http://tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2011/01/20/brk,20110120-307756,id.html

Serikat Buruh Migran Galang Aksi Seribu Rupiah   
Kamis, 20 Januari 2011 | 16:57 WIB
  
TEMPO/Budi Purwanto


TEMPO Interaktif, Brebes - Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Brebes 
menggalang aksi pengumpulan uang seribu rupiah untuk membebaskan tenaga kerja 
Indonesia (TKI) yang telantar di Arab Saudi. 

Gerakan yang digagas bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang peduli 
terhadap pekerja Indonesia di luar negeri ini sengaja dilakukan saat pemerintah 
tak mampu menyelesaikan sejumlah kasus yang menimpa TKI.

"Ini langkah konkret kami ketika pemerintah tak peduli lagi dengan nasib para 
rekan kami yang selama ini telantar di negeri orang," ujar Nur Salim, Ketua 
Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Brebes, saat dimintai keterangan.

Aksi pengumpulan uang seribu rupiah yang baru digalang di awal tahun ini baru 
direalisasikan kepada sejumlah tenaga kerja dan keluarganya di tanah air. Nur 
Salim menargetkan aksi ini untuk membangun solidaritas masyarakat terhadap 
penderitaan TKI. 

"Langkah awal kami kumpulkan uang seribuan dari mantan TKI maupun keluarga yang 
ditinggalkan, selanjutnya kami membangun solidaritas kepada masyarakat luas," 
katanya.

Menurut dia, hasil penggalangan dana yang terkumpul akan digunakan untuk 
menyewa kapal laut guna mengangkut tenaga kerja Indonesia yang telantar di Arab 
Saudi. Nur Salim berjanji akan mengirimkan hasil sumbangan kepada organisasinya 
di tingkat pusat untuk dikelola sebagai biaya pemulangan.

Sementara itu Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes, 
Ahmad Zamroni, membantah tudingan tak ada kepedulian pemerintah terhadap 
perlindungan TKI di luar negeri. Menurut dia, perlindungan TKI sudah diatur 
oleh pemerintah pusat yang telah bertanggung jawab dalam diplomasi lintas 
negara.

"Daerah hanya membantu persiapan pemberangkatan termasuk syarat-syarat yang 
harus dipenuhi," ujar Zamroni.

Zamroni mengatakan saat ini DPRD Brebes telah memenuhi tuntutan dari SBMI yang 
menginginkan penerbitan peraturan daerah tentang tenaga kerja Indonesia. 
Langkah ini dilakukan dengan persiapan membuat rancangan perda dengan cara 
melibatkan dinas tenaga kerja dan organisasi buruh migran. 

"Saat ini sudah dilimpahkan ke badan legislasi, saya yakin dalam waktu dekat 
akan dilaporkan melalui rapat paripurna," katanya.

Keberadaan Perda ini menjadi acuan untuk mengatur sistem pengiriman TKI asal 
Brebes yang harus dipatuhi oleh pemerintah daerah maupun perusahaan penyalur 
tenaga kerja. 

EDI FAISOL 

++++

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2011/01/21/brk,20110121-307882,id.html



Penggalangan Dana Penjemputan TKI Mencapai Rp 316 Ribu   
Jum'at, 21 Januari 2011 | 09:34 WIB


  
TKI yang terlantar berada di dekat tenda mereka di kolong jembatan Kandara, 
Jeddah, Arab Saudi, Minggu (5/12). ANTARA/Saptono

TEMPO Interaktif, Semarang - Para aktivis lembaga swadaya masyarakat di 
Semarang mulai kemarin juga ikut melakukan penggalangan dana Rp 1.000. Dana itu 
untuk biaya kepulangan para tenaga kerja Indonesia yang saat ini hidup di 
kolong jembatan Gandahar, Jeddah, Arab Saudi. 

Hingga Jum'at (21/1) ini, dana yang berhasil dikumpulkan dalam aksi 
penggalangan dana "Rp 1.000 untuk Pemulangan TKI" di Kota Semarang itu baru 
mencapai Rp 316 ribu. Hari ini, para aktivis masih akan melanjutkan 
penggalangan dana tersebut.

Jika kemarin, aksi berbentuk unjuk rasa tapi pada penggalangan dana hari ini 
dilakukan dengan cara mengamen. "Kami akan mengamen di Masjid Baiturrahman dan 
Kawasan Simpang Lima Semarang," ujar Anny Aisyah, aktivis dari Legal Resources 
Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah kepada Tempo, 
Jum'at (21/1).

Dalam penggalangan dana Rp 1.000 ini para aktivis membentuk jaringan yang 
diberi nama SERBU (Seribu rupiah untuk buruh migran). Jaringan terdiri atas 
beberapa LSM, di antaranya LRC-KJHAM, Support Group, PERMAHI, PMII, SETARA, 
PATIRO Semarang, LBH APIK Semarang, YAWAS, LBH Semarang, FSPI, KP2KKN, FH 
UNIKA, PKBI. 

Anny menyatakan, aksi penggalangan Rp 1.000 ini akan terus berlanjut hingga 
enam hari ke depan. "Kami target galang dana selama tujuh hari," kata dia. Dana 
yang terkumpul akan diserahkan ke Migrant Care, sebagai penggagas gerakan Rp 
1.000.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Siswolaksono 
menyatakan, pemerintah pusat akan segera mengirimkan pesawat ke Arab Saudi guna 
menjemput para tenaga kerja asal Indonesia yang saat ini hidup di kolong 
jembatan Gandahar, Jeddah, Arab Saudi. "Kepulangan TKI di kolong jembatan Arab 
Saudi itu wewenang pemerintah. Tapi pemerintah sudah memutuskan mengirimkan 
pesawat ke sana (Arab Saudi)," kata Siswolaksono, Jum'at (21/1).

Siswolaksono menyatakan, awalnya pemerintah pusat akan mengangkut para TKI 
dengan kapal. Tapi karena kapal membutuhkan waktu perjalanan hingga 34 hari 
maka diganti dengan pesawat.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke