Harian Komentar
21 Januari 2011

      Soal sembilan kebohongan lama dan kebohongan baru pemerintahan SBY 
      Tokoh Lintas Agama Harus Lakukan Rujuk dan Rekonsiliasi Nasional 
     
     

 

Manado, KOMENTAR
Ketua Umum (Ketum) Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Gbl Teddy 
Batasina STh mengatakan munculnya catatan sembilan kebohongan lama dan sembilan 
kebohongan baru yang disuarakan tokoh lintas agama menunjukkan ketersumbatan 
komunikasi sekaligus disinterpretasi terhadap masalah-masalah kebangsaan yang 
sedang dihadapi.

"Diperlukan rujukan dan rekonsiliasi nasional untuk membangun komunikasi yang 
baik antara para tokoh-tokoh agama dan pemerintah sehingga tidak tercipta 
disharmoni. Ini untuk kepentingan masyarakat dan bangsa," tuturnya.


Lebih jauh dikemukakan pria yang dua periode memimpin KGPM ini, berkemba-ngnya 
berbagai polemik yang terjadi harus diselesaikan secara cerdas dan bijaksana. 
Oleh karena itu dalam menyi-kapi polemik yang akhir-akhir ini sering terjadi, 
maka harus ada kesadaran bersama dalam merajut silaturahmi nasional dalam 
rangka memperkokoh kebersamaan dan persatuan.
"Intinya dalam melaksana-kan roda pemerintahan, Pak Presiden RI dan jajarannya 
harus berjalan dalam koridor yang benar dan sebaiknya setiap permasalahan harus 
dicari solusinya, salah satunya dengan lebih terbuka dengan tokoh lintas 
agama," katanya.


Sedangkan menurut Juru Bicara Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Sulut, Abram 
Tewu SH, munculnya catatan kebohongan pemerintahan Presiden SBY dari tokoh 
lintas agama dan aktivis harus se-gera disikapi oleh pimpinan daerah di 
Sulawesi Utara, baik gubernur, walikota dan bupati yang lebih transparan dalam 
menjalankan pemerintahan serta rutin melakukan dialog dengan para tokoh agama 
mengenai masalah-masalah yang kompleks.




"Pemerintah, tokoh agama dan para aktivis harus bertukar pikiran sehingga tidak 
terjadi kekakuan dalam menjalankan roda pemerintahan, apalagi dengan banyaknya 
pejabat yang tersandung masalah hukum yang mencede-rai citra kepala daerah di 
mata masyarakat dan tokoh aga-ma," tukasnya.
Seperti diketahui, pada Senin, 10 Januari 2011 lalu, sejumlah LSM dan tokoh 
lintas agama, yakni Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Konferensi 
Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Situmo-rang, Andreas Yewangoe, Buya 
Syafii Maarif, Franz Magnis Suseno, KH Salahu-ddin Wahid dan Bhikkhu Sri 
Pannyavaro, berkumpul di gedung dakwah PP Muham-madiyah.


Mereka membuat pernyata-an sikap dan mengritik pemerintah telah melakukan 
ba-nyak kebohongan publik. Mereka mengingatkan sembilan kebohongan lama 
pemerintah dan sembilan kebohongan baru. Karena itu, mereka mencanangkan tahun 
ini sebagai tahun perlawanan terhadap kebohongan dan pengkhianatan.(uly)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke