http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=22411
 
      Jum'at, 7 Januari 2011 
     

      BANDAR LAMPUNG
     
     
     
     

Kemiskinan Penyebab Kerawanan Kriminalitas


      BANDAR LAMPUNG (LampostOnline): Kemiskinan, pengangguran, dan minimnya 
lapangan kerja serta kurangnya penyuluhan hukum menjadi faktor penting yang 
menyebabkan keamanan dan ketertiban masyarakat di Lampung Timur rawan kejahatan.

      Hal ini mengemuka dalam sarasehan yang dihadiri Kapolda Lampung dengan 
anggota DPR dan Unsur Pimpinan Daerah (Uspida) Lampung Timur, tokoh agama, 
tokoh masyarakat, tokoh adat Kecamatan Jabung, Gunungpelindung, Melinting, dan 
Labuhanmaringgai dalam rangka mewujudkan situasi keamanan ketertiban masyarakat 
(kamtibmas) yang kondusif, di Graha Patimura, Bandar Lampung, Jumat (7-1). 

      Dalam sarasehan itu, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak 
menjadi narasumber, termasuk Abdul Hakim (anggota DPR asal Lampung), Abdul 
Syani (sosilog Unila), dan Danrem 043/Garuda Hitam Kolenal (Inf) Hinsa 
Siburian. 

      Dalam pemaparannya, Abdul Sani mengatakan kerawanan kamtibmas di Lamtim 
disebabkan beberapa faktor, salah satunya kemiskinan. "Kalau masyarakat tidak 
kesulitan ekonominya, ngapain berbuat kejahatan," ujar Abdul Syani yang 
merupakan dosen FISIP Unila. 

      Selain itu, ada faktor perubahan sosial (kehidupan yang lebih 
materialitis dan konsumtif), sosiokultural (budaya sosial), serta rendahnya 
sumber daya manusia. "Seperti masih ada masyarakat yang berpendidikannya 
rendah," kata dia.

      Selain itu, kata Abdul Syani, menipisnya sumber daya alam, seperti 
berkurangnya lahan perkebunan, dan kesenjangan ekonomi antardaerah. Faktor 
lainnya, yakni lemahnya penegakan hukum oleh aparat kepolisian dan belum 
mantapnya demokratisasi di daerah tersebut. "Sehingga masyarakat mudah 
diprovokasi oleh oknum elite politik," ujarnya. 

      Untuk itu, diperlukan peranan yang strategis, yaitu kerja sama dari semua 
pihak untuk mengatasi permasalahan kamtibmas di sana. "Polisi harus bekerja 
sama dan bersinergi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan semua 
unsur masyarakat sehingga saling mendorong untuk menciptakan kamtibmas yang 
kondusif," kata Abdul Syani.

      Polisi dalam bekerja sama dengan masyarakat mendapat kepercayaan 
masyarakat sehingga masyarakat mau berpartisipasi dan konsep polmas (polisi 
masyarakat) dapat terwujud.

      Sementara itu, Abdul Hakim mengatakan sebagian besar infrastruktur jalan 
di empat kecamatan tersebut rusak berat. "Kerusakan jalan tersebut juga 
menyumbangkan terjadinya kejahatan dan daerahnya menjadi terisolasi," ujar 
Abdul Hakim.

      Sedangkan Sulistyo Ishak menuturkan kepolisian harus berbuat dalam 
menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. "Tetapi polisi tidak bisa kerja 
sendiri. Sehingga harus ada kerja sama dengan semua pihak untuk mengatasi hal 
tersebut," ujar mantan Wakadiv Humas Mabes Polri tersebut.

      Seperti contohnya masalah kemiskinan dan kerusakan jalan serta masalah 
pendidikan yang rendah. Hal itu membutuhkan peranan pemerintah daerah dan 
pemerintah provinsi, serta ada juga permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya 
polisi. (MG17/K-2/L-
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke