Kalah Janganlah Dinamakan Menang !!!
                                             
Mentalitas Hezbollah di Libanon juga sama yaitu mentalitas khas yang unik hanya 
meracuni kebanyakan orang2 Arab yang merupakan ras hina dina, dimana meskipun 
kalah tetap teriak2 menang perang dari Israel.  Padahal pemimpin dan pasukannya 
sembunyi ketakutan dibelakang pemerintah resminya yang porak poranda dihantam 
Israel tanpa satupun ada gedung yang tersisa, negara yang tadinya sangat indah 
sekejap menjadi puing2... tapi dibanggakan sebagai puing2 kemenangan.

Indonesia menang tapi Malaysia yang juara, lumayan kata2 ini sekedar 
mendinginkan Garuda yang mabok kemenangan.  Dengan membobolkan gawang 
Indonesia, tim Malaysia sudah cukup memberi pesan bahwa dominasi permainan 
secara teknis dan praktis semuanya dikuasai mereka.

Ada yang menyayangkan katanya kekalahan di Bukit Jalil hanyalah kebetulan.  
Padahal seharusnya mereka mau berpikir bahwa kemenangannya kali inilah yang 
kebetulan, berbagai sabotase dilakukan terhadap kesebelasan Malaysia namun 
mereka enggak menggerutu.

Rajagopal tidak mau meng-olok2 pemain bon2an yang dinaturalisasi, jadi waktu 
dipancing wartawan agar memberi pernyataan yang miring mengenai pemain bon2an 
ini, Rajagopal cukup menyatakan bahwa di Malaysia belum perlu ngebon pemain 
luar negeri karena bakat main bola bangsanya masih banyak yang bisa digalinya.  
Ini bisa merupakan sindiran malah bisa dianggap penghinaan kalo saja bangsa 
ketoprak ini memang sebagai bangsa yang besar.

Bagi Malaysia cukup Menang jadi juara bukan menang2an sekedar menutup malu dan 
bermimpi jadi juara.

Ini adalah penyakit yang diderita bangsa takabur ini, hidup tidak bisa jujur, 
hidup itu tidak bisa membedakan realitas dan angan2.  Lawannya yang lebih baik 
di-olok2, meski di-olok2 tetap menang.  Lawan dengan berbagai cara dipaksanya 
kalah atau mengalah.  Bangsa ini memang sangat takabur dan kerdil tapi merasa 
sebagai bangsa yang besar bahkan cina yang lebih besar sekalipun terpaksa pura2 
mengalah sekedar menghindari amoy2nya diperkosa massal untuk kedua kalinya.

Jadi kalo Cina aja bisa dipaksa mengalah dengan ancaman2 yang brutal biadab 
begini apalagi cuma Malaysia, meskipun hidup hina bergantung pekerjaan dari 
Malaysia.

Permainan bola inipun jelas bahwa kualitas persepak bolaan Indonesia masih jauh 
dibawah Vietnam, dibawah Filipina, dibawah Thailand, dibawah Singapore yang 
meski semuanya tampak kalah dalam kejuaraan AFF ini sebetulnya kekalahan mereka 
itu cuma abstract karena Indonesia yang tadinya belum pernah menang mendadak 
ngebon pemain2 naturalisasi yang langsung secara mustajab menunjukkan hasilnya.

Jadi kalo para pembaca mau menyimak lagi, tetap tampak jelas si pembobol gawang 
Malaysia dia2 lagi orangnya yang jadi andalan yaitu mualaf yang dinaturalisasi.

Macem2 aja ulah bangsa ini, umat Islam Ahmadiah yang jelas2 Islam dipaksa 
mengaku bukan Islam, dan diusir dari Indonesia, tetapi Habibie Gonzalez yang 
belum pernah shalat diakui Islam dibujuk jadi orang Indonesia.  Entah gimana 
caranya berpikir bangsa ini yang sama sekali tidak punya identitas.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke