http://www.pikiran-rakyat.com/node/131465
Isu Capres untuk Kepentingan Sendiri Rabu, 05/01/2011 - 04:26 JAKARTA, (PRLM).- Geliat elit politik yang memunculkan wacana calon presiden (capres) maupun cawapres meskipun Pemilu 2014 masih jauh karena melihat peluang dan ada agenda-agenda yang ingin dicapai dari masing-masing parpol. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa perebutan untuk mencapai kursi presiden itu bukan untuk mengubah keadaan rakyat yang lebih baik, tetapi justru hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Hal itu diungkapkan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Institut Paradigma Indonesia, Harlan Sumarsono, MIR ketika dihubungi "PRLM" di Jakarta, Selasa (4/1). "Wacana capres/cawapres memang terlalu dini, bagi masyarakat itu sudah memuakan ditengah harga kebutuhan pokok maupun BBM yang merangkak naik. tapi bagi politisi itu sah-sah saja, bahkan ini bisa disebut testing the water," kata Harlan. Harlan mengemukakan meski Pemilu 2014 masih jauh, tetapi bagi politisi semua sudah mulai berhitung dan menangkap peluang. Partai Demokrat sendiri sengaja memunculkan wacana capres/cawapres sebagai langkah pengamanan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah mereka lakukan selama ini. "Apalagi SBY sudah tidak mungkin lagi untuk maju (di 2014) karena untuk mengubah UUD 1945 pun rasa nya sulit, ada trah dinasti dengan dilemparnya isu Any Yudhoyono, Ibas, bahkan mungkin besok bisa juga melempar isu Pangkostrad (Mayor Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo) untuk jadi capres," kata Harlan. Di sisi lain, kata Harlan, munculnya wacana capres-cawapres itu karena elit-elit politik melihat bahwa pasca SBY, ternyata tidak banyak calon-calon maupun penerus pemimpin bangsa. Faktanya, stok-stok pemimpin bangsa yang ada saat ini pun sudah sepuh. Sementara itu, tokoh-tokoh politik dibawahnya pun masih belum kelihatan atau pun bersinar. "Maka ini peluang, hal itu ditangkap parpol-parpol besar maupun menengah untuk memunculkan wacana itu, seperti PG, PD dan juga parpol-parpol lainnya. PDIP pun sedang mencari sosok pengganti Mega," kata Harlan. Harlan menilai, kemunculan wacana seperti ini menjadikan arti demokrasi menjadi salah kaprah. Demorkasi di Indonesia menjadi alat untuk mencapai kekuasaan, padahal tujuan sebebanrnya adalah untuk mencari pemimpin yang mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat. "Seharusnya Partai demorkat pun tidak perlu ikut mewacanakan seperti itu. Justru seharusnya PD melakukan kerja nyata. Karena banyak yang harus dibenahi, seperti naiknya inflasi, perbaikan tata niaga beras, dan lain-lain," kata Harlan. (A-130/A-156/A-26).*** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
