Jejak lembaran lama dibuka kembali...


+++

1 bulan lebih setelah tidak "dakwah" tentang materialisme dialektika logika 
(madilog:  istilah yg dibuat oleh datuk ibrahim tan malaka)

saya kira saat ini saat yg tepat buat membuat oret-oretan untuk kompile ulang 
ttg lembaran lama yg diidentifikasi bermula dari para filsuf yunani kuno 
sebelum masehi...
(saya akan tambahi reason orang-orang yg demen dengan rasionalisme,logika, 
dialektika)

Materialisme, adalah faham yang mengkonsepkan bahwasanya di alam semesta ini 
yang ada hanyalah susunan materi ansich, jumlah materi/partikel/zat di alam 
semesta berjumlah billion
dan mereka saling berinteraksi sehingga membuat kombinasi kompleks yang ada di 
alam semesta yang disebut sebagai fenomena alam.

Fenomena alam yang rumit inilah yang menyebabkan asal muasal mereka para 
pecandu metafisika dan yang tetap berdiri teguh tidak meninggalkan fisika 
sebagai basic fundament ilmu pengetahuan untuk berdebat.


Saya ulang sekali lagi, dalam struktur ilmu pengetahuan,ilmu alam terutama 
fisika telah ditetapkan sebagai basic fundament ilmu pengetahuan,artinya 
biologi dan ilmu-ilmu lainnya tidak akan bisa lepas
dari hukum-hukum fisika.

Filsuf yunani kuno yang meyakini metafisika diantaranya adalah scorates,plato, 
sedangkan para materialis/fisika ansich diwakili oleh 
epicurus,demokritus,heraclitus dlsb.

Paham materialis sempat dikubur lama, akibat para pemabuk dari israel dan arab 
melakukan gospel ke seluruh dunia dan membunuh rasionalisme, sampai dengan di 
eropa terjadi geger heliocentris, dan argumen-argumen
kitab suci mulai gugur oleh kemajuan ilmu pengetahuan/sains.

Abad kegelapan eropa boleh dikatakan sebagai abad kungkungan dominasi gereja, 
dimana sains dibungkam oleh kekuatan superioritas kewenangan gereja.

Namun kiranya sungguh lega bahwa gereja katolik dan orthodox saat ini sudah 
tampil lebih humanis dan mereka mau mengadopsi sains, dimana gereja roma telah 
mengakui 
evolusi dan dari posting saya kemaren bahwa Paus membuat statemen bahwa "God" 
berada di balik big bang (terciptanya alam semesta), tentu saja pernyataannya 
tanpa argumen
kronologis, tanpa argumen sebab akibat, tanpa argumen mekanisme bagaimana "God" 
menyutradarai big bang, tidak jelas maksudnya Paus ini adalah "God" berada di  
balik big 
bang, dan setelah terjadi big bang lantas kabur, atau setelah big bang,God 
masih ikut mengatur alam semesta. (Jelasnya ini adalah garis pertahanan 
terakhir Paus untuk menjaga umatnya sebelum diberondong 
lebih lanjut oleh para fisikawan modern di taon-taon mendatang)...tapi emang 
sih...Paus lebih pinter daripada para kiai...karena paus pinter 
ngeles...setelah tuhan menciptakan mahluk hidup lantas terjadi evolusi,
sekarang bilang tuhan berada di balik skenario big bang (boleh disebut 
argumentasi paus adalah causa prima rather than kita para materialis yang 
bermazhab causa-causa...atau sebab akibat tanpa awal dan tanpa akhir)...
intinya sih Paus masih mau mengadopsi ilmu pengetahuan...


Kalaupun saya masih murid  SMP, dan mendengarkan 2 omongan  guru saya, yang 
satu guru agama, dan yang satu guru fisika, mereka cerita tentang alam semesta 
dan mekanismenya,
tentu saya jadi bingung, guru fisika ngoceh alam semesta dimulai dari big 
bang,dan buku Prof Stephen Hawking (fisikawan terbesar abad ini setelah Albert 
Einstein) yang berjudul "Intelligent Design" (saya belum membacanya) mengatakan
bahwasanya alam semesta terjadi dengan sendirinya, sedangkan guru agama ngoceh 
alam semesta diciptakan oleh Tuhan...

kalaupun saya masih murid smp, mungkin lebih baik daripada saya bingung 
mendengar argumentasi 2 guru saya, yaitu guru agama dan guru fisika, lebih baik 
mereka kita undang 
di depan kelas dan kita suruh bertengkar di depan kelas,dan kita muridnya 
mendengarkan saja argumen-argumen mereka...:))

---

Tapi sekali lagi,kiranya tidak penting mempermasalahkan tuhan itu ada atau 
tidak, atau mengutip kata jenaka dari Prof Hawking ketika diserang oleh gereja 
dan ulama-ulama malaysia,
Prof Hawking mengatakan bahwasanya "Tuhan itu ada atau tidak, saya tidak tahu, 
tapi M-Theory menyatakan bahwasanya alam semesta tercipta dengan sendirinya"

Jadi kelak apabila M-Theory terbukti, maka ini babak baru ilmu pengetahuan 
berada di era kejayaan, dan kalaupun tuhan itu ada, maka sungguh enak jadi 
tuhan, dia nggak punya pekerjaan tentunya, karena M-Theory
menyatakan bahwasanya alam semesta sanggup tercipta dengan sendirinya...

Mari kita dengarkan kata Ludwig Feuerbach dulu dalam Das Wessen Des Christentum 
(The Essence of Christianity), daripada ribut memasalahkan omongan Prof Hawking 
yang jelas 
otak kita nggak akan mampu buat paham m-theory

dan nanti akan saya tambahi kombinasi pemikiran dari Atheisme dan Ludwig 
Feuerbach, dan pemikiran ini tentunya originalitas dari saya, akibat saya 
kemaren melihat pesta kembang api di ancol
dan mendengarkan koes-plues-isme dan tarian pesta rakyat di ancol, jadi fikiran 
saya fresh...;)

Saya kira di antara gejala awal aufklarung/abad pencerahan eropa, orang semacam 
Ludwig Feuerbach, Vladimir Ilyich Lenin, Blaise Pascal, Dennis Diderot, 
Holbach, Helvetius, Descartes, dan gang bangnya...

mereka kebingungan antara penggabungan rasionalisme, logika dan doktrin-doktrin 
keimanan yang mereka terima dari kecil.

Orang semacam Ludwig Feuerbach, VI Lenin, Descartes, mereka bukanlah orang yang 
tidak tahu filsafat gereja, justru pemahaman mereka yang mendalam ttg filsafat 
gereja yang membawa 
pemikiran mereka yang mendalam thd aufklarung eropa...

Lihat saja kesimpulan argumen Ludwig Feuerbach, bahwa sifat-sifat tuhan itu tak 
lain adalah proyeksi pemikiran-pemikiran kita sendiri...

so saya ambil mekanisme kata-kata Ludwig Feuerbach ini...

"kita mengadakan tuhan, itu akibat pola pikir kita sendiri..."


jadi sebenarnya ...ini poin krusial statemen dari saya: 
"tidak penting apakah tuhan itu ada atau tidak, tapi lebih penting bagaimana 
cara kita mengambil/menarik/sampai pada kesimpulan yang menyebabkan argumen 
tuhan itu ada atau tidak"

pernyataan saya ini juga punya reason, setelah saya membaca konsep 7 multiple 
intelligence

Orang yang cenderung kemampuan logisnya kuat, disebutkan akan mempunyai 
kemampuan berpikir abstract/imaginatif, mampu mengurutkan, mampu 
menggabung-nggabungkan segala obyek pengalaman,
mereka akan menyukai sesuatu yang logis, bersifat sebab akibat,mekanistis, dan 
juga analisis.

Lihat saja para filsuf materialis, atau yg half-materialis seperti descartes, 
dennis diderot (materialis/atheis penuh), dan Richard Dawkins (atheis 
kuat),mereka cenderung punya background kuat di mathematic, ilmu alam,
dan mesin-mesin mekanistik, sehingga orang seperti Descartes pernah menyebut 
bahwa alam semesta ini bekerja secara mekanistik.

Atau kata-kata Bill Gates:
"Pada dasarnya komputer dan manusia bekerja dengan cara yang sama,perbedaannya 
yang satu berbasis silikon dan yang satu berbasis karbon"

---

Penghormatan yang setingginya, saya apresiasikan kepada Datuk Ibrahim Tan 
Malaka,  orang inilah yang menulis bahwa kemajuan negeri eropa karena mereka 
mengutamakan ilmu pengetahuan,
sedangkan negeri timur senang sekali thd kepercayaan mistis kuno.

Saya sendiri mulai menelusuri jejak atheisme/rasionalisme/materialisme, bermula 
dari diangkatnya isu Ibrahim Tan Malaka, yang menjadi bapak republiek 
Indonesia, dan namanya hampir hilang

karena dia seorang komunis atheis/materialis, yang berkelana dari Harleem 
Belanda sampai negeri Soviet (tidak jelas dimana dia berkesempatan mendengarkan 
pidato VI Lenin di sesi komintern, entah di Tashkent Uzbekistan atau di Moscow).

dan saya juga tidak mengerti,mengapa di belantara internet ini saya masih 
merasa menjadi "single fighter" buat berteriak rasionalisme dan materialisme? 
sejak kira-kira 3 taon lalu...


apakah saya sendirian yang membaca jejak madilog, materialisme-nya VI Lenin, 
atau patuh kepada sabda nabi VI Lenin dalam "on the significance of militant 
materialism"?
apakah anda-anda ini tidak "ngeh" membaca jejak tulisan Tan Malaka, VI Lenin, 
Karl Marx, hingga Epicurus, Demokritus?

atau anda-anda ini pada takut untuk menulis ttg atheisme dan materialisme? 
(nggak usah takut lagi, Indonesia telah memasuki era kebebasan berpendapat, 
saya saksi hidup yg pernah 
"diamankan" dan kemudian dilepaskan)


Kritik saya thd komentar Bung Karno...yang mengadopsi komunisme dan 
mensinkretiskannya dengan Nasionalisme dan Agama menjadi NASAKOM, lalu ia 
membuang materialisme-nya,
yang dikatakannya tidak sesuai dengan islam, padahal materialisme berbasis 
hukum-hukum fisika, dan tentunya hukum fisika ya berlaku universal dimanapun 
anda berada, meski 
juga bersifat relativitas (albert einstein)


so demi kemajuan bangsa Indonesia, kalaupun saya boleh merubah pancasila 
(ideologi bangsa indonesia), maka sila pertama bunyinya adalah "Ketuhanan yang 
Maha Fisika"


saya merindukan generasi freethinker yang tidak ngawur (asal berargumen tanpa 
landasan ilmiah), segera lahir di negeri Indonesia...

---

Sekian,khotbah rohani minggu ini,di gereja sekte atheis mimbar internet

wallahualam  bisawab

Pdt. KH. Wawan setiawan gelar Al Kafirun Jaya, SJ (Serikat Jomblo)

Catatan:
Pdt. KH Wawan Setiawan beberapa bulan belakangan dan kedepan mengurangi 
aktifitas dakwahnya di komunitas Internet karena sibuk cari jodoh, selain
karena buku-bukunya tertinggal di rumahnya di Jawa tengah. Harap Mahfum...


Jakarta...
9 january 2011




  



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke