Kematian Muhammad



 
  
  
  
  
  
Oleh
  Silas
  
PENDAHULUAN
  
Muhammad
  mati di tahun 632 M. Dia mati karena diracun setelah dia menyerang dan
  menaklukkan tempat kediaman bangsa Yahudi di Khaybar. Dua bulan sebelum
  penyerangannya di Khaybar, Muhammad gagal masuk ke Mekah. Kegagalan ini
  terjadi karena Perjanjian Hudaybiyya antara dirinya dan pihak masyarakat
  Mekah. Dia harus balik kembali ke Medina dengan pandangan penuh hina
  masyarakat Mekah dan kekecewaan besar diantara para pengikutnya. Untuk 
mendongkrak
  semangat pengikutnya, Muhammad memberitahu mereka bahwa Perjanjian Hudaybiyya
  sebenarnya adalah suatu kemenangan. Bahkan Sura 48:1 “diwahyukan” pada
  Muhammad sebagai bukti kejadian itu adalah suatu kemenangan. Meskipun begitu,
  Awloh tidak menyerahkan harta benda masyarakat Mekah sebagai barang jarahan
  bagi kaum Muslim pengikut Muhammad, sehingga Muhammad mengatakan pada para
  pengikutnya bahwa mereka akan menyerang dan merampoki tempat tinggal bangsa
  Yahudi di Khaybar yang lebih mudah dikalahkan daripada Mekah.
  Sekitar
  6 minggu kemudian Muhammad memimpin tentaranya dan menyerang bangsa Yahudi
  Khaybar ketika mereka sedang siap2 pergi bekerja di ladang palemnya. Khaybar
  merupakan tempat tinggal yang dipertahankan oleh beberapa benteng yang
  tersebar satu sama lain. Tentara Muhammad mengalahkan benteng2 itu satu per
  satu. Akhirnya, benteng terakhir menyerah padanya. Muhammad memancung
  beberapa pemimpin Yahudi. Seorang pemimpin Yahudi (Kinanah) disiksa dengan
  cara dibakar dadanya agar mengaku di mana dia menyembunyikan hartanya. Ketika
  Kinanah hampir mati, Muhammad memerintahkan agar Kinanah dipancung. Banyak
  kaum wanita dan anak2 yang diperbudak. Muhammad bahkan mengambil tahanan
  wanita Yahudi tercantik yang bernama Safiyah (yang adalah istri baru Kinanah)
  dan lalu menikahinya pula.
  Beberapa
  anggota masyarakat Khaybar membuat perjanjian dengan Muhammad. Mereka meminta
  agar tidak diperbudak karena ini akan membuat ladang2 pertanian subur mereka
  di Khaybar terlantar dan tidak menghasilkan apa2, dan mereka menawarkan
  Muhammad untuk memberi ½ dari hasil pertanian mereka kepada pihaknya.
  Muhammad setuju akan perjanjian ini dengan syarat bahwa mereka dapat diusir
  kapanpun juga atas alasan apapun. Beberapa tahun kemudian, Umar memang
  akhirnya mengusir sisa2 masyarakat Yahudi dari Khaybar.
  Segera
  setelah Khaybar ditaklukkan, seorang wanita Yahudi mempersiapkan makan malam
  untuk Muhammad dan orang2nya. Tanpa diketahui para Muslim, wanita ini telah
  menaburi racun di daging domba (sumber lain mengatakan kambing)
  yang disajikan untuk makan malam. Muhammad memakan sebagian daging itu dan
  mati karenanya tiga tahun kemudian.
   
  LAPORAN
  DARI SUMBER2 ISLAM
  BAGIAN
  A – PERISTIWA PERACUNAN MUHAMMAD
  BAGIAN B – KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA
  BAGIAN C – MUHAMMAD DAN MALAIKAT JIBRIL BERDOA BAGI
  KESEMBUHANNYA
  BAGIAN D – PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD
   
  Juga
  dikutip 4 tulisan2 Islam yang paling diakui:
  1)
  “Sahih Bukhari”. Koleksi Hadis ini dianggap sebagai buku Islam kedua
  terpenting setelah Qur’an.

  2) Biografi Muhammad karangan Ibn Ishaq “Sirat Rasul Allah“, (THE LIFE
  OF THE PROPHET), diterjemahkan oleh A. Guillaume dan diberi judul “The Life
  of Muhammad”, dan merupakan Sirat (biographical) yang paling diakui di dunia
  Islam.

  3) Biografi Muhammad karangan Ibn Sa’d, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir”
  (Book of the Major Classes), Volume 2. Di sini dimuat informasi terbanyak
  tentang kematian Muhammad.

  4) Tulisan “History” karangan Tabari. Tabari adalah salahsatu penulis
  Islam yang paling dihormati di dunia Islam. Buku “The History of the Prophets
  and Kings” terdiri dari 39 volume.

  5) “Sahih Muslim”. Koleksi Hadis ini dianggap setaraf atau sedikit di
  bawah Sahih Bukhari. . 
  Perhatian: Telah
  kukutip banyak bahan. Sebagian dari bahan2 itu menyatakan hal yang sama, tapi
  setiap kutipa menyatakan detail penting tentang proses keracunan dan kematian
  Muhammad. Harap dimengerti banyaknya kutipan yang dicantumkan, tapi ini
  sangat penting untuk menyatakan sumber bahan setepat mungkin.
  Perhatian: Komentarku
  ditulis dalam tanad kurung seperti ini [ ]. Seringkali penulis asli sendiri
  juga mencantumkan komentar mereka dalam tanda kurung seperti ini ( ). Aku
  akan cantumkan semua komentar mereka sebagaimana yang tertera di teks asli di
  buku mereka.
  Perhatian: Dalam
  beberapa kasus aku tidak mengikutkan rantai pencerita karena rantainya sangat
  panjang dan tidak esensial bagi isi pokok bahasan.
  Kutipan2
  ditulis di sini berdasarkan kronologi (urutan peristiwa) kejadian.
   
  BAGIAN
  A 
  PERISTIWA
  PERACUNAN MUHAMMAD
  A1

  Hadis Sahih Bukhari 3.786:

  Dikisahkan oleh Anas bin Malik:

  Seorang wanita Yahudi membawa daging domba
  (masak) beracun untuk sang Nabi yang lalu memakannya. Wanita itu lalu
  dihadapkan kepada Muhammad dan Muhammad ditanyai pengikutnya, “Haruskah kita
  bunuh dia?” Dia berkata,”Tidak” Aku terus mengamati akibat racun itu di mulut
  Rasul Allah. 
  A2

  Hadis Sahih Bukhari 4, Buku 53, Nomer 394:

  Dikisahkan oleh Abu Huraira:

  Ketika Khaibar dikalahkan, sup domba beracun
  disuguhkan pada sang Nabi (SAW) sebagai hadiah (dari orang2 Yahudi). Sang
  Nabi memerintah,”Kumpulkan semua orang Yahudi yang ada di sini, berdiri di
  hadapanku.” Orang2 Yahudi dikumpulkan dan sang Nabi berkata (pada
  mereka),”Aku akan bertanya pada kalian. Maukah kalian menjawab dengan jujur?”
  Mereka berkata,”Ya.” Sang Nabi bertanya,”Siapakah ayah kalian?” Mereka
  menjawab,”Ini dan itu” Dia berkata,”Kalian bohong, ayah kalian bukan ini dan
  itu.” Mereka berkata,”Kau benar.” Dia berkata,”Maukah kalian menjawab jujur
  jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab,”Ya, wahai Abu Al-Qasim, dan jika
  kami harus berbohong, kau dapat menyadari kebohongan kami seperti tadi kau
  telah ketahui tentang ayah kami.” Lalu dia bertanya,”Siapakah yang akan masuk
  neraka?” Mereka berkata,”Kami akan berada di neraka untuk jangka waktu
  sebentar, dan setelah itu kau akan mengganti posisi kami.” Sang Nabi
  berkata,”Kalian dikutuk dan dihina di neraka! Demi Allah, kami tidak akan
  pernah mengganti posisi kalian di neraka.” Lalu dia bertanya,” Maukah kalian
  menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Abu
  Al-Qasim.” Dia bertanya,”Apakah kau telah meracuni sup domba ini?” Mereka
  menjawab,”Ya.” Dia bertanya,”Mengapa kau lakukan itu?” Mereka menjawab, “Kami
  ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami akan
  menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu
  tidak akan mempan pada dirimu.”
  A3

  Daru Ibn Sa’d halaman 249:

  Sebenarnya seorang wanita Yahudi menyajikan
  (daging) kambing beracun kepada Rasul Allah. Dia mengambil sedikit daging,
  memasukannya ke dalam mulutnya, mengunyahnya dan lalu memuntahkannya. Lalu
  dia berkata kepada para pengikutnya: “Berhenti! Sungguh, kaki domba ini
  berkata padaku bahwa dia telah diracuni.” Lalu dia meminta wanita Yahudi itu
  dipanggil dan dia bertanya padanya, “Apa yang menyebabkanmu melakukan hal
  itu?” Dia menjawab,”Aku ingin tahu apakah kau ini benar2 nabi; jika memang
  benar maka Allah tentunya akan memberitahu dirimu, dan jika kau ternyata
  berbohong maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.” 
  A4

  Dari Ibn Sa’d halaman 249: [dari penyampai kisah yang berbeda]

  Rasul Allah dan sahabat2nya makan daging itu.
  Daging (kambing) itu berkata: “Aku diracuni.” Dia [Muhammad] berkata kepada
  para sahabatnya, “Tahan tanganmu! Karena daging ini telah mengatakan padaku
  bahwa dirinya diracuni!” Mereka lalu membuang daging2 itu dari tangannya,
  tapi Bishr Ibn al-Bara mati. Rasul Allah meminta dia (wanita Yahudi)
  dihadapkan kepadanya dan dia bertanya padanya,”Apa yang membuatmu melakukan
  hal itu?” Dia menjawab, “Aku ingin tahu apakah kau benar2 seorang nabi, yang
  jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau
  ternyata seorang nabi, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari
  dirimu. Muhammad mengeluarkan peritah dan dia pun dihukum mati [Lihat
  Catatan 1]
  A5

  Dari Ibn Sa’d halaman 250: [dari penyampai kisah yang berbeda]

  Sesungguhnya seorang wanita Yahudi Khaybar
  menghidangkan (daging) kambing beracun kepada Rasul Allah. Lalu dia menyadari
  bahwa dagingnya diracuni, sehingga dia meminta agar wanita itu dipanggil dan
  menanyainya, “Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, “Kupikir
  jika kau benar2 seorang nabi, Allah akan memberitahumu, dan jika kau
  pembohong, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.” Ketika
  Rasul Allah merasa sakit, dia mengeluarkan darah dari tubuhnya. [Lihat
  Catatan 2]
  A6

  Dari Ibn Sa’d halaman 251, 252: [dari penyampai kisah yang berbeda]

  …. Ketika Rasul Allah mengalahkan Khaibar dan dia
  merasa lapar, Zaynab Bint al-Harith (Bint al-Harith adalah saudara laki
  Marhab), yang merupakan istri dari Sallam Ibn Mishkam bertanya, “Bagian
  kambing manakah yang disukai Muhammad?” Mereka berkata,”Kaki depan.” Maka dia
  pun memotong satu dari kambing2nya dan memasak (dagingnya). Lalu dia
  membubuhi racun yang sangat kuat … Rasul Allah mengambil kaki depan kambing,
  dia memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya. Bishr mengambil sepotong
  tulang dan memasukannya ke dalam mulutnya. Ketika Rasul Allah memakan
  sepotong dagin, Bishr memakan daging kambingnya dan orang2 lain pun makan
  daging kambing itu. Lalu Rasul Allah berkata,”Tahan tangan2 kalian! Karena
  kaki depan kambing ini … memberitahuku bahwa ia diracuni. Mendengar itu Bishr
  berkata,”Demi Dia yang membuatmu besar! Aku ketahui akan hal itu dari daging
  yang kumakan. Tiada yang mencegahku untuk memuntahkannya, karena aku tidak
  mau membuat makananmu tampak tidak enak. Ketika kau memakan daging yang tadi
  ada di mulutmu, aku tidak mau hidup jika kau tidak selamat, dan kukira kau
  tidak akan memakannya jika memang ada sesuatu yang salah.”

  Bishr tidak beranjak dari tempat duduknya tapi
  warna kulitnya berubah jadi “taylsan” (warna kain hijau) … Rasul Allah
  menyuruh memanggil Zaynab dan berkata padanya, “Apa yang membuatmu melakukan
  apa yang kau telah lakukan?” Dia menjawab, “Kau telah lakukan pada 
masyarakatku
  apa yang telah kau lakukan. Kau telah membunuh ayahku, pamanku, suamiku, aku
  berkata pada diriku sendiri, ‘Jika kau adalah seorang nabi, kaki depan itu
  akan memberitahumu, dan yang telah berkata, ‘Jika kau seorang raja, kami akan
  mengenyahkanmu.’”

  Rasul Allah hidup sampai tiga tahu setelah itu
  sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya
  dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging
  (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari
  akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.”
  A7

  Dari Tabari Volume 8, halaman 123, 124:

  Ketika Rasul Allah beristirahat dari
  pekerjaannya, Zaynab bt. al-Harith, istri dari Sallam b. Mishkam, menyajikan
  baginya sebuah daging domba bakar. Dia telah bertanya sebelumnya bagian domba
  manakah yang paling disukai Rasul Allah dan diberitahu bagian kaki depannya.
  Lalu dia membubuhi bagian itu dengan racun, dan dia juga meracuni bagian
  lainnya. Setelah itu dia menghidangkan daging itu. Ketika daging itu
  disajikan di hadapan Rasul Allah, dia mengambil bagian kaki depannya dan
  mengunyah sebagian kecil, tapi tidak ditelannya. Di sebelah dia terdapat
  Bishr b. al-Bara b. Marur yang seperti Rasul Allah juga mengambil bagian
  daging itu. Akan tetapi Bishr menelan daging itu ketika sang Rasul Allah
  memuntahkan daging dan berkata, “Tulang ini memberitahu diriku bahwa ia
  diracuni.” Dia bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan ini?” Wanita itu
  menjawab, “Bagaimana kau telah memperlakukan masyarakatku sudah nyata di
  hadapanmu. Jadi aku berkata, “Jika dia memang benar2 nabi, maka dia akan
  diberitahu; tapi jika dia seorang raja, maka aku akan dapat
  menyingkirkannya.””. Sang Nabi mengampuninya. Bishr mati karena daging yang
  dimakannya. 
  A8

  Dari Tabari Volume 8, halaman 124: [dari penyampai kisah yang berbeda]

  Rasul Allah berkata selama sakitnya yang
  mengakitkan kematiannya – ibu Bishr datang menjenguknya – “Umm Bishr, pada
  saat ini aku merasa aorta (urat nadi) ku dirobek akibat makanan yang kumakan
  bersama putramu di Khaybar. [Lihat Catatan 3] 
   
  Catatan
  1:
  Terjadi ketidaksetujuan apakah Muhammad memerintahkan wanita yang meracuninya
  untuk dibunuh. Singkatnya, Muhammad memerintahkan wanita itu dibunuh atas
  kematian Muslim lainnya, yakni Bishr, yang tewas seketika akibat racun. Lihat
  tulisan Ibn Sa’d, halaman 250.
  Catatan
  2:

  Muhammad menganggap mengeluarkan sejumlah kecil darah dari tubuh merupakan
  “cara pengobatan terbaik”. 
  Catatan
  3:
  Kutipan pernyataan di bagian A8 yang berbunyi “urat nadi robek” tidak berarti
  harafiah, tapi istilah untuk menggambarkan rasa sakit yang hebat.
   
  BAGIAN B 
  KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA
  B1

  Hadis Sahih Bukhari 5.713:

  Dikisahkan Ibn Abbas:

  ‘Umar bin Al-Khattab biasa mempersilakan Ibn
  Abbas untuk duduk si sebelahnya lalu ‘AbdurRahman bin ‘Auf berkata kepada
  ‘Umar, “Kami punya putra2 yang mirip dengannya.” ‘Umar lalu bertanya bertanya
  pada Ibn ‘Abbas arti ayat suci ini: “Ketika pertolongan Allah tiba dan
  penaklukkan Mekah …. “ (110:1)

  Ibn ‘Abbas menjawab, “Hal ini menyatakan
  kematian Rasul Allah yang diberitahukan Allah kepadanya.” ‘Umar berkata, “Aku
  hanya mengerti yang kau mengerti.”

  Dikisahkan oleh Aisha: Sang Nabi dalam
  penderitaan sakitnya yang mengakibatkannya mati, biasa berkata, “Wahai
  ‘Aisha! Aku merasa sakit karena daging yang kumakan di Khaybar, dan saat ini,
  aku merasakan urat nadiku bagaikan dipotong oleh racun itu.”
  B2

  Dari Ibn Sa’d halaman 244:

  …. dan tiada seorang nabi pun kecuali Muhammad
  yang hidup separuh waktu kehidupan nabi sebelumnya. Yesus anak Mary hidup
  selama 120 tahun, dan usiaku saat ini adalah 62 tahun. Dia (sang Nabi) mati
  setengah tahun kemudian.
  B3

  Dari Ibn Sa’d halaman 239:

  Jam (kematian) yang ditentukan bagi Rasul Allah
  semakin mendekat dan dia dianjurkan melafalkan “tasbih” berulang kali dan
  meminta pengampunanNya.
  B4

  Dari Ibn Sa’d halaman 240:

  Ketika (Sura) pertolongan dan kemenangan Allah
  tiba, sang Nabi berkata: (Ini menandakan) panggilan dari Allah dan saat
  meninggalkan dunia. 
  B5

  Tabari Volume 9 page 108:

  Ketika sang Nabi kembali dari Medina setelah
  melakukan ibadah haji, dia mulai mengeluh kesakitan. Berita sakitnya nabi
  mulai menyebar … Di bulan Muhammarm sang Nabi mengeluh kesakitan sampai
  akhirnya mati. 
   
  BAGIAN C 
  MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA BAGI KESEMBUHANNYA
  Catatan: Telah
  dikutip sebelumnya dari Ibn Sa’d (hal. 250) bahwa Muhammad mencoba sembuh
  dari keracunan.
  C1

  Dari Ibn Sa’d halaman 263

  Sesungguhnya selama dia sakit, sang Nabi
  melafalkan “al-Mu’awwadhatayn” [Sura 113, dan 114], dan meniupkan udara ke
  atas tubuhnya sambil menggosok-gosok wajahnya. [Ini adalah usaha untuk
  sembuh].
  C2

  Dari Ibn Sa’d halaman 265

  Rasul Allah jatuh sakit dan dia yakni Jibril,
  berdoa baginya sambil berkata, “Dalam nama Allah aku berdoa untuk mengusir
  semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari semua
  mata yang jahat dan Allah akan menyembuhkanmu.”
  C3

  From Ibn Sa’d page 265 [dari penyampai kisah yang berbeda]

  Rasul Allah merasa sakit dan dia (Jibril) berkata
  padanya, “Dalam nama Allah aku usir semua yang melukaimu dan menangkal semua
  yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Allah akan
  menyembuhkanmu.
  C4

  Dari Ibn Sa’d halaman 322

  Sesungguhnya, ketika Rasul Allah merasa sakit,
  dia meminta kesembuhan dari Allah. Tapi atas sakitnya yang menyebabkan
  dirinya mati, dia tidak berdoa untuk minta kesembuhan; dia biasa berkata,
  “Wahai jiwa! Apa yang terjadi atas dirimu sehingga kau mencari berlindung di
  setiap tempat perlindungan?” 
   
  BAGIAN D 
  PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD
  D1 [sekali lagi
  mengutip dari Hadis Sahih Bukhari 5.713:]

  Hadis Sahih Bukhari 5.713:

  Dikisahkan oleh Aisha:

  Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi
  sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging
  yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh
  racun itu.”
  D2

  Dari Ibn Hisham halaman 678:

  Ketika sang Rasul mulai menderita sakit yang
  membuat Allah mengambil dirinya untuk memberikannya kehormatan dan kasih
  sayang yang telah Dia rencanakan baginya tak lama sebelum akhir Safar atau
  awal Rabi’ul-awwal. Aku diberitahu bahwa peristiwa ini dimulai ketika dia 
pergi
  ke Baqi’u'l-Gharqad di tengah malam dan berdoa bagi yang mati. Lalu dia
  kembali kepada keluarganya dan di pagi hari penderitaannya dimulai.
  D3

  Dari Ibn Hisham halaman 679:

  Lalu penyakit sang Nabi bertambah buruk dan dia
  menderita sakit hebat. Dia berkata, “Siramkan air tujuh kantung kulit dari
  sumur2 yang berbeda ke atas tubuhku sehingga aku bisa ke luar bertemu
  orang2ku dan memerintahkan mereka.” Kami membantunya duduk di sebuah baskom
  tempat mandi milik Hafsa d. Umar dan kami menyiramkan air ke atasnya sampai
  dia menjerit,”Cukup, cukup!” 
  … lalu di [Muhammad] berkata, “Allah telah memberikan seorang
  dari hamba2nya pilihan antara dunia dan apa yang ada bersama Allah dan dia
  memilih yang terakhir.”
  D4

  Dari Ibn Hisham halaman 680:

  Lalu beberapa istrinya mengelilinginya … ketika
  pamannya Abbas ada bersamanya, dan mereka setuju untuk memaksanya minum obat.
  Abbas berkata, “Biar kupaksa dia,” tapi merekalah yang kemudian melakukannya.
  Ketika dia sembuh dia bertanya siapa yang memperlakukan dirinya seperti itu.
  Ketika para istrinya berkata padanya itu adalah perbuatan pamannya, dia
  berkata, “Ini adalah obat2an yang dibeli para wanita dari negara sana,” dan
  dia menunjuk arah Abyssinia [Ethiopia]. Ketika dia bertanya pada para
  istrinya mengapa mereka melakukan hal itu, pamannya menjawab, “Kami khawatir
  kau akan menderita pleurisy,” Muhammad menjawab, “Itu adalah penyakit yang
  tidak akan diberikan Allah padaku. Tidak ada seorang pun yang berkunjung ke
  rumah ini sampai mereka dipaksa makan obat ini, kecuali pamanku.” Maymuna
  [salah seorang istri Muhammad] dipaksa untuk makan obat itu meskipun dia
  sedang puasa karena sumpah sang Rasul sebagai hukuman atas apa yang mereka
  perbuat padanya. 
  D5

  Umm Bishr [ibu orang Muslim yang juga mati
  setelah makan racun], datang kepada sang Nabi waktu Nabi sedang menderita
  sakit dan berkata, “O Rasul Allah! Aku tidak pernah melihat demam seperti
  ini.” Sang Nabi berkata padanya,”Jika cobaan kita dua kali lipat beratnya,
  maka anugrah kita di surga pun jadi dua kali lipat pula. Apa yang orang2
  katakan tentang penyakitku?” Dia (Umm Bishr) berkata,”Mereka bilang itu
  pleurisy.” Karena itu sang Rasul berkata, “Allah tidak akan membuat RasulNya
  menderita seperti itu (pleurisy) karena itu tanda kemasukan Setan, tapi (rasa
  sakitku adalah akibat) daging yang kumakan bersama-sama dengan anak lakimu.
  Racun itu telah memotong urat merihku.”

  Referensi: Ibn Sa’d biography, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (Book of the
  Major Classes), Volume 2.

  Pleurisy = infeksi selaput paru2 
  Dari
  ketiga biografi Muhammad, Sirat tulisan Ibn Sa’d-lah yang paling banyak
  memuat informasi tentang kematian Muhammad. Aku tidak mencoba membahas
  pandangan Ibn Sa’d mengenai hal ini, tapi aku membahas dan mengungkapkan
  bahan tulisan yang relevan.
  D6

  Dari Ibn Hisham halaman 682:

  …. bahwa dia mendengar Aisyah [salah satu dari
  istri2 Muhammad] berkata: “Sang Rasul mati di pelukanku saat giliranku [malam
  gilirannya dikunjungi Muhammad]. Aku tidak berbuat kesalahan apapun terhadap
  orang lain. Adalah karena ketidaktahuanku dan usia mudaku sehingga Rasul
  Allah mati di pelukanku.
  D7

  Dari Ibn Sa’d halaman 322:

  Ketika saat terakhir sang Nabi semakin menderita,
  dia biasa menarik selimut menutupi mukanya; tapi ketika dia merasa tak
  nyaman, dia menyingkirkannya dari wajahnya dan berkata, “Kutukan Allah bagi
  orang2 Yahudi dan Kristen yang membuat kuburan2 para nabi mereka sebagai
  tempat keramat.” 
   
  Catatan
  3:
  Pleurisy adalah infeksi paru2. Terasa sangat sakit. Aku tidak tahu bagaimana
  Muhammad bisa menganggap infeksi seperti ini datang dari Setan, tapi tidak
  menganggap racun di tubuhnya dari Setan.
   
  KESIMPULAN
  Muhammad
  menyerang Khaybar. Dia menghancurkan, menyiksa, membunuhi, merampoki dan
  memperbudak banyak masyarakat Khaybar (ref Kitab al-Tabaqat al-Kabir, volume
  2, page 134, 136, 137). Masyarakat Yahudi Khaybar tidak bersiap untuk
  menyerang dia. Seorang wanita Yahudi yang keluarganya dihabisi oleh Muhammad,
  menaruh racun ke dalam daging domba dan menghidangkannya bagi Muhammad dan
  Muslim lainnya. Muhammad menelan sebagian dari daging domba beracun itu dan
  mulai merasakan akibatnya. Dia mati tiga tahun kemudian sebagai akibat
  racun ini.
   
  DISKUSI
  Apa
  yang perlu ditelaah adalah keadaan sekitar kematian Muhammad. Kaum Yahudi
  berencana untuk membunuhnya. Kaum Yahudi percaya bahwa nabi sejati akan tahu
  terlebih dahulu tentang perbuatan mereka tapi nabi palsu tidak akan
  diperingatkan oleh Tuhan. Pihak Muslim pun percaya akan hal ini dan ini
  tampak saat seorang Muslim yang kemudian mati (Bish) berkata bahwa dia tidak
  mengira Muhammad akan memakan sesuatu yang diracuni (lihat kutipan A6).
  Dugaan
  kaum Yahudi benar. Muhammad makan racun itu dan mati karenanya. Mereka
  membuktikan, berdasarkan ujian mereka, bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi.
  Seperti yang mereka sendiri katakan (dari kutipan A2):

  “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami
  akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu
  tidak akan mempan pada dirimu.” 
  Kaum
  Yahudi yakin bahwa nabi sejati tahu apa yang sedang terjadi. Dalam kasus ini,
  Muhammad tidak tahu. Hanya setelah Muhammad makan daging domba itulah domba
  itu “bicara padanya” …. Aku tidak menganggap hal ini sebagai suatu keajaiban
  karena Muslim yang lain pun tahu bahwa daging itu “tidak beres” sebelum
  Muhammad memakannya. Kebanyakan orang dewasa ketika makan akan bisa merasakan
  jika ada yang tidak beres dalam makanan itu. Bahkan anak kecilpun memuntahkan
  kembali makanan yang rasanya tidak enak.
  Sudah
  banyak kali sebelumnya Muhammad mengaku dapat “wahyu” yang memperingatkannya
  akan bahaya. Dia bahkan menggunakan “wahyu” ini sebagai dasar alasan untuk
  menyerang tempat tinggal kaum Yahudi Banu An-Nadhir. Tapi wahyu di Khaybar
  terlambat datang: terlambat untuk menyelamatkan nyawanya, terlambat untuk
  menyelamatkan nyawa Bishr.
  Sewaktu
  sakitnya menjadi, Muhammad mulai berdoa untuk sembuh – dia bahkan
  menggosokkan tangannya “yang sanggup menyembuhkan” ke atas dirinya sendiri.
  Jibril juga ikut2an berdoa untuk kesembuhannya (lihat C2 dan C3). Muhammad
  bahkan mengeluarkan sejumlah darahnya sendiri (sebagai obat penyembuhan yang
  paling mujarab) (Lihat A5). Sudah jelas bahwa pada saat itu Muhammad benar2
  ingin sembuh.
  Tapi
  usahanya sia2 belaka. Sewakut sakitnya semakin memburuk, Muhammad menyadari
  bahwa dia sekarat, lalu dia berhenti berdoa untuk sembuh (lihat C4), dan
  mengaku bahwa Allah memberinya pilihan untuk masuk ke Surga atau diam hidup
  di bumi. Muhammad berkata bahwa dia ingin pergi ke Surga. Dia sadar bahwa
  permainannya sudah berakhir sehingga dia menggunakan kesempatan terakhir dari
  situasi buruk ini sebaik-baiknya.
  Perasaan
  awal Muhammad tentang kematiannya terasa bagaikan ramalan ahli nujum. Tiada
  yang pasti dikatakannya sampai saat dia benar2 akan mati. Mungkin dia pernah
  melihat proses kematian serupa dan tahu hasil akhirnya. Tidak usah jadi nabi
  atau terima “wahyu” segala untuk mengetahui kematian sudah di ambang pintu.
  Kesimpulanku
  adalah: kaum Yahudi membuktikan bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi. Dia
  menelan racun, dan begitu pula para pengikutnya. Dia mencoba untuk sembuh,
  dia mencoba menerapkan teknik pengobatannya, dan dia melakukan “pengusapan
  tangan”, dia berdoa, Aisyah beroda, dan bahkan Jibril pun berdoa, tapi hasil
  akhirnya menunjukkan dia tetap sajat mati keracunan.
   
  PERTANYAAN2
  1)
  Jika Muhamad memang benar2 nabi Allah, mengapa dia tidak tahu akan racun itu
  sebelum menelannya?
  2)
  Jika engkau percaya bahwa memang kehendak Allah agar Muhammad makan racun
  itu, juga bersama dengan Bishr, mengapa dong Muhammad bersusah payah untuk
  sembuh? Bahkan Jibril pun sembahyang untuk Muhammad supaya sembuh, tapi Allah
  tidak mengabulkan doa2 mereka.
  3)
  Mengapa Jibril tidak tahu akan kehendak Allah? Mengapa Jibril berdoa jika
  Allah memang sudah menentukan kematian Muhammad?
  4)
  Mengapa Muhammad memaksa para Muslim lain untuk meminum obat yang diberikan
  kepadanya? Salah seorang dari mereka yang dipaksa adalah istrinya yang sedang
  puasa. Dia memaksa istrinya untuk batal puasa dan minum obat ini pula.
  Tidakkah ini tampak jahat dan ngawur?
  5)
  Mengapa pula pada saat hampir ajalnya, Muhammad mengeluarkan kutukan terhadap
  orang2 Kristen dan Yahudi? Tidakkah lebih baik jika Muhammad berdoa untuk
  jadi panduan bagi mereka? Kutukan itu kedengarannya bagaikan doa penuh rasa
  iri dan pahit kepada Allah. Muhammad mendoakan kutuk bagi orang lain dan
  bukannya meminta Allah untuk membimbing orang lain.
  6)
  Mengapa pleurisy yang sebenarnya merupakan infeksi paru2 normal disebut
  sebagai penyakit dari Setan, tapi racun di badannya bukan dari Setan?
   
  KESIMPULAN
  Muhammad
  bukanlah nabi sejati, dia adalah nabi palsu. Dia mati karena makan daging 
beracun
  yang tidak diketahuinya. Daging terlambat “bicara” padanya. Hanya ketika
  sudah menyadari bahwa akan mati saja, barulah Muhammad mulai berusaha
  memperlihatkan sisi spiritual penderitaan dan kematiannya yang semakin dekat.
  Sebelumnya dia sibuk mencoba sembuh.
  Musa
  tahu saat kematiannya yang semakin dekat (Deut 34:1-5). Yesus pun tahu akan
  kematianNya di masa depan (Mark 8:32, 32). Tapi Muhammad sama sekali tidak
  tahu sampai akhirnya dia menyadari dia tidak akan sembuh dan akan mati.
  Rasul
  Paulus digigit ular berbisa (Kisah Para Rasul 28:1-6), tapi dia tidak
  menderita apa2 akibat gigitan ini. Tuhan melindungi Rasul Paulus untuk
  menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya. Muhammad tiba2 saja mati
  sehingga para pengikutnya kebingungan siapa yang harus menjadi pemimpin
  berikutnya. Sampai hari ini pun kebingungan itu masih tersisa. Dunia Islam
  terpecah-belah karena masalah ini (Shia vs. Sunni). Mengapa Allah yang benci
  perpecahan diantara Ummah tidak melindungi Muhammad sampai cukup waktu untuk
  menjaga persatuan Ummah dan menetapkan dengan jelas siapa pengganti dirinya?
  Yesus
  meramalkan tentang nabi2 palsu yang akan datang ke bumi dan membuat orang
  banyak tersesat (Matius 24:24). Muhammad adalah salah satu dari nabi2 palsu
  itu. Baik Yesus maupun Musa mengenal Tuhan muka dengan muka, tapi Muhammad
  hanya kenal malaikat yang dia panggil sebagai “Jibril” yang bicara padanya.
  Pada akhirnya pun doa malaikat ini tidak didengar oleh Allah. Mungkinkah hal
  itu karena “Jibril” yang ini menyampaikan agama sesat (Galatia 1:8 ) kepada
  Muhammad? Mungkinkah Jibril ini sebenarnya Setan itu sendiri yang menyamar?
  
 


Doa
Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat:

Ya
Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang
Maha Tinggi …

(Hadis
Shahih Bukhari 1573)

Ini
membuktikan Nabi Muhammad ini tidak sempurna dalam Al-Qur’an tetapi dikatakan
sempurna. Jalan keselamatan Muhammad akhirnya adalah kepada Teman Yang Maha
Tinggi.

Persoalannya
di sini adakah Muhammad sudah menerima Isa?

Tidak
ada Imam MAHDI selain Isa putra maryam

(Hadis Ibnu Majah)

…
Isa itu Rohullah, Rasullah dan Kalimatullah.

(Anas bin Malik hal. 72, An Nisa, 4:171) 

Maka
“Teman Yang Maha Tinggi” itu adalah Isa Al Masih Anak Maryam.

“…
wattabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.”

…ikutilah
Aku, inilah jalan yang lurus.

(Az
Zukruf, 43:61)

 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke