Masyarakat Indonesia itu masih amat feodalitis..

--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Selain itu mungkin penduduk di Indonesia menganggap merekalah orang-orang 
> terpintar. hehehe
> ----- Original Message ----- 
> From: "Jusfiq" <kesayangan.al...@...>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, January 03, 2011 8:55 PM
> Subject: [proletar] Re: Ani, Puan, dan Ical (Yang menyolok pula adalah 
> masaalah dinasti...
> 
> 
> >
> > Yang menyolok pula adalah masaalah dinasti...
> >
> > Dalam soal dinasti ini Indonesia nggak banyak beda dengan Filipina, 
> > Bengladesh, Pakistan, India...
> >
> >
> > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >>
> >> Refleksi : Mengapa hanya mereka yang begini yang selalu menduduki kursi 
> >> puncak kekuasaan, karena berkat Illahi diwariskan ataukah karena..?
> >>
> >> http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/04/192762/70/13/Ani-Puan-dan-Ical-
> >>
> >>
> >> Ani, Puan, dan Ical
> >>
> >>
> >> Selasa, 04 Januari 2011 00:00 WIB
> >> TAHUN 2011 baru berumur empat hari. Namun, agenda partai-partai, terutama 
> >> partai besar, mulai terseret ke pencarian tokoh calon presiden untuk 
> >> Pemilihan Umum 2014 yang masih tiga tahun lagi.
> >>
> >> Nama Ani Yudhoyono, Puan Maharani, dan Aburizal Bakrie paling santer 
> >> disebut. Bahkan santer pula diperdebatkan peluang dan tantangan mereka.
> >>
> >> Ani adalah istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tokoh paling berkuasa 
> >> di Partai Demokrat. Puan adalah putri Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum 
> >> Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Aburizal Bakrie, yang akrab disapa 
> >> Ical, adalah Ketua Umum Partai Golkar.
> >>
> >> Adakah yang salah dengan pemunculan nama-nama itu dalam bursa pencarian 
> >> calon presiden 2014? Tidak ada yang salah, memang. Demokrasi telah 
> >> memberi hak kepada setiap anak bangsa untuk menjadi presiden. Bukan 
> >> monopoli siapa-siapa.
> >>
> >> Akan tetapi, adalah sebuah kekeliruan besar ketika partai-partai mulai 
> >> tersita oleh agenda calon presiden 2014 sejak hari ini, tiga tahun dari 
> >> waktunya. Seluruh energi pemimpin partai disandera untuk kepentingan 
> >> calon daripada kepentingan publik.
> >>
> >> Coba dibayangkan kalau Partai Demokrat sejak sekarang menyepakati Ani 
> >> Yudhoyono sebagai calon mereka untuk bertarung di 2014. Menurut kalkulasi 
> >> para petinggi Demokrat, peluangnya semakin besar kalau berpasangan dengan 
> >> Puan Maharani.
> >>
> >> Ketetapan hati seperti itu, suka atau tidak suka, akan sangat memengaruhi 
> >> fokus agenda SBY pada persoalan-persoalan rakyat banyak. Sadar atau 
> >> tidak, SBY akan terbawa dalam agenda itu. Konsentrasi dan komitmen pada 
> >> kepentingan publik akan dikacaukan pertimbangan-pertimbangan popularitas 
> >> Ibu Ani.
> >>
> >> Kapasitas dan kapabilitas SBY sebagai pemimpin negara terlalu dini 
> >> disempitkan pada wilayah Partai Demokrat dan pencalonan Ibu Ani. Sayang 
> >> tiga tahun yang tersita terlalu dini. Sayang juga bila waktu lima tahun 
> >> hanya dipergunakan optimal dua tahun untuk kepentingan publik.
> >>
> >> Dari perspektif yang sama, keluhan serupa juga patut dialamatkan kepada 
> >> Ical. Sebagai anggota koalisi, apalagi sebagai ketua harian sekretariat 
> >> gabungan, pencalonan dirinya oleh Golkar terlalu dini diagendakan.
> >>
> >> Sebagai anggota koalisi, harus ada keterikatan etis juga. Tidaklah etis 
> >> jika pemimpin partai anggota koalisi sejak dini memosisikan diri sebagai 
> >> penantang calon-calon lain. Padahal koalisi dibentuk untuk menyatukan 
> >> komitmen paling tidak agar tidak terlibat kompetisi terlalu dini. Hanya 
> >> dengan begitu koalisi aman.
> >>
> >> Bagi Puan, sesungguhnya tidak salah jika sejak awal namanya dimunculkan 
> >> sebagai calon presiden. Itulah tabiat oposisi yang wajar.
> >> Tetapi ketika dimunculkan sebagai pendamping Ani Yudhoyono, peluang Puan 
> >> sebagai oposisi terancam.
> >>
> >> Jadi, tidak ada yang salah jika mereka semua berniat menjadi presiden. 
> >> Namun, momentumnya terlalu dini. Kasihan rakyat yang kepentingannya 
> >> terlalu dini ditinggalkan kepentingan partai dan calon. Dan, jangan lupa 
> >> untuk mengasah sensitivitas agar tidak terjebak pada nafsu-nafsu 
> >> pelestarian kekuasaan klan yang terbukti keliru di masa lalu.
> >>
> >> [Non-text portions of this message have been removed]
> >>
> >
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > Post message: [email protected]
> > Subscribe   :  [email protected]
> > Unsubscribe :  [email protected]
> > List owner  :  [email protected]
> > Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke