JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono mengatakan, target pertumbuhan 
ekonomi sebesar 6,4 persen pada tahun 2011 terlalu rendah. Dikatakannya, 
pertumbuhan ekonomi sebesar 7-8 persen bukanlah hal yang mustahil.

"Saya melihat kemampuan Indonesia jauh dari apa yang kita capai. Kuncinya, 
menurut pandangan saya, adalah menggunakan energi sebaik mungkin," kata 
Boediono ketika menutup rapat pengarahan antara tiga menteri perekonomian pada 
Rapat Kerja tentang Pelaksanaan Program Pembangunan 2011 di Jakarta Convention 
Center, Senin (10/1/2010).

Boediono mengatakan, Indonesia memiliki energi sosial yang sangat besar yang 
mampu membawa negara melewati masa-masa krisis. Indonesia juga dinilai memiliki 
energi migas yang sangat besar.

Sebelumnya, pemerintah pada Rencana Kerja Pemerintah 2011 menargetkan 
pertumbuhan ekonomi 6,4 persen serta inflasi sebesar 5,3 persen. Selain itu, 
angka pengangguran diprediksikan turun 7 persen, kemiskinan 11,5 persen-12,5 
persen. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika membuka rapat kerja tersebut, 
mengatakan, guna mencapai sasaran itu, diperlukan sumber daya dan pendanaan.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke