Virus Stuxnet Menyerang Nuclear Plant Iran
                                                
Ternyata Iran menggunakan peralatan canggih buatan Jerman dengan control buatan 
Amerika dalam mengolah uranium-nya di pusat nuklir Iran dikota Natanz.

Entah siapa yang melakukan serangan virus pada control peralatan canggih Iran 
ini sehingga lebih dari 1000 peralatan vital dalam pengayaan (enrichment) 
uranium ini gagal total.

Berita ini disampaikan oleh Eric Byres dari Tofino Security, yaitu sebuah 
perusahaan security peralatan pengayaan nuklir di Vancouver Canada.

http://www.jpost.com/Features/FrontLines/Article.aspx?id=203544

Tofino Security adalah sebuah perusahaan yang bekerja untuk service peralatan 
computer yang digunakan dalam nuklir plan terutama melayani deteksi dan 
pembersihan virus2 yang menyerang komputer2 di nuklir plan diseluruh dunia.  
Eric Byres mendadak terkejut karena secara mendadak banyak pengunjung website 
perusahaannya untuk meminta tolong pembersihan virus komputer dari Iran.  
Mereka banyak yang menggunakan nama2 palsu dan diantaranya ada yang menggunakan 
nama2 yang benar.  Namun yang menarik adalah semuanya meminta pertolongan yang 
sama membersihkan dan memperbaiki kerja komputer yang sangat khusus untuk 
centrifuge yang digunakan dalam uranium enrichment.

http://www.jpost.com/IranianThreat/News/Article.aspx?id=203777

Setelah diteksi peralatan di Iran itu ternyata semuanya terserang virus Stuxnet 
yaitu virus yang merusak kerja controller centrifuge dalam pengayaan uranium 
ini.

Hingga sekarang tidak diketahui, siapa penyerang gelap menggunakan virus 
stuxnet ini masuk ke Natanz nuclear Plan di Iran, dugaan kuat dilakukan oleh 
Mossad, apalagi baru2 ini Mossad mengeluarkan pernyataan bahwa Iran belum akan 
sanggup melakukan pengayaan uraniumnya hingga paling cepat di-tahun 2015.

Menurut dugaan, Mossad berhasil menyusupkan stuxnet virus sewaktu peralatan 
canggih ini harus disetup dulu sebelum bisa digunakan.  Demikianlah melalui 
website sewaktu peralatan centrifuge ini perlu disetup terkena penyusupan 
virus2 stuxnet yang merusak controllernya.

Tofino Security menolak memberikan servicenya setelah mendeteksi bahwa 
centrifuge yang terserang stuxnet virus itu berlokasi di Iran yang belum pernah 
mendaftarkan diri sebagai langganan perusahaan security ini.

Ahmed Dineyad akhirnya juga mengakui bahwa serangan virus telah menghambat 
proses pengayaan uranium Iran, namun sang presiden meyakini akan sanggup 
mengatasinya.

Jadi masalah sanggup atau tidaknya pihak Iran mengatasi serangan virus ini, 
namun satu hal yang sama2 kita pahami, bahwa Iran belum lah memiliki kemampuan 
teknologi untuk menciptakan bomb nuclear sendiri.  Andaiakata pun sudah 
berhasil membuat beberapa bomb nuklir, namun kesemuanya 100% menggunakan 
peralatan modern dari Barat yang dibelinya melalui perantara karena Iran belum 
memiliki industri2 yang bisa menciptakan peralatan canggih apapun selain teror2 
jihad Islam.

Sesuai dengan nama negaranya yaitu negara Islam, yang artinya bukan negara 
teknologi, yang artinya negara ideologis yang buta teknologi yang agressive 
cuma menghancurkan sekitarnya yang berbeda kepercayaan dengan teknologi yang 
bisa dibelinya darimanapun juga.

Itulah sebabnya, sanksi2 kepada Iran terutama ditujukan untuk mengembargo 
segala peralatan teknologi tinggi yang diperkirakan bisa disalah gunakan untuk 
membuat persenjataan yang merusak dunia kita ini.

Membuat bomb nuklir tentunya lebih mudah daripada untuk memanfaatkan nuklir 
untuk tenaga listrik yang membutuhkan peralatan canggih dari negara2 Barat.  
Indonesia adalah salah satu negara yang mendapatkan izin dalam membangun pusat 
tenaga listrik nuklir dizaman Suharto, namun karena project ini penuh dengan 
korupsi, maka juga project ini gagal dikembangkan atau dibangun.  Namun karena 
memiliki izin membeli peralatan pengayaan nuklir inilah kemudian Iran berusaha 
bersahabat erat dengan Indonesia yang diharapkannya bisa jadi perantara dalam 
pembelian peralatan2 ini.  Tentu SBY tidak mau menjerumuskan negara RI kedalam 
permusuhan dengan semua negara2 didunia untuk menambah derita rakyatnya 
sehingga tentunya harapan Iran ini jadi pupus.

Diduga peralatan2 yang dimiliki Iran ini dibeli melalui orang2 Iran 
berkewargaan negara Amerika Serikat yang bekerja di perusahaan2 di Jerman dan 
Canada.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke