun mereka tidak berlaku. Contoh 
yang kita sudah bicarakan disini adalah contoh 124 ayat dalam Qur’an 
yang mendorong umat Muslim untuk berurusan dengan orang-orang non-Muslim
 secara damai, seperti: “Jika mereka cenderung kepada perdamian, 
demikian jugalah kamu.”  “Kamu memiliki agamamu dan aku memiliki 
agamaku.” Lalu sebuah ayat dalam Surah AtTaubah ayat 5 yang 
memerintahkan umat Muslim untuk membunuh orang-orang non-Muslim, satu 
ayat ini telah membatalakan 124 ayat. 124 ayat tersebut masih ada dalam 
Qur’an namun aplikasinya sudah dihentikan. Jika anda berbicara pada 
beliau dan berkata, “Mengapa anda tidak berargumentasi dengan kami 
dengan cara yang sopan?” Beliau akan menjawab anda, “Oh, tidak ayat ini 
sudah batal, ini sudah ditarik kembali. Tidak ada jalan lain kecuali 
membunuh. Kamu pilih memeluk Islam atau kamu dibunuh.” “Perangilah 
mereka yang tidak percaya kepada Allah yang juga tidak melarang apa yang
 Allah dan utusannya telah larang, yang tidak percaya pada agama yang 
sejati yaitu Islam, bahkan mereka orang-orang yang Kitab.” Itu berarti, 
orang-orang yang sebelumnya berdamai dengan dia, sekarang sudah dia 
batalkan. Jadi sekarang kita sudah membahas tentang ayat-ayat yang 
tulisannya telah ditarik kembali, tetapi aturan mereka tetap diterima, 
dan sebaliknya, yaitu ; ayat-ayat yang aturan dan tulisannya 
kedua-duanya sudah ditarik kembali. Baik ayat-ayat dalam Qur’an ataupun 
aturannya sudah tidak dapat diberlakukan lagi.
 
Pembawa Acara  :  Namun kemana ayat-ayat itu telah pergi?
 
Bpk. Zakaria :  Itu dia pertanyaannya. 
Sebenarnya, kita menujukan pertanyaan ini kepada cendikiawan-cendikiawan
 penarikan kembali, dan sungguh mereka datang dengan jawaban-jawaban 
yang keluar jalur. Apa yang kita mau adalah cendikiawan-cendikiawan  
universitas Al Azhar menjelaskan situasi ini, kita membaca hal-hal 
tersebut. Ketika saya bertanya (meminta) kepada salah seorang 
cendikiawan untuk menjelaskan  hal-hal itu maksud saya tidak sekedar 
menjawab dengan satu kata saja dan bilang, “Tidak, itu salah.” Saya 
mebutuhkan beberapa penjelasan, sesuatu yang menghargai pikiran pemirsa 
tolong koreksi kami jika itu salah, dan mengapa demikian. Dan 
jelaskanlah jika hal itu terdengar masuk akal atau tidak. Al Zohary 
mengatakan dalam bukunya, “Nawasek El Qur’an” “Penarikan kembali dalam 
Qur’an” oleh Gamal El Deen Ibn el Joozy, halaman 33. Mari kita baca 
cerita yang sangat aneh ini tentang nabi Muhammad. Ayat itu mengatakan, 
“Abu Imama memberitahuku bahwa sejumlah teman-teman nabi berkata kepada 
beliau bahwa ada seseorang diantara mereka terjaga ditengah malam, ingin
 mengucapkan sebuah Surah yang sudah dia hafalkan,” sebuah Surah Qur’an.
 Dia mengingat-ingatnya. Jadi sepanjang malam dia bangun untuk 
mengucapkannya. Namun dia tidak bisa mengingat bagian apapun kecuali 
bagian yang berkata, “Dalam nama Allah, Maha Pengasih, Maha Pengampun”, 
jadi dimana ayatnya? Dia lupa. Lalu apa yang dia lakukan orang itu? Pagi
 harinya dia pergi kepada nabi. Siapa yang menceritakan kami  hal ini? 
Sekali lagi Al Zohary dalam bukunya yang berjudul “Nawasekh Al Qur’an” 
“Penarikan kembali dalam Qur’an” sebuah buku ditulis oleh Gamal El Deen 
Ibn El Joozy.  Ini bukanlah penemuan kami sendiri.
 
Pembawa Acara :  Dan saya kira buku ini sedang beredar dan seseorang mungkin 
membacanya.
 
Bpk. Zakaria :  Ya, ada di toko 
buku-buku Islam. Ketika paginya dia datang dan bertanya kepada nabi 
tentang hal itu, lalu nabi berkata, “Orang lain datang juga dengan 
tujuan yang sama.” Jelas sekali, ada orang-orang lain yang pernah 
mendengar dan menghafalnya, dan ketika mereka mau mengingatnya, mereka 
tidak bisa, hilang begitu saja. Jadi pagi itu mereka semua datang dan 
berkumpul bersama dengan maksud ingin bertanya kepada nabi. “Nabi 
memberi ijin kepada mereka, jadi mereka bertanya kepada nabi tentang 
Surah itu.” Artinya nabi mengijinkan mereka untuk berbicara, maka mereka
 mulailah berbicara, ”Semalam kami sudah mencoba menghafal sebuah Surah 
sedemikian rupa, tapi kami lupa begitu saja. Ini apa yang Al Zohary 
katakan dalam bukunya: ”Muhammad terdiam selama 1 jam penuh dan tidak 
memberi jawaban apapun kepada mereka.” Satu jam penuh. Mungkin beliau 
sendiri sedang mencoba untuk mengingat surah itu atau suatu hal. “ Lalu 
beliau berkata … Surah itu sudah ditarik kembali semalam.” Dan 
demikianlah jawabannya, surah itu sudah ditarik kembali di waktu lampau.
 Anda tahu, pertanyaan yang terus menghantui saya adalah ayat yang anda 
sebutkan: ”Kami telah mengirim pengingat  dan kami bermaksud 
menjaganya,” atau memeliharanya.  Seberapa efektifnyakah ayat ini? Dari 
mana ayat ini bertindak dalam peristiwa ini? Anda tahu apa jawaban yang 
paling sederhana yang mereka berikan kepada anda? Sesuatu yang biasa 
kita dengar, mereka katakan bahwa tradisi ini lemah, ditulis oleh 
seorang manusia. Ini dibuat-buat, tidak sempurna, tidak selaras. Atau 
mereka memberikan kepada anda salah satu dari 35 kelemahan tradisi.
 
Pembawa Acara :  Pertanyaan saya adalah adakah jawaban yang obyektif untuk 
pertanyaan-pertanyaan ini?
 
Bpk. Zakaria :  Ya dan masuk akal juga. 
Abu Bakr El Razy mengomentari issue ini, beliau mengomentari bagian 
Penarikan kembali, “yang ceritanya dan aturannya telah dibatalkan”. Apa 
yang El Razy katakan? “Hal ini mungkin hanya diselesaikan oleh Allah 
yang menyebabkan mereka lupa dan memindahkan ayat-ayat itu dari ingatan 
mereka, dan memerintahkan mereka untuk berhenti menceritakan dan menulis
 ayat-ayat itu dalam Qur’an.  Dan waktu itu mereka akan jatuh ke dalam 
kelalaian.” Sekarang dimanakah Abu Bakr El Razy mengatakan hal ini? 
Mengacu pada buku, “Al Itqan Fi Ulum El Qur’an” oleh Galal El Deen 
Siouty, volume 2, halaman 26, dalam bahasa Arab. Lalu mengapa Allah 
mewahyukan ayat ini jika Ia akan menghapusnya dan menyebabkan ayat ini 
dilupakan? Ini adalah tanda tanya besar. Dengan segala hormat kepada 
para cendikiawan, seharusnya ada jawabannya, sudah jelas? Itu satu 
contoh, sekarang mari kita ke surah Al Ahzab. Silahkan, dalam surah 33 
di Uthmanic Qur’an. Shareek Ibn A’assem memberitahukan karangan-karangan
 Zerr berikut ini: “Obayy Ibn Abi Ka’ab berkata kepadaku, bagaimana kamu
 membaca surah Al Ahzab? Aku menjawab 73 ayat. Ini adalah ayat-ayat 
dalam Qur’an, beliau menjawab, aku bersumpah, ayat ini telah diwahyukan 
kepada Muhammad dan ayat ini sama dengan surah Al Baqara atau mungkin 
lebih besar dari itu.” Apakah anda tahu terdapat berapa ayat dalam surah
 El Baqara? 286 ayat, darisini kita rangkum bahwa surah Al Ahzab 
memiliki 286 ayat atau lebih sekarang hanya tersisa 73 ayat saja, anda 
dapati semua ini tertulis dalam sebuah buku berjudul “Al Tah Theeb” 
volume 10, halaman 42 sampai 44 dalam bahasa Arab, anda temui hal ini 
juga dalam buku “Nawasekh El Qur’an” oleh Gamal El Deen Ibn El Joozy 
halaman33.
 
Pembawa Acara :  Saya bertanya-tanya kemana ayat-ayat tersebut hilang.
 
Bpk. Zakaria : Allah mengangkat mereka, 
menghapus mereka dan sengaja dibuat lupa, itulah jawabannya. Bagaimana 
lagi mereka bisa menjawabnya?
 
Pembawa Acara :  Kami mau menjawab pertanyaan ini.
 
Bpk. Zakaria :  Hal yang ketiga, anda 
tahu topik ini sangat luas begitu besar dan apa yang anda dengar 
sangatlah aneh, benar-benar ganjil. Itulah mengapa orang itu berkata 
dalam bukunya: “Banyak cendikiawan dan komentator Islam menghindar hal 
ini, ini adalah issue yang sulit dan sukar (Dia sedang membicarakan 
penarikan kembali), dan banyak cendikiawan dan komentator Islam 
menghindar terlibat dalam pembahasan ini secara terinci. Tidak heran. 
Anda tahu apa yang saya maksudkan? Inilah kesaksian Aisyah. Apa yang 
Aisyah katakan? Dia bilang, surah Al Ahzab telah diceritakan pada zaman 
nabi, lebih dari pada 200 ayat. Namun ketika Uthman menulis salinannya, 
kita hanya memperoleh apa yang ada sekarang, yaitu 73 ayat. Perkataan 
ini terdapat dalam sebuah buku ditulis oleh Galal El Deen Siouty dengan 
judul, “Al Etkan fi Ulum El Qur’an” volume 2 halaman 26. Permasalahan 
yang sama lagi. Jadi kita punya kesaksian dari nabi sendiri yang 
menyatakan ayat ini telah diangkat dan dihapus malam sebelumnya, lalu 
kesaksian tentang surat Al Ahzab, yang mereka bilang tadinya panjang, 
lalu dikurangi menjadi 73 ayat saja. Sekarang kita tiba pada kesaksaian 
Omar Ibn El Khattab. Omar Ibn El Khattab mengatakan, “Janganlah kiranya 
seorang dari padmu berkata aku sudah menerima seluruh Qur’an. Bagaimana 
kamu tahu arti dari seluruh Qur’an? Banyak dari isi Qur’an yang hilang.”
 Banyak dari isi Qur’an sudah hilang? Ini adalah kesaksian dari salah 
satu penjelasan khalif  . Kemudian beliau berkata, “Tapi sekiranya dia 
berkata aku telah menerimanaya yang telah datang kepada terang.” Ini 
sungguh aneh. Jadi dimana referensi ini? Ini ada di Galal El Deen El 
Siouty, dalam bukunya Al Etqan Fi Ulum El Qur’an, volume 2 halaman 26.
 
Pembawa Acara :  Bapak katakan bahwa kemudian sebuah bagian dari Qur’an telah 
hilang dan Bapak bertanya dimana itu.
 
Bpk. Zakaria :  Benar. Mari kita baca 
lebih lanjut. Al Siouty bilang dalam karangan-karangan Abdy, putra Abdy:
 “ Omar berkata kepada El Rahman Ibn O’uf: “Tidakkah kamu dapati 
diantara yang sudah diwahyukan (dinyatakan) kepada kita perintah yang 
mengatakan: “Berjuanglah seperti pertama kali kamu telah berjuang, 
karena kami tidak mendapatinya lagi.” Belaiu menjawabnya, “Ayat itu 
sudah ditinggalkan diantara ayat-ayat yang dikeluarkan dari Qur’an.” 
Inilah yang Al Siouty katakan bahwa ayat itu sudah dikeluarkan begitu 
saja.
 
Pembawa Acara :  Ini sungguh tidak masuk akal.
 
Bpk. Zakaria :  Sangat susah untuk 
dimengerti. Tapi dimanakah pikiran-pikiran yang akan percaya hal ini 
sekarang? Mengapa mereka tidak mau umatnya berpikir?
Bukankah seharusnya anda memperkenalkan 
agama anda secara menyeluruh dengan cara yang masuk akal, untuk 
meyakinkan akal budi? Tidakkah anda saudara-saudara Muslim terkasih, 
bangga akan kenyataan bahwa Islam adalah sebuah agama yang masuk akal? 
Bukankah demikian? Baiklah, kalau begitu bicaralah pada kami perihal 
issue ini dengan akal budi. Anda tahu, pernah dengar tentang Uthman Ibn 
Affan? Bapak sendiri mendengar tentang salinan Qur’an beliau? Ya. Apakah
 anda memperhatikan perubahan-perubahan yang dibuat didalamnya?
 
Pembawa Acara :  Maksud Bapak bahwa dalam salinan itu, ada perubahan?
 
Bpk. Zakaria :  Baiklah dengarkan ini. 
Haggang Ibn Joreih memberitahu kita: “Abi Hamida berkata kepadaku pada 
karangan-karangan Hamida, putri Yunis. Dia mengatakan, “Ketika ayahku 
berumur 80 tahun beliau bercerita kepadaku dari salinan Aisyah , sebagai
 berikut – ‘Allah dan malaikat-malikatNya, berdoa bagi nabi, hai kamu 
yang percaya berdoalah baginya dan berdamailah bagi mereka yang berdoa 
dibarisan depan.’ Lalu dia menambahkan,” inilah adalah kasus sebelum 
Uthman merubah salinan Qur’an.” Sebelum Uthman merubah salinannya? Dan 
disetujui dalam referensi-referensi Islam? Sama seperti Galal El Deen El
 Siouty dalam bukunya, “Al Etqan Fi Ulum El Qur’an”, voume 2 halaman 26.
 contoh-contoh yang sangat janggal, yang telah ditarik kembali, baik 
tulisan maupun perintah atau aturannya.
 
Pembawa Acara :  Saya tidak sedang 
mengelak disini, tapi saya mau jeda disini dan menyebutkan bahwa ayat 
yang berkata,  “Bahwa Allah dan malaikat-malaikatNya berdoa bagi nabi,” 
tidakkah lebih pantas mengatakan nabi berdoa kepada Allah bukan 
sebaliknya Allah Maha Besar berdoa bagi nabi?
 
Bpk. Zakaria :  Tentu saja, secara 
logika dan bahasa, berdoa ada kaitannya dengan hamba dan tuannya, Allah 
Maha Tinggi. Tidak ada arti yang lain. Dari yang diciptakan kepada 
penciptanya. Namun untuk membenarkan hal ini, mereka berkata “doa” dalam
 bahasa Arab berasal dari kata “hubungan.” “Doa”  berasal dari sebuah 
akar kata yang berbeda dari “berkat”. Dari sumber apa, mereka bisa 
sampai pada kata berkat? Anda tahu, adalah baik menghormati kepandaian 
(akal budi) orang-orang. Sekarang kita tiba pada contoh-contoh ayat-ayat
 yang tulisan dan peraturannya telah  ditarik kembali. Saya sudah 
berikan 4 contoh dan sekarang yang ke-5, ini adalah kesaksian Muslima 
Ibn Makhled. Mengutip Abi Sifyan El Kala’ay, bahwa ini sudah menyebutkan
 sebelumnya Muslima Ibn Makhled berkata kepada mereka satu hari, 
“Beritahu saya dua ayat dari Qur’an yang tidak ditulis dalam Mushaf.” 
Tapi mereka tidak dapat memberitahu beliau. Abu El Kanood Sa’ad Ibn 
Malek juga hadir disana, maka Ibn Muslima berkata, “Barang siapa yang 
percaya dan pindah atau migrasi dan berperang demi Allah dengan harta 
mereka dan nyawa mereka, bersuka-citalah, kamulah yang sejahtera dan 
mereka yang memberi tumpangan kepada nabi dan mendukung nabi dan 
bertengkar atas nama nabi dengan teman yang murka nabi ada atasnya. 
Tidak seorangpun dari mereka sadar akan kesenangan-kesenganan yang 
tersimpan rahasia bagi mereka sebagai sebuah upah atas apa yang sudah 
mereka lakukan.” Ayat ini sudah tidak ada lagi di Qur’an yang sekarang, 
lagi-lagi ini disebut oleh Galal El Deen El Siouty dalam bukunya, “Al 
Etqan Fi Ulum Al Qur’an.” Dalam volume yang sama dan halaman yang sama. 
Tidakkah ini ganjil? Tidakkah ini aneh? Saya akan selesaikan ini sampai 
disini dengan apa yang Dr. Taha Hussein tulis. Dr. Taha Hussein 
mengomentari apa yang Uthman Ibn Affan telah lakukan, sebut saja 
semangatnya/gairahnya akan salinan-salinan Qur’an dan ayat-ayat yang 
sudah diungkapkan dalamnya. Tentu saja, kita semua tahu cerita tentang 
Uthman Ibn Affan dan pemabakaran Mus’haffs, seharusnya terdapat 7 bacaan
 atau 7 Mus’haffs yang berbeda dan ketika Uthman Ibn Affan melihat 
suku-suku bangsa bertengkar karena perbedaan-perbedaan ini. Dan ketika 
Ibn Massood mengatakan terdapat 1700 perbedaan diantara mereka, beliau 
membawa 6 salinan Qur’an, membakar semuanya dan hanya menyimpan satu 
salinan saja. Jadi Dr.Taha Hussein sedang mengomentari insiden ini, 
beliau menyatakan sebagai berikut: “Nabi doa dan damai Allah ada 
atasnya, dikatakan bahwa Qur’an diwahyukan dalam 7 huruf “ (ini 
benar-benar apa yang sedang kita bahas disini). “Itu semua cukup dan 
dapat memutuskan dan pada saat Uthman membuang salinan-salinan tersebut 
dan membakar yang dia bisa bakar, dia sedang membuang teks yang 
diwahyukan oleh Allah dan membakar tulisan-tulisan yang berisi Qur’an, 
yang orang Muslim telah menerimanya dari utusan Allah.” Dia telah 
membakar dan membuang fungsi dari ayat-ayat tertentu, dia melanjutkan: 
“Dan Imam ini tidak berhak untuk membatalkan 1 huruf pun dari Qur’an, 
tidak juga menghapus satu teks pun. Apalagi dia – yaitu Uthman Ibn Affan
 – telah mengutus hanya beberapa teman-teman nabi untuk menulis Qur’an 
dan meninggalkan sejumlah besar penulis yang sudah mendengar Qur’an dari
 nabi dan berketetapan untuk mengingatnya dari beliau. Dia mengutus 
hanya beberapa saja dari mereka, untuk menulis Muss’haf.  Ini adalah 
sebuah titik celah. Dan karena itu kita mengerti alasan kemarahan dari 
Ibn Massood, karena Ibn Massood adalah seorang yang terbaik yang hafal 
Qur’an dan menurut kesaksiannya sendiri, dia telah menghafal 70 surah di
 Qur’an dari mulut nabi sendiri, itulah Ibn Massood. Kemudian siapa yang
 ..
 
Pembawa Acara :  Dan Ibn Massood meninggalkan segala sesuatu?
 
Bpk. Zakaria :  Tepat. Orang ini, dengan
 semua pengetahuannya dan ingatannya yang luar biasa telah ditinggalkan 
sepenuhnya. Dan siapakah yang mereka bawa? Seorang yang bernama Zeyd Ibn
 Thabet. Mari kita baca apa yang dikatakan disini. Zeyd Ibn Thabet, yang
 diutus untuk menyatukan Qur’an bahkan belum mencapai pubertas. Pada 
waktu Ibn Massood sudah hafal 70 surah, dan ketika Ibn Massood berdiri 
untuk protes
 
Pembawa Acara :  Maaf, apa arti dari  “mencapai pubertas?”
 
Bpk. Zakaria :  Maksudnya, dia masih 
sangat muda. Seorang anak laki-laki dia masih anak-anak. Ibn Massood 
sudah hafal banyak, tetapi orang ini masih anak-anak, Ibn Massood 
protes.” Dan pada saat beliau berdiri untuk protes, tidak menyetujui 
pembakaran salinan-salinan Qur’an.” Kita masih mengutip Dr. Taha Hussein
 dari bukunya yang berjudul  Al Fitnal Kubra” atau “Hasutan yang luar 
biasa” volume 1 halaman 160 sampai 183, sekali lagi, kita ulangi: “Dan 
pada saat Ibn Massood mulai protes, tidak menyetujui pembakaran 
salinan-salinan Qur’an,” Apa yang Uthman lakukan padanya? “Beliau 
membawanya keluar masjid dengan kekerasan dan berulang kali 
membantingnya ke tanah sampai tulang rusuknya remuk.” Sangat keras, dan 
hal ini banyak surah dan ayat-ayat yang hilang, seperti yang sudah kita 
ketahui sebelumnya.
 
Pembawa Acara :  Ini sangat aneh dan 
juga sulit untuk diterima. Saya tidak bisa tapi menyimpulkan dari apa 
yang Bapak katakan atau lebih dimengerti dari apa yang Bapak katakan, 
bahwa Bapak menantang keautentikan Qur’an, Islam dan Muslim secara umum.
 
Bpk. Zakaria :  Ya, anda tidak bisa 
mengambilnya dengan cara seperti itu. Siapa saya, menantang keautentikan
 Qur’an, Islam dan Muslim? Hal yang pertama kali saya selalu tekankan, 
adalah saya sungguh mengasihi orang-orang Muslim, semua orang Muslim, 
mengapa? Karena mereka ciptaan Allah dan hasil karya tanganNya, mereka 
sangat berharga dimataNya. Ini berlaku bagi setiap orang, Allah 
mengasihi manusia. Jadi  kamipun mengasihi saudara-saudara Muslim kami, 
namun kami juga ingin mereka tahu kebenaran, saya tidak sedang menantang
 atau menyerang. Pertama-tama kami bukanlah berasal dari organisasi anti
 Islam manapun, tidak dari lokal ataupun internasional. Kami hanya 
didorong oleh kasih, kami mencari keselamatan saudara Muslim, supaya dia
 dapat mengenal jalan Allah.
 
Pembawa Acara :  Apa maksud Bapak dengan “keselamatan orang Muslim”?
 
Bpk. Zakaria :  Keselamatan orang 
Muslim. Ketika Allah menciptakan manusia, manusia ada dalam keadaan dan 
sikap yang terbaik; murni, suci, benar, dan penuh kasih karunia. Tapi 
ketika setan memperdayanya, Adam dan istrinya dibawa turun dari taman 
Firdaus. Qur’an mengatakan secara tersurat, “Turun darinya, oleh karena 
kamu semua.” Dalam bentuk jamak, sebut saja anda dan keturunan anda, 
sesuai dengan komentar-komentar Qur’an. Saya sedang berbicara dari sisi 
Islam sekarang, Adam menjadi seorang asing dari hadirat Ilahi, terpisah 
dari Allah.
 
Pembawa Acara :  Namun yang saya maksud 
dengan pertanyaan saya kepada Bapak Pendeta, untuk memberikan kepada 
kami jawaban sebagai seorang Kristen. Apakah Bapak ingin 
mengkomunikasikan sebuah pesan kepada orang Muslim? Apa itu?
 
Bpk. Zakaria :  Saya akan tetap 
mengatakan hal yang sama. Allah menciptakan manusia dalam rupaNya dan 
gambarNya, lalu manusia berdosa, dia disingkirkan dari hadirat Allah dan
 terpisah dari kehidupan; dari Allah –  sumber kehidupan, dan ada 
dibawah hukuman mati. Manusia mati, karena? Dosa. Dosa, ya. Adam 
berdosa, dia berontak dan dia terpisah dari Allah karena 
ketidaktaatannya. Allah, dalam kasihNya, sudah menciptakan ciptaan ini 
dan tidak akan membiarkannya musnah. Dan karena kasihNya Dia mau 
menyelamatkannya, dan memulihkannya kembali ke keadaan semula. Dan 
karena itulah, sampailah pada rencana penebusan, rencana penebusan, 
katakan, Yesus Kristus datang, lahir dari perawan Maria. Untuk 
menggenapi penebusan umat manusia, mati ganti manusia. “Karena begitu 
besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia menganugerahkan anakNya 
yang tunggal, supaya semua orang yang percaya kepadaNya ridak akan 
binasa tapi memperoleh hidup kekal.” Tapi bagaimana orang Muslim 
menerima Kristus, sementara Qur’an berkata bahwa orang Kristen adalah 
kafir dan Injil telah disesatkan? Maka orang Muslim menutup pintu dan 
hidup tanpa kepuasan dengan agamanya sendiri dan tidak dapat menemukan 
hal lain untuk memuaskannya.
 
Pembawa Acara :  Saya hampir mendengar 
Bapak berkata bahwa dalam setiap orang terdapat sebuah kebutuhan, ada 
kerinduan dan kehausan akan pencipta didalam yang diciptakan, jadi 
bagaimana saya bisa memiliki hubungan dengan Allah?
 
Bpk. Zakaria :  Tepat sekali, Allah 
sudah melakukan segala sesuatunya. Semuanya terserah pada manusia untuk 
menerima rencanaNya. Allah telah melakukan segalanya, karena manusia 
tidak dapat melakukan apapun. Alkitab mengatakan, “Karena kasih karunia 
kamu diselamatkan, oleh iman. Ini bukan hasil usahamu, ini pemberian 
Allah.” Manusia hanya mencari keselamatannya, mencari kenyamanannya 
sendiri karena selama manusia terpisah dari Allah tidak ada damai 
sejahtera: “Tidak ada damai sejahtera bagi orang jahat, demikianlah 
firman Tuhan.”
Damai sejahtera datang hanya ketika ia 
didamaikan dengan Allah dan dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia 
dengan diriNya tanpa memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran mereka.
 
Pembawa Acara :  Ini bagus sekali.
 
Bpk. Zakaria :  Ya, Kristus dengan rela 
mengampuni dosa-dosa manusia. Ketika manusia menerima penebusanNya, maka
 Dia akan mengampuniNya. Dia katakan diatas kayu salib, “Bapa ampuni 
mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Jadi pintu 
tertutup di hadapan saudara Muslim saya, jadi manusia tidak bisa 
menerima anugerah keselamatan dan kelegaan (istirahat) yang kekal dan 
kebahagiaan. Oleh karena itu, saya mendorong orang-orang Muslim untuk 
bertanya. Membaca Qur’an dengan penuh pendalaman, membaca 
komentar-komentar dengan seksama, membaca tradisi dengan pengertian dan 
bertanya kepada sheikh-sheikh. Dapatilah sebuah solusi dan jalan, karena
 hidup kekal anda lebih berharga daripada dibawa pada kesia-siaan. 
Carilah Allah.
 
Pembawa Acara :  Terima kasih banyak, 
apa yang Bapak katakan adalah bahwa agama tidak menuntun kepada Allah. 
Tapi imanlah yang membawa kita pada Allah. Terima kasih.
 
Bpk. Zakaria :  Ya, iman dalam (melalui)
 agama. Karena agama mengajarkan kita tentang iman, saya tidak sedang 
membicarakan sebuah agama yang hanyalah seperangkat aturan-aturan saja. 
Tidak, agama yang menawarkan kita iman, menawarkan kita Allah, dan 
menawarkan kita anugerah. Karena itu carilah supaya anda bahagia 
selamanya.
 
Pembawa Acara :  Terima kasih banyak. 
Pemirsa terkasih, kita sudah mendengar bahwa Allah rindu semua manusia 
diselamatkan dan datang kepada pengenalan akan kebenaran. Sekali lagi 
kami berterima kasih kepada anda karena sudah mengunjungi kami, dan 
mengijinkan kami untuk menjumpai anda dalam episode ini. Dan sampai kita
 berjumpa lagi, kami menyambut semua pertanyaan anda yang dapat anda 
kirimkan kepada kami melalui alamat yang tertera dilayar kaca anda. Terima 
kasih, sampai jumpa lagi, kiranya anugerah Allah menyertai anda semua.

Bpk. Zakaria :  Amin.
                        




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke