Refleksi : Makin lama dibiarkan kebohongan penguasa, makin menderita rakyat. 


http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2011/01/19/12856/orang-ribut-kebohongan-rezim-sby-kakek-nekat-bunuh-diri-tak-punya-biaya-berobat/


Orang Ribut Kebohongan Rezim SBY, Kakek Nekat Bunuh Diri Tak Punya Biaya Berobat

SEMARANG (voa-islam.com) - Saat para rohaniawan yang menamakan diri Tokoh 
Lintas Agama dan pemerintah sibuk berpolemik soal "Daftar Kebohongan Rezim 
SBY," seorang kakek mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena tak punya 
biaya untuk berobat.

Tak punya uang untuk biaya berobat, seorang kakek nekat mengakhiri hidupnya 
dengan gantung diri. Korban diketahui bernama Mbah Sugiman (66), warga Karang 
Anyar, Tugu, Semarang Jawa Tengah.

Loso (60), rekan korban, menuturkan Sugiman bunuh diri karena sudah tidak tahu 
lagi harus berbuat apa terhadap penyakit yang dideritanya.

Nahasnya, korban diketahui sudah ditinggalkan oleh keluarganya sejak lama. Anak 
satu-satunya juga tak mau lagi mengakui Sugiman sebagai kakeknya.

"Semalam, dia (Mbah Sugiman) berpamitan akan pergi jauh dan menitipkan surat 
untuk mantan istrinya," ungkap Loso, Rabu (19/1/2011).

Selain itu di dekat tubuh Mbah Sugiman, petugas Polsek Tugu juga menemukan 
secarik kertas. Dalam surat itu Mbah Sugiman mengaku tidak sanggup lagi 
merasakan sakit yang diderita.

Mbah Sugiman akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di atap rumah 
gubugnya dengan menggunakan tali plastik hijau. Korban ditemukan tewas pertama 
kali oleh Loso sekira pukul 09.30 WIB.

Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa sebelumnya, para rohaniawan 
Lintas Agama antara lain Din Syamsuddin, Ahmad Syafii Ma'arif, Pendeta Andreas 
Yewangoe, Romo Mgr Situmorang, Romo Frans Magnis Suseno, Bikkhu Pannyavaro, I 
Nyoman Udayana Sangging, dll, menandatangani seruan terbuka kepada pemerintah 
agar menghentikan kebohongan publik kepada rakyat. Salah satu kebohongan rezim 
SBY menurut para rohaniawan Lintas Agama adalah soal angka kemiskinan. 
Pemerintah dituding berbohong karena berkai-kali menyatakan telah berhasil 
mengurangi kemiskinan (dengan garis kemiskinan 211.726 rupiah) menjadi 31,02 
juta.

Keputusan Mbah Sugiman untuk bunuh diri karena kemiskinan dan penderitaan 
memang tak dibenarkan oleh agama. Meski tak bisa bicara dengan kata-kata, namun 
aksi tragis Mbah Sugiman itu harus dijadikan teguran bagi para pemimpin dan 
agamawan Lintas Agama, agar jangan sibuk menebar pesona dengan berpolemik. 
Wujudkan dengan aksi nyata! [taz/okz]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke