Pengakuan Muhammedan macam Luthfi Assyaukani justru mempertegas ketidaksahihan Qur'an
http://islamlib.com/id/artikel/merenungkan-sejarah-alquran/ Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah sebuah inovasi yang usianya tak lebih dari 79 tahun. Usia: ini didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini dicetak denga percetakan modern dan menggunakan standar Edisi Mesir pada tahun 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan otografi yang bervariasi. --- In [email protected], Pramana Yudha <pramana.yudha@...> wrote: > > 15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qurâan, dan sesungguhnya > Kami > benar-benar memeliharanya. > Ustman bin Affan adalah Khalifah yang paling tua dalam sejarah Kekhalifahan > diantara empat orang Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali). Ketika di > angkat menjadi Khalifah umur Ustman 70 tahun. Utsman di pilih berdasarkan > hasil > rapat enam orang tokoh yang di tunjuk oleh Umar Al Khattab ra. Mereka > adalah, Ali bin Abu Thalib, Utsman bi Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi > Waqas, Abdurrahman bin Auff dan Thalhah anak Ubaidillah. > Pilihan jatuh kepada Utsman bin Affan setelah 5 orang tokoh mengundurkan > diri, > setelah di adakan voling keseluruh masyarakat Madinah. Pemilihan Utsman di > landasi beberapa alasan: > 1. Masyarakat Arab ketika itu baik Makkah maupun Madinah mempunyai > kekuatan > ekonomi yang sangat baik, > 2. Masyarakat merasa enggan mempunyai tokoh yang kehidupan > kesehariannya tegas > seperti Abu Bakar dan Umar. > 3. Ali mempunyai karakter sama seperti kedua tokoh tersebut. > Akhirnya setelah jatuh pemilihan terhadap Utsman maka tampuk kekuasaan di > pegang > penuh oleh Utsman bin Affan, maka jadilah ia Khalifah ketiga setelah Abu > Bakar > dan Umar Al Khattab. > Itulah sekelumit tentang naiknya Utsman bin Affan menjadi Khalifah Islam yang > ketiga. Pada masa khalifah Utsman inilah mazab Al Quran di susun secara > terperincih dengan tidak meninggalkan secuilpun melainkan termaktub > keseluruhan > ayat-ayat suci Al Quran itu seperti yang kita kenal sekarang ini. > Lalu apa yang di bakar Utsman? > Issu inilah yang menjadi olok-olokan oleh kaum al kafirun untuk > mendiskreditkan > Utsman bin Affan, sebagai tokoh yang menghilangkan, merubah dan membakar Al > Quran. > Saya akan memberikan analogi seperti di bawah ini supaya mudah di mengerti > oleh > kaum al kafirun. > Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang menyebar dari Sabang sampai > Marauke. Banyak ragam bahasa dan dialeq lokal dalam republik ini. Ada suku > Jawa, Madura, Jambi, Palembang, Melayu, Padang, Batak, Manado, Asmat, Bugis, > Sunda dan lain sebagainya. Yang semuanya itu merupakan satu kesatuan suku di > Negara NKRI ini. Nah Al Quran itu di turunkan ke dalam Bahasa Indonesia > dengan > alasan bahwa seluruh suku yang ada di Negara ini mengerti bahasa Indonesia. > Tidak mungkin Al Quran itu di turunkan dengan bahasa Batak sementara orang > Irian > tidak mengerti atau tidak mungkin Al Quran itu di turunkan dalam bahasa Bugis > sementara orang Padang tidak mengerti. Akan tetapi walaupun demikian tetap > ada > dialeq-dialeq Al Quran itu yang terbias ke dalam bahasa lokal, seperti bahasa > Jawa, bahasa Bugis, Padang, Batak dll, karena lamanya Al Quran itu terpendam > di > dalam dada kaum muslimin. Al Quran dengan dialeg-dialeg lokal inilah yang di > bakar oleh Utsman, sedangkan dialeq aslinya tetap murni. Al Quran dengan > dialeg > tunggal inilah yang disusun oleh Utsman bin Affan. > Sebelum Al Quran dengan dialeg-dialeg daerah itu di bakar oleh Utsman, beliau > mengutus kepada seluruh pemimpin suku untuk membicarakan permasalahan ini > yang > pada waktu itu hampir-hampir terjadi pertumpahan darah akibat masalah ini. > Situasi yang begitu genting harus di ambil jalan tengahnya oleh Utsman baik > sebagai Kepala Pemerintahan maupun sebagai pengikut setia Rasulullah SAW. > Hasil rapat menyetujui tindakan Utsman untuk membakar Al Quran dengan dialeg > suku tersebut, tidak ada yang tidak menyetujui tindakan Utsman ini, sebab > mereka > di antara tokoh-tokoh suku tersebut juga mengerti dengan bahasa Quraisy yaitu > bahasa Al Quran. Dan mereka juga mengerti dan tahu bahawa Al Quran itu di > turunkan dalam bahasa nenek moyang mereka yaitu bahasa Quraisy. Jadi bahasa > Quraisy itu adalah bahasa indonesianya orang arab. Seluruh orang arab > mengerti > bahasa Quraisy. > Jadi selain bahasa Quraisy inilah yang di bakar oleh Utsman bin Affan, jadi > tidak benar Al Quran itu di ubah dan di bakar oleh Utsman. > Mudah-mudahan penjelasan saya seperti anak SD ini bisah âsangat di > mengertiâ > oleh kaum Kristen dan tidak ada lagi fitnah di antara kita. > Dengan adanya penjelasan saya dengan gaya saya menyampaikan kisah ini semoga > saja kaum Kristen tidak lagi mengolok-olok Utsman bin Affan dan kaum muslimin > dengan Al Qurannya. > 14:4. Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, > supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah > menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang > Dia > kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. > 20:113. Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qurâan dalam bahasa Arab, dan > Kami > telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, > agar > mereka bertakwa atau (agar) Al Qurâan itu menimbulkan pengajaran bagi > mereka. > 6:192-195. Dan sesungguhnya Al Qurâan ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan > semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu > (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi > peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. > > > > ________________________________ > Dari: Jusfiq <kesayangan.allah@...> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Sel, 18 Januari, 2011 17:35:33 > Judul: [proletar] PAREWA PAREWA yang dungu kayak babi itu tahu > > > > PAREWA PAREWA yang dungu kayak babi itu tahu, karena telah diberi tahu antara > lain oleh 'great pretender" dan "sebuah kenyataan" bahwa buku taik anjing > al-Mushaf yang dijadikannya kitab suci itu TIDAK berisi wahyu Allah yang nota > bene tidak berbukti ada.. > > Tapi karena PAREWA PAREWA itu dungu kayak babi maka tahun 2011 ini dia tetap > saja menjadikan buku susunan orang Arab primitif itu sebagai kitab suci... > > Dan diapun tetap saja tunggang tunggik kayak onta dientotin jirapah menyembah > Allah yang tidak berbukti ada itu lima kali sehari.. > > Kasihan.... > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
