Jogya Mulai Pemanasan Dengan Teror Molotov
                                    
Konflik vested interest kepentingan Sultan Jogya tidak mungkin bisa berakhir 
hanya dengan negosiasi SBY dengan Sultan karena hal ini menyangkut kedaulatan 
kesultanan Jogya yang sejak proklamasi sudah diakui sebagai wilayah istimewa.

http://us.detiknews.com/read/2011/01/06/142100/1540568/10/rumah-tokoh-pro-penetapan-gubernur-yogya-di-molotov?9911012

Asal mulanya, kesultanan Jogya sudah merupakan wilayah terpisah dari zaman 
Belanda, artinya sejak zaman penjajahan Belanda sudah diakui kedaulatan 
Kesultanan Jogya tidak termasuk wilayah jajahan Belanda melainkan sebagai 
aliansi Belanda.  Tapi karena saat itu Sukarno sudah berhasil menegosiasi sang 
Sultan untuk membantu kemerdekaan Indonesia dibawah perjuangan Sukarno, maka 
secara diam2 sang Sultan membantu perjuangan para gerilyawan waktu itu hingga 
Jogya yang waktu itu dijadikan Belanda tempat berlindung dikepung oleh para 
pejuang kemerdekaan waktu itu.  Demikianlah, permainan sandiwara jatuhnya Jogya 
itu sebetulnya memang disutradarai sultan Jogya sendiri dengan mengorbankan 
kepenting Belanda sebagai aliansinya waktu itu.

Atas jasa2nya sang Sultan, maka Sukarno se-olah2 mengambil alih kota Jogya dan 
Sultan se-olah2 kalah.  Maksudnya mula2 cuma sandiwara saja, tapi setelah 
berhasil Sukarno membicarakan masalah penggabungan kesultanan Jogya itu dengan 
Republik Indonesia dimana oleh Sukarno disetujui Jogya menjadi ibu kotanya.

Langkah sultan ini memang blunder, maksudnya sultan kalopun tadinya dia 
beraliansi dengan Belanda, apa salahnya sekarang beraliansi dengan republik 
Indonesia.  Ternyata hubungannya dengan RI bukanlah aliansi tetapi kerajaan 
Jogya langsung aja dicaplok RI dibawah Sukarno waktu itu sambil menjanjikan 
Sultan kalo wilayahnya tetap dibawah kekuasaan sang sultan sebagai Daerah 
Istimewa.

Sebagai Daerah Istimewa maksud sang sultan sifatnya tetap dalam status sebagai 
kerajaan Jogya.  Namun oleh Sukarno bukan dianggap sebagai kerajaan Jogya 
melainkan statusnya cuma sebagai propinsi yang diistimewakan karena sang sultan 
itulah yang diangkat jadi Gubernur.

Memang Bung Karno dengan RI-nya melakukan trik pengecohan sehingga berhasil 
mencaplok kerajaan Jogya ini yang sekarang menjadi persengketaan yang tidak 
mungkin ada jalan tengahnya karena dari sudut status hukumnya pihak RI sudah 
benar.  Kesalahannya memang dulu oleh Hamengkubuwono ke IX.

Lalu apa daya yang bisa dilakukan sang Sultan kalo situasinya sudah memburuk 
yang merugikan dirinya yang tidak mungkin melawan kekuatan RI yang bersenjata 
lengkap????

Dilain pihak, RI dibawah SBY juga harus sangat ber-hati2 sekali agar 
permmasalahan sengketa dengan sang Sultan tidak dicampur tangani oleh negara 
lain seperti Belanda dan Amerika yang bisa2 malah jadi merugikan RI.

Demikianlah, sebagai pemanasan, para pengikut setia sang sultan mulai 
mengobarkan Referendum.  Akibatnya SBY sangat marah, meskipun diluar tampak 
biasa2 saja tersenyum kepada sang Sultan.

Namun dipermmukaan kelihatan tenang, tapi dibelakan layra sudah mulai menteror, 
dengan cara2 teror inilah pemerintah RI mulai mengancam para pendukung Sang 
Sultan.  Tapi para pendukung Sultan juga menolak di-takut2i dengan teror bom 
Molotof ini.

Kelihatannya permasalahan akan makin panas ditahun 2011 ini.  Satu2nya jalan 
keluar bagi sang sultan adalah menuntut referendum yang otomatis mengundang 
negara Belanda dan Amerika untuk diberi kesempatan berpartisipasi mengawasinya.

Namun semua ini masih samar2, diragukan apakah sultan Jogya berani benar2 
menentang perintah SBY dalam memaksakan pemilu Gubernur Jogya.  Sang sultan 
betul2 harus memiliki sekondan yang handal untuk bisa melindungi kepentingannya 
dimasa sekarang hingga masa depan.  Kegagalan sekarang akan membawa kehancuran 
dimasa depan.

Ny Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke