EU Dukung Palestina Untuk Pasaran Ekonominya !!!
Tidak ada bantuan yang gratis, demikianlah dukungan Eropah kepada berdirinya
dan perdamaian Palestina memang merujuk kepada pemasaran produksi Eropah dan
tenaga murah di Palestina.
Atas dasar latar belakang itulah Israel tidak susah untuk mengendalikan
dukungan UE itu. Karena apalah artinya dukungan itu kalo ajaran Islam
mengharamkan semua barang2 Eropah sehingga dukungan gratisan ini jadi sia2.
Israel sudah menyatakan, negara Palestina hanya bisa berdiri tanpa kekuatan
militer yang selalu menjadi ancaman bagi Israel, tidak ada perundingan
perdamaian untuk tawar menawar persyaratan tsb.
Seorang pejabat ekonomi di Israel memberitahukan Netanyahu bahwa kecepatan
perkembangan ekonomi Israel adalah 5% setahun, dan apabila bisa dicapai
perdamaian maka percepatan kenaikan ekonomi akan menjadi 7% setahun.
Dari informasi ini Netanyahu memberi response, bahwa dengan hanya percepatan
ekonomi 5% saja Israel sudah tidak perlu lagi perdamaian.
http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2009/nov/13/israel-peace-settlement
Netanyahu says he supports the creation of a Palestinian state. But the terms
he is offering with much of the hypothetical state's security under Israeli
control
Saat ini kehidupan orang2 di Israel sudah dirasakan aman, segala penyusupan
para pembomb bunuh diri sudah berhasil diatasi, dan dengan blokade total juga
berhasil mengatasi penyelundupan senjata sehingga tak ada satupun alasan untuk
perundingan damai.
Menurut Netanyahu, pihak Palestina sendiri belum siap melakukan perundingan
damai sehingga Israel tidak perlu memikirkan perundingan damai tapi yang
penting sekali adalah sekurity Israel sendiri. Netanyahu tidak mau memikirkan
urusan di Palestina yang terpecah dua dan tidak mau berunding dengan siapapun
untuk memberi kesempatan musuh2nya memperkuat diri mereka.
Israel sudah tenang dengan status quo ini, tidak siapapun bisa menyalahkan
Israel yang melindungi kedaulatannya negaranya dari ancaman luar dan Israel
juga tidak akan pernah menyerang keluar kecuali diserang.
Kenapa Israel yang harus disalahkan? Yang jelas Palestina itulah yang terpecah
belah yang sama sekali bukan tanggung jawab atau urusan Israel. Yang jadi
urusan hanyalah kalo mereka menyerang Israel maka Israel wajib membalasnya,
mengejar pelakunya dan membunuh semua yang bertanggung jawab. Dan kondisi ini
boleh dipertahankan hingga akhir zaman.
Bukan karena disebabkan Israel menolak berunding, tetapi kepada siapa Israel
harus berunding ??? Hal inilah yang membungkam semua pihak yang selama ini
mendesak agar Israel mau berunding termasuk juga Obama. Abbas yang cuma
mendapat dukungan kurang dari 10% rakyatnya tidak bisa mewakili perundingan
damai. Hamas yang dianggap punya pengikut yang dominan ternyata pendukungnya
cuma sekitar 35% sedangkan sisanya merupakan kekuatan2 ter-pecah belah dari
berbagai kelompok Islam extreemist sehingga oleh UN Hamas dan lainnya masuk
dalam blacklist sebagai organisasi terorist yang harus ditumpas.
Urusan keamanan bagi Israel sudah selesai, dan anjuran UN agar Palestina
diberikan wilayah juga sudah diberikan yaitu westbank dan gaza. Jadi kalo ada
urusan lain yang di-cari2 tentunya Israel akan berhak menjawabnya dengan
kekuatan senjata.
Israel tetap pada pendiriannya, negara Palestina hanya boleh berdiri tanpa hak
kekuatan tentara, negara Palestina hanya merupakan demiliterisasi zone.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/