Pedagang Ngaku Pasokan Dan Penjualannya Menurun
ILUSTRASI, CABE RMOL.Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pengestu memperkirakan harga cabe pada dua hingga tiga bulan ke depan bakal normal kembali. Hal itu disampaikan Mari ketika mengunjungi Pasar Klender dan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin. Kedatangan Mari ke pasar untuk memantau harga bahan pangan pokok dan sayuran. Kunjungan kerja dimulai dari Pasar Induk Kramat Jati sekitar pukul 06.30 WIB. Di lokasi penjualan sayur mayur Pasar Induk Kramat Jati, Mari memantau harga aneka jenis cabe dan bawang merah. “Harga beberapa jenis cabe sudah ada penurunan. Hanya cabe rawit merah yang belum. Menurut pedagang, ini karena hujan dan debu Merapi yang mempengaruhi produksi daerah penghasil cabe di sekitarnya,” kata Mari. Menurut Mari, pedagang dan konsumen berusaha melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga cabe dan bawang merah dengan caranya sendiri. Kekurangan pasokan bawang merah sebagian ditutup dengan impor. Beberapa pedagang di Pasar Induk Kramat Jati menjual bawang merah impor dari Thailand dengan harga sedikit murah dari bawang merah lokal. Bawang merah impor dijual dengan harga Rp 20 ribu per kg, sedang bawang merah dari Brebes dijual dengan harga Rp 23 ribu per kg. Pembeli pun, menurut Mari, menyesuaikan diri dengan kenaikan harga. Caranya, dengan membeli jenis cabe yang harganya lebih murah. “Jadi untuk mengurangi harga yang mahal, dia beli cabe kering. Kalau mau cabe segar dia beli cabe yang harganya lebih murah,” ucap Mari. Mari juga memperkirakan harga cabe jenis tertentu yang mengalami kenaikan, bermakna akan kembali normal dua bulan mendatang. “Kita tunggu dua bulan sampai tiga bulan lagi ya, mudah-mudahan normal lagi,” ungkap Mendag. Beberapa pedagang yang ditemui mengaku pasokan cabe dan bawang merah dari berbagai daerah cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, penjualan menurun karena harga yang relatif tinggi. “Biasanya minimal dapat cabe enam kwintal sehari. Sekarang dari daerah juga sulit, paling sehari bisa dapat 2,5 kwintal,” kata salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Ani. Sementara harga beberapa bahan pangan pokok yang terpantau seperti beras, terigu, minyak goreng, hasil ternak, dan gula tidak mengalami perubahan berarti. Lebih lanjut Mari mengatakan, pemerintah telah melakukan beberapa intervensi untuk meredam kenaikan harga bahan pangan pokok. Antara lain membebaskan bea masuk beberapa komoditas pangan pokok seperti beras, gandum, dan kedelai serta bahan terkait pangan seperti bahan pakan ternak dan bahan pupuk. Menurut data Kementerian Perdagangan per 19 Januari 2011, harga rata- rata nasional cabe merah keriting tercatat Rp 40.535 per kg dan harga rata-rata selama 19 hari pertama pada Januari 2011 Rp 43.047 per kg. Ini lebih tinggi dari rata-rata harga komoditas itu selama Desember 2010 yang sebesar Rp 33.652 per kg. Sementara harga rata-rata nasional bawang merah tercatat Rp 24.418 per kg, lebih tinggi dari rata-rata selama 19 hari pertama pada Januari 2011 sebesar Rp 23.609 per kg. [RM] http://ekbis.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=15862 Berbagi berita untuk semua [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
