Ini akibat melecehkan "suara tuhan" di pilpres 2009.  

pro SBY: 73 juta suara 
vox populi: 103 juta suara 

Kebohongan yang amat jelas & gamblang. 

--- 

> Pancasila dan UUD 1945 tidak lagi dijadikan acuan. Kebijakan 
> dikelola untuk kepentingan sendiri, bukan demi hajat hidup orang 
> banyak. PEMERINTAHAN Pre siden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap 
> telah gagal mengemban amanah rakyat. Sudah terlalu banyak 
> kebohongan yang dilakukan pemerintah atas nama rakyat.
> 
> Kesabaran rakyat pun sudah mencapai titik nadir. Sejumlah pemuka 
> agama yang ada di Indonesia mengutarakan keprihatinan atas kondisi 
> yang dialami bangsa Indonesia saat ini. Mereka berjanji mengajak 
> umatnya untuk memerangi kebohongan yang dilakukan pemerintahan SBY.
> 
> Janji itu terungkap melalui pernyataan bersama sembilan tokoh lintas
> agama sekaligus pencanangan 2011 sebagai Ta hun Perlawanan terhadap
> Kebohongan, di Kantor Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, kemarin.
> Sembilan pemuka agama itu terdiri dari Syafii Maarif, Andreas A
> Yewangoe, Din Syamsuddin, Pendeta D Situmorang, Biksu Pannyavaro,
> Shalahuddin Wahid, I Nyoman Udayana Sangging, Franz Magnis Suseno, 
> dan Romo Benny Susetyo.
> 
> "Dalam pembangunan, pemerintah tidak memanfaatkan konstitusi untuk
> membantu masyarakat miskin. Politik ekonomi tidak berpihak kepada
> rakyat miskin. Akibatnya negeri ini rapuh secara politik, ekonomi,
> maupun hukum. Pemimpinnya dikelilingi oleh masyarakat miskin," ucap
> mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif. Menurutnya, pemerintah
> melakukan pengelolaan kebijakan yang berpihak pada kepentingannya
> saja. Pengelolaan kebijakan inilah yang dimaksud sebagai kebohongan
> oleh Syafii Maarif.
> 
> Ia bahkan mengingatkan pemerintah, mulai dari presiden hingga kepala
> desa untuk membuka telinga lebar-lebar.
> "Telinganya harus dibuka untuk mendengar aspirasi rakyat.
> Jangan ditutupi telinganya."
> 
> Pengantar ini diamini oleh delapan pemuka agama lainnya. Pendeta D
> Situmorang mengungkapkan ia akan mengajak umatnya untuk memerangi
> kebohongan ini. Ajakan ini merupakan peran yang sesuai selaku pemuka
> agama.
> "Kami setuju dengan misi ini.
> Makanya kami akan berikan kontribusi sesuai dengan peran kami,"
> jelasnya.
> Harus tepat Pernyataan sikap ini merupakan rangkaian kegiatan pe 
> muka agama menyikapi kondisi bangsa. Sebelumnya pertemuan seperti 
> ini digelar di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur. Rencananya,
> pernyataan serupa akan digelar secara terus-menerus.
> 
> Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara Franz Magnis Suseno
> mengingatkan setiap pemuka agama tentu memiliki cara perlawanan yang
> berbeda. Pada dasarnya, ia sepakat untuk bersikap kritis terhadap
> pemerintahan Presiden Yudhoyono. "Namun cara untuk menyampaikannya
> harus tepat," kata Franz.
> 
> Dalam kesempatan itu, beberapa aktivis ikut membacakan 9 kebohongan
> lama dan 9 kebohongan baru yang dibuat pemerintahan SBY. Kebohongan
> lama yang dimaksud, antara lain, pengurangan kemiskinan yang diklaim
> mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal dari penerimaan beras rakyat 
> miskin tahun 2010 mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan 
> kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas) mencapai 76,4 juta jiwa. 
> SBY juga berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir 
> sebagai a test of our history. Kasus ini tidak pernah tuntas hingga 
> kini. Presiden menjanjikan penyelesaian kasus lumpur Lapindo dalam 
> debat calon presiden tahun 2009. Penuntasan kasus lumpur Lapindo 
> tidak mengalami titik temu hingga saat ini.
> 
> Sembilan kebohongan baru yang dibuat pemerintahan SBY, di antaranya
> dalam pidato kenegaraan 17 Agustus 2010 SBY menyebutkan bahwa
> Indonesia harus mendukung kerukunan antarperadaban (harmony among
> civilization).
> 
> Faktanya, catatan The Wahid Institute menyebutkan sepanjang 2010
> terdapat 33 penyerangan fisik dan properti atas nama agama dan 
> Kapolri Bambang Hendarwso Danuri menyebutkan 49 kasus kekerasan 
> ormas agama, termasuk ormas agama pada 2010. (P-4)






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke