Yesus dan Muhammad Sama2 Merupakan Pembunuh !!!
Pembunuh itu pekerjaannya adalah membunuh, apapun jabatan si pembunuh, sebagai
pembunuh tetap membunuh meskipun dia dinamakan Tuhan, dinamakan Allah,
dinamakan Nabi Muhammad, atau bernama Tuhan Yesus.
Tidak ada yang wajib marah atau menyangkal dengan kenyataan bahwa Yesus dalam
hidupnya sama seperti Nabi Muhammad yaitu sama2 melakukan pembunuhan2 terhadap
musuh2nya.
Terserah kepada anda masing2 untuk menilainya apakah membunuh itu buruk atau
baik, yang pasti Allah dan Tuhan juga membunuh manusia, baik manusia itu udah
tua sehingga harus mati dibunuhnya ataupun masih muda yang juga harus
dibunuhnya.
Kalo manusia seperti Yesus dan Muhammad dizaman dulu membunuh dengan pedangnya,
maka manusia dizaman sekarang membunuh dengan racun, dengan pedang, ditambah
lagi ada senjata api, bomb, dll.
Tentu Tuhan dan Allah tidak mungkin membunuhnya dengan tank atau pesawat
pembomb, dia membunuhnya dengan penyakit kanker, dengan serangan jantung,
dengan gempa bumi, dengan tsunami dll.
Tetap aja membunuh dinamakan pembunuh siapapun pelaku2nya baik Yesus, Muhammad,
nabi, Allah atau Tuhan karena sama2 membunuh maka juga sama2 dinamakan pembunuh.
Jadi kita harus pegang dulu hakekatnya, apa artinya membunuh dan apa artinya
pembunuh.
Juga sifat2 manusia dimanapun sama dari dulu hingga sekarangpun juga sama
bahkan juga dasarnya sama dengan binatang atau makhluk lainnya. Dalam ilmu
Psikiatri dikatakan setiap individu, setiap makhluk selalu memberi response
terhadap stimulus untuk membela diri baik itu untuk mendapatkan makananya
sebagai predator atau untuk mempertahankan diri menghadapi serangan. Oleh
karena itu prinsip utamanya yang sama adalah:
To Fight or To Flight !!!!
Artinya, "perangi (bunuh) atau kabur (selamatkan diri mu" dimana setiap
individu dalam mempertahankan hidupnya termasuk merebut makanan atau
mempertahankan sumber makanannya atau sumber hidupnya akan selalu memberi
response "to fight" yang bisa berarti memerangi, berperang atau mengadu
kekuatan.
Kalo posisi individu sudah jelas kalah kuat, maka untuk "fight" tentunya sia2
sama dengan bunuh diri, oleh karena itu pada mahluk yang lebih tinggi tentunya
akan dilengkapi sensor mengenali musuhnya apakah lebih kuat atau lebih lemah.
Untuk menghadapi musuh yang lebih kuat mereka sia2 melawan lebih baik lari
menyelamatkan diri. Berperang atau memerangi hanyalah berlaku kalo lebih kuat
atau terjepit tidak bisa lari.
Demikianlah, prinsip ini berlaku bagi Yesus dan juga Muhammad !!!
Pengawal Yesus yaitu Petrus, waktu mau ditangkap disuatu taman tengah malam
oleh dua serdadu Romawi, Petrus menghunus pedangnya mau melawan karena
dikiranya cuma ada dua serdadu Romawi saja. Karena yang mau ditangkap itu
adalah Yesus, maka sebelumnya juga Yesus sudah tahu. Oleh karena itu Yesus
memberi tanda kepada Petrus agar jangan melawan dan menyarungkan kembali
pedangnya. Ternyata diluar taman sudah dikepung oleh ratusan serdadu Romawi
yang bersembunyi.
Inilah pertimbangan Yesus, kalo melawan pasti mati konyol, kalo menyerah dan
diadili ada kemungkinan bisa dibebaskan.
Sama seperti Yesus, Muhammad juga sewaktu belum punya pengikut, dia sering
mengajari pendengar khotbah2nya agar menyayangi dan mengasihi musuhmu.
Keduanya Yesus dan Muhammad berasal dari bawah yang bermimpi naik keatas
menjadi penguasa.
Sewaktu belum berkuasa sebelum punya kekuatan, keduanya baik Yesus dan Muhammad
atau juga Suharto, sama2 harus mencari pengikut, mencari pendukung, mencari
anak buah sebagai kekuatan yang bisa bertempur atau menempur.
Sewaktu kita lemah belum punya kekuatan, jangan cari gara2, jangan mau diajak
adu kekuatan oleh yang lebih kuat, tapi mengalahlah, kalo perlu lari dulu kabur
bersembunyi menyelamatkan diri sambil tunggu waktu yang tepat untuk setelah
kuat nantinya balik lagi menyerang, menghancurkan dan membasmi musuh2 yang dulu
menantang itu. Itu pula yang dilakukan Muhammad dengan kabur ke Madinah
menyusun kekuatan dan kembali lagi menghancurkan dan membantai seluruh penduduk
di Mekah.
Begitulah rumusnya dulu, bukan cuma Islam, bukan cuma Kristen tetapi semuanya
memiliki prinsip survival yang sama yang tak perlu belajar dari agama, tidak
perlu belajar dari kitab suci, melainkan cukup dari instinctual.
Yesus-pun mula2 sebelum punya pengikut berkhotbah bahwa dia datang kebumi ini
untuk membawa damai, mengasihi sesama manusia seperti mengasihi dirinya
sendiri, mengasihi musuh seperti juga bukan musuhnya. Waktu dia sudah punya
sedikit pengikut maka dia mengajarkan bahwa dia datang kebumi ini bukan membawa
damai tetapi membawa pedang !!!
Meskipun Yesus dan Muhammad bermimpi menjadi penguasa, ternyata Yesus gagal
menjadi raja orang Yahudi dan dia mati masih muda sebelum berhasil mewujudkan
cita2nya menjadi raja orang Yahudi. Bahkan menjadi ketua RT perkampungan
Yahudi sekalipun dia belum berhasil. Karena itu kita belum bisa menyaksikan
sikap Yesus waktu dia berkuasa, tapi meskipun kita tidak menyaksikan tidak
mungkin beda dari yang lainnya, sebagai penguasa pasti harus dholim mendholimi
mereka yang tidak berkuasa, dan itu sudah rumus kehidupan.
Lain nasibnya Muhammad, dia berhasil menjadi penguasa, berhasil memiliki banyak
anak buahnya, dan juga berhasil menjadi pembantai suku2 disekitarnya, dengan
kekuatan dia mendholimi orang2 kafir, mendholimi penyembah berhala,
menghancurkan patung2 berhala dan dia sanggup dan musuh2nya kalah. Sebaliknya
Yesus tidak sanggup dan dianya yang kalah. Prinsipnya kalo sudah begitu
powerful hanya dua yaitu: membunuh atau dibunuh. Dan muhammad dengan angkara
murka membunuh meskipun juga akhirnya dia dibunuh.
Jadi demikianlah saudara2ku yang terkasih dalam Muhammad dan Yesus, anda tak
perlu baca Quran atau Bible, tak perlu teladan Muhammad atau Yesus, dan anda
semua sudah bisa bersikap sama seperti Muhammad dan Yesus dan tak perlu
menamakannya Sunnah nabi atau Sunnah Yesus, karena perbuatan itu bukanlah
perbuatan mulia melainkan bisa kita temukan kalo anda berminat dalam study
Psikiatri yang dinamakan "stimulus dan response" yang merupakan alat beladiri
setiap mahluk sebagai instinctual response.
Kita manusia modern yang berhasil mengembangkan cara berpikir, mengembangkan
pertimbangan2, tentunya cara2 instinctual berupa "to fight or to flight" belum
tentu kita adopsikan dalam hidup kita. Kita sekarang belum tentu lari kalo
lemah, dan belum tentu jadi penindas meskipun kita kuat. Secara global kita
sekarang terlindung oleh HAM, oleh UU negara bukan UU agama, dan yang paling
penting kita dilindungi oleh dunia Internasional apabila menghadapi bencana
alam atau didholimi penguasa yang tyrani.
Dalam dunia modern sekarang ini kita tidak perlu lagi mempelajari kitab2 suci
yang sudah sama sekali tidak cocok dengan situasi dunia sekarang. Apabila anda
aplikasikan apa yang tertulis dalam kitab suci yang anda percaya, maka hasilnya
cuma teror yang hanya akan merugikan anda sendiri dan masyarakat lingkungan
anda termasuk keluarga anda, anak isteri, maupun ayah bunda yang cuma bisa
menangisi anda yang jadi korban peluru2 Densus 88 yang dilatih dan dibiayai
oleh orang2 seluruh dunia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/