RefL: Sangat menarik MUI yang melekat dengan Arab Saudia yang banyak kaya raya 
tidak sudi mengurus kaum seagama yang terlantar dan hidup di kolong jembatan. 
Bagi yang tidak bisa melihat, tetapi mau melihat bendera merah puteh berkibar 
di kolong jembatan, click situs di bawah ini:

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/01/18/159308-pulangkan-tki-di-kolong-jembatan-arab-saudi-dalam-dua-bulan

'Pulangkan TKI di Kolong Jembatan Arab Saudi dalam Dua Bulan'
Selasa, 18 Januari 2011, 18:54 WIB

     
FULL FOTO/Foto Galery


TKI terlantar di Arab Saudi tinggal di kolong jembatan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan memberi batas 
waktu dua bulan kepada pemerintah untuk memulangkan ratusan TKI/TKW bermasalah 
yang saat ini berada di kolong jembatan di Jeddah, Arab Saudi. Kepada wartawan 
di Gedung DPR/MPR di Senayan Jakarta, Selasa (18/1), Taufik Kurniawan 
menyatakan, instansi terkait perlu lebih intensif melakukan koordinasi terkait 
adanya TKI yang terlunta-lunta di kolong jembatan di Arab Saudi.

"Tim akan beri limit waktu dua bulan kepada Kementerian Tenaga Kerja dan 
Transmigrasi untuk menuntaskan dan memulangkan semua TKI yang ada di 
kolong-kolong jembatan di negara lain," kata Taufik Kurniawan. Menurut Taufik, 
bila rekomendasi dari tim khusus DPR itu tidak bisa dipenuhi oleh Kementerian 
Tenaga Kerja, maka DPR akan bereaksi lebih keras.

DPR telah membentuk panja mengenai TKI untuk mendorong pemerintah menyelesaikan 
berbagai persoalan TKI di luar negeri. "Panja akan efektif karena ini adalah 
tim khusus DPR yang nanti menghasilkan rekomendasi. Jadi kalau respon yang 
dianggap kurang cepat pasti ada langkah-langkah sesuai tata perundangan dan 
pemerintah harus menindaklanjuti hasil rekomendasi tim khusus TKI tersebut," 
kata dia.

Taufik yang juga Sekjen DPP PAN menjelaskan, ultimatum itu juga untuk menjaga 
nama baik Bangsa Indonesia di dunia internasional. "Kita minta dituntaskan agar 
TKI atau TKW yang ada di kolong-kolong jembatan harus diambilalih oleh 
pemerintah karena sangat menganggu martabat negara," katanya.

DPR merasa terusik dengan kinerja Kemenetrian Tenaga Kerja sehingga dibentuk 
panja soal TKI tersebut. "DPR merasa persoalan TKI adalah persoalan yang serius 
hingga membentuk panja dan tim khusus. Kita harapkan Kementerian yang terkait 
benar-benar serius membuat program yang inovatif dan penanganan TKI yang lebih 
holistik. Titik beratnya pada Menakertrans yang menangani TKI," kata dia.

Terkait adanya ratusan TKI yang terdampar di kolong jembatan di Arab Saudi, 
Migrant Care bersama sejumlah LSM menggalang dana Rp 1.000 untuk memulangkan 
mereka. Penggalangan dana itu dilakukan melalui berbagai cara, baik aksi sosial 
di tempat-tempat umum, termasuk jalan raya, maupun melalui jejaring sosial 
facebook, twitter serta milis.

Karena itu, koalisi masyarakat sipil mengambil inisiatif untuk menggalang dana 
sebesar Rp 1.000 untuk pemulangan TKI. Estimasi biaya pemulangan 200 TKI 
hanyalah Rp 1,7 miliar. Setiap tahun TKI menyumbangkan Penghasilan Negara Bukan 
Pajak (PNBP) sebesar RP 600 miliar dari biaya perlindungan 15 dolar AS yang 
dibayarkan setiap akan berangkat. Selain itu, tahun 2010, TKI juga 
menyumbangkan devisa dari keringat mereka sebesar 7,1 miliar dolar AS.

"Kami mengajak partisipasi masyarakat untuk ikut membantu pemulangan TKI yang 
memang sangat membutuhkan uluran tangan karena pembiaran oleh negara. 
Partisipasi masyarakat dapat disalurkan melalui rekening Yayasan Migrant CARE, 
No 908.01.01086.00.3, Bank CIMB Niaga Rawamangun Jakarta Timur. Dana yang 
terkumpul akan kami informasikan kepada masyarakat secara transparan," demikian 
pernyataan inisiator gerakan ini.




Red: Djibril Muhammad

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke