Ref: Raja selalu mesti diselamatkan, wakil raja boleh dikorbankan. hehehe

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=32220

SELASA, 17 Januari 2011 | 715 Hits


Boediono Terancam, SBY Aman


Jakarta, AE.- Para motor hak menyatakan pendapat terkait skandal bailout 
Century memberikan sinyal bahwa Presiden SBY tidak masuk dalam bidikan. 

Secara politik, yang terancam adalah posisi Wapres Boediono. Sebab, saat 
keputusan bailout yang terindikasi melanggar hukum itu diambil, Boediono 
menjadi gubernur Bank Indonesia, yang tentu ikut mengambil kebijakan strategis 
tersebut. Selain itu, keputusan dan rekomendasi opsi C DPR terkait kasus 
Century yang disepakati sidang paripurna beberapa waktu lalu sama sekali tidak 
menyebut SBY sebagai salah satu pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban 
dan diproses secara hukum. "SBY tidak disebut dalam keputusan DPR. Jadi, (dia) 
aman. Kecuali Sri Mulyani (mantan Menkeu) dan Boediono teriak," kata anggota 
Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo di Jakarta, Sabtu 
(15/1). Bambang adalah salah seorang anggota Tim Sembilan, sebutan bagi para 
inisiator hak angket Century. Pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 
yang mempermudah syarat pengajuan hak menyatakan pendapat, Tim Sembilan itu 
kembali bergerak dengan menggalang tanda tangan dukungan. 

Sejumlah anggota DPR memang berkeyakinan bahwa keputusan bailout Century yang 
menyedot Rp 6,7 triliun uang negara itu tidak mungkin berjalan tanpa 
sepengetahuan dan persetujuan presiden. Sri Mulyani selaku menteri keuangan dan 
Boediono lebih sebagai operator yang menjalankan perintah saja. Bambang 
menjelaskan, bila hak menyatakan pendapat tersebut sukses, proses pengadilan 
bagi Boediono akan berjalan di MK. "Sekarang beliau Wapres. Jadi, prosesnya 
tidak bisa di pengadilan biasa. Itu ketentuan undang-undang. Aturannya begitu," 
tegasnya. Apakah Boediono nanti diberhentikan di tengah jalan? Menurut Bambang, 
semua bergantung kepada hasil pengadilan atas Boediono di MK yang bersifat 
final dan mengikat. Bahkan, sekalipun diputus bersalah oleh MK, nasib Boediono 
secara politik kembali kepada dinamika politik di MPR. "Ujung-ujungnya, semua 
bergantung kepada putusan MK dan MPR," tandasnya. 

Di bagian lain, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa memberikan "lampu merah" kepada 
kader-kadernya di DPR untuk ikut mendukung hak menyatakan pendapat terkait 
dengan penuntasan skandal bailout Bank Century. Hatta yang juga Menko 
Perekonomian tersebut menganggap tidak ada alasan untuk mendorong bergulirnya 
hak yang dapat berujung kepada impeachment terhadap presiden dan/atau wakil 
presiden itu. "Dewan tidak ada kepentingan untuk melakukan itu," kata Ketua 
Umum DPP PAN Hatta Rajasa sebelum membuka Rakornas Badan Pengaderan dan 
Instruktur Nasional PAN di gedung Pusdiklat Pegawai Kemendiknas, Sawangan, 
Depok, Jawa Barat, Jumat malam lalu (14/1). 

Menurut Hatta, putusan MK tidak bisa dimaknai seolah-olah itu sebagai momentum 
untuk mengajukan hak menyatakan pendapat. Hak konstitusional tersebut, 
tegasnya, senantiasa melekat di setiap anggota dewan. "Buat PAN, tidak ada 
pikiran yang menganggap produk MK itu dihasilkan untuk melakukan impeachment. 
Sama sekali tidak pernah berpikir ke arah itu," tandasnya. Hatta mengingatkan, 
impeachment harus memenuhi sejumlah syarat mutlak. Yakni, presiden dan/atau 
wakil presiden sungguh-sungguh terbukti melakukan pengkhianatan terhadap 
negara, melanggar konstitusi dan undang-undang, serta terbukti melakukan 
korupsi. "Kami tidak melihat adanya itu. Saya kira anggota dewan secara cerdas 
dan arif bisa menyikapi itu," tutur Hatta. Sikap PAN tersebut sangat bisa 
dimaklumi. Sebab, dalam kasus Century, PAN termasuk pendukung opsi A, yakni 
tidak terjadi pelanggaran hukum dan tindak pidana korupsi dalam bailout 
Century. (jpnn)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke