http://www.suarapembaruan.com/home/tantangan-keagamaan-2011-masih-terkait-kerukunan/2576

Tantangan Keagamaan 2011 Masih Terkait Kerukunan
Senin, 10 Januari 2011 | 18:36



 Menteri Agama, Suryadharma Ali 


[JAKARTA] Menteri Agama Suryadharma Ali mengutarakan, tantangan di bidang 
keagamaan pada 2011 masih di seputar kerukunan antar umat beragama. Namun, itu 
tetap dipahami sebagai sebuah potensi yang dimiliki.

"Walaupun pada tahun 2010 sebenarnya bisa dikatakan tidak ada konflik antar 
umat beragama. Kalau melihat beberapa kasus, itu bukan konflik antar umat 
beragama," kata Suryadharma kepada SP usai Rapat Kerja tentang Pelaksanaan 
Program Pembangunan Tahun 2011 di Jakarta, Senin (10/1).

Hal yang terjadi lebih banyak terkait kesadaran memenuhi peraturan-peraturan di 
bidang khusus, misalnya terkait pendirian rumah ibadah. Tapi tidak ada yang 
secara khusus menyangkut konflik umat beragama.

Oleh karena itu, ke depan akan tetap dilakukan sosialisasi dan penjelasan. 
Secara khusus, mengenai aturan-aturan yang berkaitan dengan kerukunan umat 
beragama.  "Di samping itu, memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di 
daerah-daerah agar lebih aktif dan responsif terhadap persoalan-persoalan yang 
mungkin berkembang," ujar Suryadharma.

Sementara itu, Menko Kesra Agung Laksono mengutarakan lima prioritas bidang 
keagamaan pada 2011. Pertama, terkait pelayanan Haji dan Umrah bagi 221.000 
jemaah. Kedua, bantuan merehabilitasi 500 rumah ibadah. Ketiga, merehabilitasi 
25 asrama Haji transit dan embarkasi. Keempat, memberi bantuan untuk 473 FKUB. 
Kelima, pemberian tunjangan kepada 90.500 penyuluh agama.

Suryadharma menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada FKUB berbentuk dana. 
Nantinya dapat digunakan untuk dana operasional, salah satu contohnya terkait 
kebutuhan kantor FKUB. [D-1

++++

http://www.suarapembaruan.com/home/polisi-bubarkan-pertemuan-kelompok-minoritas/2486

Kerukunan Beragama

Polisi Bubarkan Pertemuan Kelompok Minoritas
Kamis, 6 Januari 2011 | 19:11



[BANDUNG] Pertemuan Setara Institute dengan berbagai kelompok minoritas yang 
selama ini mendapatkan perlakuan diskriminasi dibubarkan oleh aparat kepolisian 
di Amaroossa Hotel, Bandung, Kamis (6/1). 

Pertemuan dalam format diskusi bertajuk "Menghapus Diskriminasi, Membangun 
Perlindungan Holistik Jaminan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Jawa Barat" 
itu dihadiri oleh perwakilan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bethania 
Rancaekek, Filadelfia Bekasi, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor, 
perwakilan jemaah Ahmadiyah Kabupaten Garut, Bogor, Kuningan, dan Tasikmalaya. 

Peneliti Setara Institute Ismail Hasani mengatakan seharusnya diskusi itu 
menghasilkan sebuah pemikiran untuk mengatasi intoleransi, khususnya dalam 
bidang agama atau berkeyakinan di Provinsi Jawa Barat. Sayangnya, sambung dia, 
perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat, Badan Kesatuan Bangsa, 
Politik, dan Perlindungan Masyarakat Jawa Barat, perwakilan Kantor Wilayah 
Kementerian Agama, dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tidak hadir. 

"Kalau kita mendengar dari kesaksian korban tindakan intoleransi sudah sering. 
Makanya, kami berharap bisa memfasilitasi pertemuan dengan pihak yang-pihak 
yang bisa memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masing-masing pihak," 
ujar Ismail. 

Pertemuan yang seharusnya berlangsung dari pukul satu siang sampai lima sore 
itu berakhir pada pukul empat sore. Ismail menyudahi pertemuan tersebut setelah 
mendapatkan persetujuan dari para peserta diskusi. "Polisi sempat meminta kita 
untuk membatalkan acara ini, akhirnya setelah diskusi pertemuannya 
dipersingkat."

Menurut Ismail, petugas intel kepolisian mengatakan pihaknya tidak bisa 
memberikan jaminan keamanan bagi para peserta diskusi apabila ada massa yang 
memaksa membubarkan pertemuan tersebut. Sebelumnya, FPI Jawa Barat sempat 
memberitahukan pihaknya akan membubarkan acara tersebut. 

Tanpa Ijin
Saat diskusi berlangsung, datang 10 orang yang mengatasnamakan dirinya dari 
Himpunan Mahasiswa Islam. Mereka meminta agar panitia menyudahi pertemuan 
tersebut. 

"Polisi beralasan diskusi ini berlangsung tanpa izin sehingga harus disudahi. 
Mereka tidak mau mengakui kalau tindakan itu berdasarkan tekanan dari 
pihak-pihak tertentu. Itu yang kita sayangkan karena seharusnya polisi itu baik 
diminta atau tidak diminta memberikan perlindungan kepada warga negara," ungkap 
Ismail lagi. 

Majelis jemaat HKBP Bethania Carlos Simatupang mengatakan diskusi itu 
dipercepat karena adanya tekanan. Padahal, dia berharap diskusi itu bisa 
menghasilkan atau memberikan masukan kepada pemerintah untuk menyelesaikan 
masalah diskriminasi dan intoleransi terkait dengan kebebasan beribadah di 
Indonesia. "Hukum di Indonesia terlalu lemah," ungkapnya. 

Pendeta Ujang Tanusaputra dari GKI Taman Yasmin Bogor berharap masalah yang 
dihadapi jemaatnya terkait sengketa hukum lahan gereja yang sudah memiliki IMB 
(Ijin Mendirikan Bangunan) namun hendak dibatalkan oleh Pemerintah Kota Bogor, 
bisa segera diselesaikan dan diketahui oleh banyak pihak. "Karena bisa 
mendapatkan dukungan dari banyak pihak untuk menyelesaikan masalah," ujar dia. 

Akibat masalah hukum itu, jemaat GKI Taman Yasmin tidak bisa menggelar 
kebaktian di gerejanya saat Natal tahun lalu. "Kami hanya sempat menggelar doa 
singkat saja pada tanggal 26 (Desember) karena tidak bisa kebaktian. Jalan 
menuju ke gereja ditutup dari dua arah," terangnya. 

Secara terpisah, juru bicara Polrestabes Bandung Komisaris Endang Sri Wahyu 
Utami membantah pihaknya membubarkan acara tersebut. Menurut dia, polisi hanya 
mengamankan kegiatan diskusi tersebut. "Itu acaranya sudah selesai, jadi tidak 
ada masalah," kata dia.

Endang juga mengungkapkan setiap kegiatan yang berlangsung di Kota Bandung 
sudah sewajarnya diberitahukan kepada polisi. "Hajatan saja memberi tahu agar 
kita bisa mengamankannya. Kalau itu kegiatan ada yang pro dan kontra lalu 
timbul masalah, larinya ke polisi juga kan? Makanya setiap acara wajib 
diberitahukan kepada polisi. Kalau tidak bagaimana kita mau mengamankan?" 
paparnya. [153]


 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke