http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/05/134047/14/Istri-Malas-Shalat

Perempuan
05 Januari 2011
Konsultasi: Lembaga Kajian Perempuan & Agama
Istri Malas Shalat
  a.. Koordinator: Prof Dr Sri Suhanjati Sukri
Tanya:
Saya karyawan swasta, sudah menikah tujuh tahun dan punya anak satu. Sekarang 
istri saya hamil dua bulan.

Saya menyayangi istri dan anak kami. Namun saya acap mengeluh di hadapan istri 
karena dia sering melalaikan dan bahkan meninggalkan shalat. Terkadang sehari 
dia hanya salat sekali atau dua kali.

Saya sudah sering mengingatkan. Namun sampai kini dia belum memperbaiki 
shalatnya. Dia menyatakan berbagai alasan: entah sibuk atau capek karena baru 
hamil.

Apakah saya berdosa jika istri saya tak shalat? Padahal, saya sudah 
mengingatkan berkali-kali. Jika dia tak mau shalat, bagaimana kelak jika dengan 
anak-anak?
Saya ingin anak-anak kami menjadi anak saleh. Bagaimana cara menyadarkan istri 
yang malas shalat, tanpa menyinggung perasaannya? (Toro)

Jawab:
Pak Toro, langkah mengingatkan istri yang tak shalat  sudah tepat. Karena, 
shalat kewajiban yang tak boleh ditinggalkan.

Allah memberikan keringanan pada pemeluk Islam yang karena sesuatu hal 
kesulitan mengerjakan shalat sebagaimana ketentuan. Misalnya, diperbolehkan 
tayamum bagi yang tak menemukan air atau sakit. Yang  sakit dan tak dapat 
berdiri, boleh shalat sambil duduk atau berbaring sesuai dengan kondisi dan 
kemampuan.

Dengan keringanan dan kemudahan itu, tak ada alasan  bagi muslim meninggalkan 
shalat lima waktu. Perintah  menjaga shalat wajib itu ditegaskan dalam 
firman-Nya, "Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wusta. 
Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk" (Surah Al-Baqarah: 
238). Orang yang melalaikan shalat termasuk golongan yang  celaka di akherat 
(Surah Al-Ma'un: 4,5).

Sebagai suami, Bapak sudah mengajak istri ke jalan Allah. Jadi Bapak sudah tak 
berdosa, karena sudah mengingatkan berkali-kali. Jika Bapak ingin anak-anak 
jadi anak saleh, seharusnya Anda berdua memberi contoh yang baik, termasuk 
dalam shalat. Jadi Bapak perlu bicara dari hati ke hati agar istri sadar betapa 
penting shalat dan dia wajib memberi contoh pada anak-anak.

Selain dosa, kemalasan istri menjalankan shalat merupakan contoh buruk bagi 
anak-anak. Apalagi sekarang dia hamil, maka sebaiknya lebih meningkatkan ibadah 
pada Allah sambil memohon karunia agar anak dalam kandungan tumbuh normal dan 
kelak jadi anak saleh.

Bicarakan pula perlunya pendidikan usia dini, bahkan sejak bayi dalam 
kandungan. Untuk memperkuat keberhasilan upaya, Bapak perlu berdoa dan memohon 
pada Allah agar istri diberi petunjuk dan kekuatan menjalankan shalat wajib 
dalam kondisi apa pun. (51) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke