Refleksi : NKRI adalah negara kleptokratik, maka oleh karena tidak akan bebas 
dari penipuan terhadap rakyat. Membela rezim demikian berarti mempertahkan 
penipuan penguasa.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/inikah-jurus-baru-mengelabui-rakyat/

Jumat 21. of Januari 2011 13:31 
Kasus Gayus

Inikah Jurus Baru Mengelabui Rakyat?
OLEH: VIDI BATLOLONE



     
Jakarta- Gayus Tambunan, manusia kontroversial, penuh kejutan. Rabu (19/1), 
usai divonis tujuh tahun penjara oleh hakim di Pengadilan Negeri Jakarta 
Selatan, dia kembali bikin heboh.

Kepada wartawan, bekas pegawai Direktorat Jenderal Pajak ini membeberkan 
tekanan satuan petugas (Satgas) pemberantasan mafia hukum dalam kasusnya. 
Pengakuannya dahsyat, menyiratkan adanya permainan politik tingkat tinggi di 
balik kasus yang membelitnya. Dia menuding Satgas pemberantasan mafia hukum 
bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengarahkan kasus ini untuk 
menghajar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.


Soal buronnya dia ke Singapura, kabur dari rumah tahanan dan berpelesir di 
Bali, serta perjalanan ke sejumlah negara lain, menurutnya sudah diketahui 
Satgas. Tidak main-main, Gayus juga menyebutkan keterlibatan Central 
Intelligence Agency (CIA). Dia mengaku paspor palsu­nya dibuat oleh John Grace 
Jerome, agen dinas rahasia negeri Paman Sam. Pembuatan paspor itu "direstui" 
Satgas. 


Gayus juga menggiring alam pikir publik ke tingkat yang lebih rumit soal 
penegakan hukum yang tidak hitam putih, melainkan penuh transaksi. Simak saja 
saat dia menuding Satgas ada di balik tidak tersentuhnya jaksa Cirus Sinaga. 
Menurutnya, Satgas khawatir, jika Cirus ikut dibidik, yang bersangkutan bakal 
membongkar permainan di balik proses hukum terhadap mantan Ketua KPK Antasari 
Azhar yang terlibat kasus pembunuhan. 


Akhirnya Gayus seolah  mencoba mengatakan dia hanya pelanduk di tengah 
pertarungan dua gajah. Ia pun berulang kali meng­ungkapkan bahwa dirinya hanya 
pemain kecil. Di luar sana, ada pemain yang  lebih besar, termasuk para bekas 
bosnya di Direktorat Jenderal Pajak.


Bisakah ucapan Gayus dipercaya? Pembuktiannya tidak mudah. Namun 
per­nyataan-pernyataan kontroversial, bahkan yang ternyata merupakan 
kebohongan, bukan sekali saja pernah diungkapkan Gayus. Dia pernah bersumpah di 
depan kamera wartawan tidak pernah berpelesir ke Bali saat masih dalam masa 
tahanan di Rutan Markas Brimob. Nyatanya, tak sampai sebulan sejak kepergiannya 
terungkap,  Gayus akhirnya berterus terang. Dirinya memang ke Bali. Begitu juga 
ketika dicurigai bepergian ke luar negeri, Gayus juga sempat tidak mengaku. 
Namun hanya dalam tempo seminggu, dia membenarkan kepergiannya. 


Sejak awal kasus ini bergulir, sebenarnya patut dipertanyakan apakah Gayus 
beriktikad baik untuk menyelesaikannya. Pusat Penelitian Analisis Transaksi 
Keuangan (PPATK) mengendus adanya aliran dana mencurigakan sebesar Rp 28 
mi­liar di rekening Gayus. Namun dia berkolaborasi dengan oknum kepolisian, 
kejaksaan, dan hakim untuk mengamankan dana tersebut. Ketika terbongkar, dia 
ditetapkan menjadi tersangka pemberi suap. Upaya pembelian rencana 
penun­tutannya (rentut) juga terbongkar. Dalam masa tahanan, dia mengejutkan 
publik dengan keluar masuk rutan hingga 65 kali.


Kontroversi Gayus menghiasi pemberitaan se­panjang tahun, seolah tak 
habis-habis. Belum lagi terungkap pemberi suap yang menyebabkan dirinya bisa 
mempunyai harta mi­liaran, sudah datang lagi kejutan-kejutan. Dikhawatirkan 
makin lama kasus Gayus menjadi kabur dan pemberi suap bebas melanglang buana. 
Rakyat pun tidak pernah dapat manfaat. Uang triliunan milik negara akan terus 
menguap. Atau mungkin ini justru menjadi sebuah skenario baru penuh intrik yang 
mengelabui rakyat?  n


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke