Bencana alam
negeri kami langganan tsunami desa dan kota diseretnya ke laut tak ada orang yang tau rahasia maut ketika dunia berubah cuacanya badai hujan sebagai peringatan hutan dan rimba tinggal kenangan ini cerita bukan mimpi sayang realitas ganas di depan mata dan tak ada gunanya membisu suratan takdir disulap siapa pada bencana kita berkaca catatan buat masa depan Amsterdam, 27/10/2010 ----------------- Devaluasi politik semilyar jadi sejuta sejuta jadi seribu seribu jadi seperak korupsi tetap jalan janji tetap bohong intrik makin panas! Amsterdam, 19/09/2010 ------------- Revaluasi cerita panas seperti kulit bengkak kerna digaruk ribut ribut rebutan order proyek kerajaan janjinya politik sirkus munafik jungkir balik semua yang benar dibabat tanpa kasian penjahat berpestapora menjarah kas negara rakyat kecil melongo bengong di pinggir jalan paduka mau lewat minggir lu semua! tak ada lagi harapan pedihnya kenyataan ketika sepiring nasi campur dicampur dendam tangan tangan bersatu terkepal membatu Amsterdam, 19/09/2010 ------------------ Bukan WC Umum buat: abi poetra noesantara aku anak nusantara katamu mukaku dari sabang sampai merauke kemana juga kau pergi kawan baliklah ke halaman pertama sejarah kepulauwan nusantara bukan wc umum bangsa bangsa barbar indonesia kemana arahnya? jika budayanya dilego seribu tiga galilah lagi kebudayaan asli jangan kecewa buanglah trauma marikita bangunkan kesadaran melawan segala macam penindasan Amsterdam, 15/09/2020 --------------- Jalan Pulang? pulang kemana lagi? kampungnya sudah berubah bukitnya yang hijau dulu sekarang beratap genteng mentereng villa dan istana tumbuh seperti cendawan sawah dan ladang jadi gudang uang orang kota tak ada yang peduli orang kampung terusir urbanisasi adalah jawaban kemiskinan semua jadi satu alasan pembangunan Amsterdam, 13/09/2010 ------------ Merasai setelah berlebaran di kampung pulanglah ia ke habitatnya rutinitas berjalan sebagai pemulung hatinya tertinggal jauh di gunung badannya merasai di ibu kota inilah yang dibilang keterasingan terasing dari akarnya tumbuh liar di antara semak berduri rindunya terbenam di dalam puisi Amsterdam, 13/09/2010 *merasai = menderita (bhs minang) ------------ Sandiwara tak ada yang tau kapan ia datang keramaian pasar malam terjadi lagi sepi menyelinap di saku celananya nyanyian burung dalam melodi waktu tukang ngecap pidato di panggung penonton bertepuk tangan tanpa emosi jual berita resmi tentang simplifikasi tuan dan nyonya berpesta tiap hari tabu bicara kelakuan raja dan ratu tuba komplotan intrik punya siapa jangan ditunggu kapan ia datang sandiwara merindu cuma semalam Amsterdam, 09/09/2010 ------------- Menulislah mulailah menulis apa yang kau alami jadilah dirimu sendiri bukan cuma ilusi pengalaman hidup itu seperti apa adanya nyala apinya masih ada di dalam dada dalam sebuah dongeng bercahaya membias diperjalan waktu yang tersisa dari zaman ke zaman tak pernah dilupa pada janji bermadu di musim pancaroba bayangan masa lalumu datang menyapa misteri manusia sepanjang ingatannya Amsterdam, 08/09/2010 ---------- Sebatas mimpi buat mereka yang mau pergi ke luar negeri berjuta impian hanya ada di buku kutukan mimpi menanggung rindumu musim demi musim cuma perubahan cuaca catatan kaki di esai kehidupan panjang sajaknya menuju kaki langit dunia maya dalam syair cerita berbunga rayuan melewati batas sinyal emosi manusia debupun terbang dibujuk angin malam Amsterdam, 01/09/2010 ------ Hipotesis adi orang asing di negeri orang bergaul bercampur semua budaya perang ideologi demokrasi barat bertopenglah jika tak mau dicuci merenovasi bingkai potret tua tersisakah kenangan tanah airnya? nyanyian serak orang pinggiran kereta pergi ke jurusan berbeda kapan datangnya perubahan musim badai kehidupan banjir air mata Amsterdam, 23/08/2010 http://herilatief.wordpress.com/ http://akarrumputliar.wordpress.com/ http://sastrapembebasan.wordpress.com/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
